Kesempurnaan dalam hidup adalah tujuan banyak manusia di dunia, namun hanya beberapa yang dapat kan. Usaha, kerja keras, doa serta satu keberuntungan untuk jadi sempurna.
Banyak hal yang dapat kita ambil dalam perjalanan hidup ini, tapi masih saja ada rasa kurang dan akan selalu kurang untuk bisa sempurna. “Pengalaman adalah guru yang paling baik”, itu peri bahasa yang di jadikan dasar kita untuk menentukan pilihan - pilihan dalam hidup kita. Hanya keledai yang bisa jatuh pada lubang yang sama, keledai diartikan hewan yang sangat bodoh. Kita juga pernah merasakan keterpurukan dan ketidak berdayaan untuk bisa menentukan pilihan kita. Tekanan yang membuat kita jadi keledai, tekanan yang membuat kita tidak punya malu, tekanan yang bikin kita selalu salah.
Menjadi tua itu kewajiban yang harus dilalui semua manusia hidup, tapi menjadi dewasa itu pilihan. Dewasa itu belum tentu tua, dan tua itu belum tentu dewasa kira - kira itu artinya. Umur manusia pasti ada batasnya, kesempurnaan yang akan kita capai ada tingkatannya. Untuk anak, remaja, dewasa dan orang tua, ini tingkatan - tingkatan menurut umur. Kesempurnaan apa yang di inginkan manusia dewasa? Kebebasan mementukan pilihan, mendapatkan penghasilan untuk dirinya sendiri, mendapatkan pendamping hidup, mempunyai keturunan dan banyak lagi ini juga pengaruh dari tingkatan dibawahnya. Pernah dengar ada orang yang bilang “masa kecil kurang bahagia”, itu satu dari ketidak sempurnaan tingkat anak yang mempengaruhi sampai dewasa. Kecil bahagia, remaja foya - foya, tua kaya raya dan mati masuk surga, itu pernah aku baca di kaos oblong. Aku sendiri sering merasa bahwa ada banyak hal yang belum bisa dicapai pada umurku sekarang ini. Banyak kekurangan yang selalu aku cari apa penyebabnya dan jalan keluarnya.
Tulisan ini bentuk dialog batinku sendiri dalam menjalani hidup, kadang aku malu untuk mengakui kekuranganku sendiri. Itu manusiawi dan semua orang juga seperti aku, tapi aku lebih bisa enjoy dengan menulis semua kebodohanku sendiri. Satu kebodohan yang aku rasakan saat ini adalah memaksa orang lain itu mengerti aku, bahwa tujuanku baik tidak pernah sedikit pun niat untuk menyakiti orang itu.
Kejujuran dan keiklasan memang selalu ditanyakan, padahal itu bisa dilihat dan dirasa tanpa harus ditanyakan apa lagi di sumpah. Kejujuran dan keiklasan hanya kita dan tuhan lah yang tahu. Aku tidak pernah bercita - cita jadi super hero, hanya hati yang aku dengar sekarang karena telinga dan otakku sudah diracuni banyak orang yang tidak suka dengan keiklasanku.
Dan aku tidak mau lagi jadi orang bodoh yang memaksa ingin di mengerti oleh orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar