Laman

Minggu, 13 Januari 2008

Bila Sensor Film Nggak Ada

Bila sensor film Indonesia nggak ada apa yang akan terjadi?
Jawabannya :
1. Akan banyak demo
2. Banyak film yang lebih mementingkan komersil dari pada Edukasi
3. Banyak bintang film panas
4. Film akan jadi alat/ kendaraan politik poropaganda
5. Seni akan berganti kepentingan sesaat
Maaf itu hanya ketakutan saya, yang cukup beralasan sebab banyak sudah film amatir (fulgar) yang dibuat dengan sengaja atau tidak beredar di dunia maya. Justru laku keras dan banyak dicara para peminat yang hampir rata-rata generasi muda.
Mungkin saya terlalu sempit mengartikan kedatangan para sineas muda dan artis-artis film kita ke Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu.
Menurut saya sensor akan hilang bila kesadaran dan kemampuan masyarakat bangsa ini untuk menilai pantas atau tidak sebuah tontonan untuk di lihat. Bernilai atau tidak sebuah tontonan yang tidak ada misi kecuali hanya mengejar nilai komersial.
Tugas para sineas dan artis sebagai pabluk figur dunia hiburan mengemban tugas merubah dengan memberi contoh yang baik dan mengembangkan bakat berkesenian yang santun dan beretika. Bukan cuma itu tontonan yang berbentuk tuntunan juga perlu bukan hanya tanggung jawab negara tapi sebagai bagian masyarakat seni juga punya tanggung jawab.
Yang tidak pernah terpikirkan bahwa perfilman kita sudah banyak merubah banyak sisi kehidupan dan gaya hidup masyarakat kita. Satu contoh film sukses beberapa tahun lalu "Ada Apa Dengan Cinta", telah merubah gaya hidup pelajar SMU khususnya di kota besar. Pelajar SMU sekarang belum keren kalo belum bawa mobil ke sekolah, ini fenomena baru. Dan banyak pelajar yang sampe telat bayar uang sekolah hanya mengejar mode dengan ganti HP seri terbaru.
Ini menjadi tanggung jawab siapa?

Tidak ada komentar: