Laman

Minggu, 13 Januari 2008

Rasa Kemanusiaan

Masih ada kaitannya dengan sakitnya Orang Nomor satu di Era Orde Baru " Soeharto". Berita paling sering sekarang di media pemberitaan Indonesia masih tentang kesehatan Soeharto hampir setiap jam ada. Sebetulnya tanda - tanda 
Soehartoisme sudah ada dan akan berkembang seiring waktu berjalan. Ini bukan "isme" 
yang tidak perlu ditakuti dan diredam. Bagaimanapun masih banyak dari masyarakat di
negara ini yang kagum dan bangga dengan beliu.
Dalam keadaan yang kritis banyak pejabat dan orang penting datang menjenguk tanpa kejelasan niat sesungguhnya, ingin melihat dan mendoakan atau hanya ingin "..........................."
Itu nggak jadi soal, tapi pemberitaan khususnya media elektronik (Televisi) banyak menampilkan gambar dan komentar dari reporter tentang kedatangan Jaksa Agung yang diluar jam besuk, menjadi banyak opini di masyarakat. Apakah cara penyeleasian kasus Soeharto harus seperti itu?
Sudah benarkah SBY dengan langkah yang diambilnya? dengan menugaskan Jaksa Agung menemui pengacara keluarga Soeharto di RSPP.
Kesan yang timbul kok malah menjadi tidak baik dengan berita bahwa dalam keadaan Soeharto yang sedang berjuang melawan maut.
Seharusnya ada penjelasan melalui juru bicara presiden dengan kejadian ini, agar masih terhormatinya rasa kemanusiaan. Para tokoh - tokoh reformasi belum berkunjung ke RSPP, Amin Rais, Megawati, Sri Sultan ke  10 dan Gus Dur. yang aneh menurut saya seorang Harmoko juga belum berani menjenguk Soeharto. Ada apa dengan Hormoko?
Rasa Kemanusiaan bangsa ini masih di ragukan. Jalan terbaik tetapkan hukum untuk Soeharto setelah itu bersatulah para tokoh-tokoh negeri ini untuk perubahan yang lebih baik. Saling memaafkan dan sadar bahwa negara ini
masih terpuruk.

Tidak ada komentar: