Suatu hari tanpa sengaja sebuah file masuk ke penyimpan fileku yang selalu aku bawa. Isinya sungguh sangat mengugah untuk tahu siapa gerangan penulis file ini. File yang diberi password membuat aku penasaran untuk membuka. Dan aku berhasil membuka passwordnya.
File yang berjudul "HARAPANKU" dan ini isinya:
Sebentuk harapan dan cita-cita yang belum bisa aku wujudkan di tahun yang lalu masih terus terbayang dalam angan-anganku. Bersama dengan waktu yang terus berjalan dan tak terasa hari ini hari Ulang Tahunku yang ke 26 Tahun. Usia yang harusnya sudah cukup matang menjadi seorang wanita. Tetapi aku masih belum cukup dewasa. Begitu banyak harap dan mimpi sampai tak satupun aku mampu meraihnya. Dengan segala kebodohan dan ketololanku semua berlalu begitu saja.
Begitu banyak hal yang terjadi selama ini ternyata tak mampu membuatku menjadi wanita yang tegar, kuat dan berkepribadian. Keadaan dan situasi yang terjadi tak mampu mendewasakanku. Aku tetap bodoh dan tolol. Aku tak punya sesuatu yang bisa dibanggakan. Didalam keluarga kini aku menjadi sosok yang angkuh, tapi sebaliknya di dalam pekerjaanku aku menjadi sosok yang begitu murahan dan tak punya harga diri.
Sebuah kata “ ISTRI “. Sudah begitu lama aku memimpikannya. Menjadi sosok istri yang sempurna. Namun sampai detik ini aku belum bisa mewujudkannya. Membentuk sebuah keluarga yang harmonis dan lengkap. Aku ingin menjadi seorang ibu dari anak-anak yang kulahirkan dan pendamping yang bisa dibanggakan suami. Aku kira itu mimpi semua wanita normal.
Menjadi istri ke dua, memang tak pernah terbayang sebelumnya. Terlebih menjadi istri ke dua yang hanya sebuah pengakuan. Ternyata begitu sulit untuk menjalaninya apalagi benar-benar bisa menerima dengan lapang dada. Ternyata tidak semudah yang dipikirkan. Cemburu, iri dan yang lebih buruk adalah merasa diperlakukan tidak adil. Sulit sekali untuk menempatkan diri. Kadang merasa tidak sanggup. Seandainya saja engkau mengerti tentang semua yang kurasakan ini, bahwa ini begitu membebaniku. Walau seharusnya saya tidak berburuk sangka tapi kenyataan memaksaku untuk berfikir demikian. Tidak ada hal lain selain ketidakadilan. Terserah orang berfikir apa tentang saya. Egois, keras kepala, tidak mau mengerti dan entah apa lagi. Saya tidak peduli…
Andai saja kita bisa berfikir sejalan, tentu bukan ini yang kurasakan. Tapi mungkin sebuah pernikahan adalah menyatukan dua hati yang berbeda agar bisa saling mengisi dan menerima kekurangan masing-masing. Kapan aku merasakan pernikahan yang sesungguhnya ?. Yang tak harus disembunyikan ataupun bersembunyi. Kenapa begitu sulit menuju sebuah pernikahan ?. Apa sebenarnya salah saya atau apa yang salah dalam diri saya ?. Begitu banyak pertanyaan yang tak terjawab.
Apa sih yang sebenarnya engkau pikirkan dan pertimbangkan ?. Kenapa tidak pernah ada jawaban yang tegas keluar dari mulutmu ?. Kenapa engkau gantung aku dalam sebuah penantian yang tak berujung ?. Atau sebenarnya engaku tidak pernah menginginkan hubungan ini ?. Hanya untuk having fan aja… Engkau tidak pernah memiliki kemantapan hati untuk memutuskan semua ini. Engkau membiarkan semua berjalan seiring dengan waktu yang tak pernah berhenti. Nggak punya arah dan tujuan. Engkau hanya punya keraguan dan ketakutan untuk memutuskan menikah dengan aku. Diakui ataupun tidak, itu hakmu.
Mungkin aku hanya memikirkan diri sendiri, tapi biarlah. Bukankah selama ini engkau tidak pernah mau jujur tentang keragu-raguanmu terhadap saya. Tapi akan sampai kapan ?. 6 tahun bukanlah waktu yang pendek untuk sebuah penantian. Tidakkah engkau mengerti hal itu ?. Atau engkau masih menunggu sampai keluargamu bisa menerima aku ?. Engkau pasti tau bahwa itu mustahil dan tak mungkin ?.
Aku minta komentar dari para pembaca baik cowok atau cewek kalo ada jeritan wanita seperti ini. File tidak saya edit sedikitpun ini asli dari apa yang aku dapat di flasdriveku.
5 komentar:
Mas Hendra Sobat Ku, maaf ya jadi SKSD.. si Bilal.
Kejadian ini mungkin kalo wanita itu mo jujur sama diri saya mungkin sama dengan yang diterima mas Hendra pada sebuah file.
Tapi saya mengambil statment dai beliau.
Atau engkau masih menunggu sampai keluargamu bisa menerima aku ?. Engkau pasti tau bahwa itu mustahil dan tak mungkin ?.
kalo ini ceritanya ... kita dilahirkan dari rahim siapa ? 9 bulan dalam kandungan Ibu... diberikan kasih sayang dengan tulus hingga sekarang. apakah dengan melawan orang tua cara kita membalas budi mereka..... Jangan Mas .....
Sayangnya orang tua ...sama sayangnya Allah terhadap kita murkanya orang tua sama denga murkanya Allah terdapat kita... sebisa mungkin ridho dari orang tualah modal kita....
simpelnya ....
Orang tua aja dilawan gimana istri .... Hayo
maaf loh mas..... kalo jadi kayak menasehati semoga Allah memberikan yang terbaik Wassalamu'alaikum
Sekali Thank berat buat Sobatku Bilal. Jadi keluarga yang dimaksud surat itu adalah keluarga dari kekasih (suami cuma dalam pengakuan) yang sudah berkeluarga. Nanti saya khusus belajar dari mas Bilal tentang arti hidup. Jangan bosan ya mas :D
yeah,, menurut saya,, cinta dah membutakan si cewek.. jadi yang ke-2 sampai sekian lama.. dan menanti kejelasan yang tiada pasti entah kapan. Itu resiko dari keinginan atuau keputusan untuk mencintai atau hanya dicintai..??
Bila dia ingin betul2 cari kebahagiaan,, sesungguhnya maish ada cara lain. Itu semua keputusan yang kembali pada masing2 individu.. sebaiknya,, lebih dekatkan diri ke Yang Di Atas, InsyaAllah jalan past terbuka...
segitu aja de.. maap klo ada kata2 yang kurang berkenan..;)
nieth, udah aku buat cerita yang betul kisah nyata. ya ditambah dan di edit sedikit supaya tidak ada yang sakit hati. Baca aja di Saving Ella. Thank komentarnya.
intinya yang ini kan.....
mo komentar dulu sbelum lanjut....
umur 26?? hubungan sudah 6 tahun??
intinya:
semua orang diciptakan sepadan dengan pasangannya
arti sepadan itu luas
sepadan dalam hal berdiskusi
sepadan dalam pendidikan
sepadan dalam 'fisik' may be
bahkan sepadan dalam status
hm.....
suatu keluarga adalah penyatuan 3 hati
hati sang calon istri sang calon suami dan Tuhan
suatu keluarga bukan hanya penyatuan 2 buah keluarga besar saja
Posting Komentar