Aku selalu berpikir bahwa apa orang lain juga berpikiran sama seperti adikku, mungkin lebih sekedar kritik tapi malah berburuk sangka kepada aku ya? Satu demi satu temen –temen mulai curiga melihat kedekataanku dengan Ella. Tapi selalu aku jawab, ” Ah itu kan biasa kalo aku bertemen baik dengan bosnya, apa salah kalo aku juga akrab dan baik dengan sekretarinya”. Malah komentar mereka sudah sangat bikin aku kesel juga, ”Jangan – jangan kamu itu ”menikmati” juga”. Ucapan seperti itu sering aku dapatkan.
Telpon dan sms dari Ella sering aku terima ya kadang sekedar mengingatkan sholat atau makan. Aku tanggapi semua telpon dan smsnya, aku nggak mau nanti tujuanku untuk ”Saving Ella” bubar sebelum berjalan. Dalam hatiku mengatakan bahwa Ella bukan sampah tapi hanya wanita yang kurang beruntung, pasti ada jalan untuk memperbaikinya.
Tepat tanggal 20 Juli aku bersedia jadi pacar Ella, dan berusaha menerima dia apa adanya. Seperti layaknya orang lain pacaran, penuh dengan kemesraan walau pun usiaku udah 30 tahun. Kami lebih sering pacaran lewat telpon dan sms, karena menjaga supaya bos Ella dan orang lain tidak tau dulu tentang hubungan ini.
Dua minggu kami lalui dengan cepat sampe akhirnya aku minta kejelasan hubungan segitiga ini.
“La, apa kita harus sembunyi terus?”, tanyaku
”Apa hanya begini sudah bisa membuatmu tenang?” lanjut aku sambil aku lihat matanya yang juga menatap wajahku.
”Trus aku harus bagaimana mas?”, dia balik tanya kepadaku.
”Apa kamu masih pergi dan berhubungan suami istri dengan bapak?”, tanyaku lagi.
”Aku nggak bisa menolaknya mas”.
”Kalo aku tolak dia akan curiga dan marah besar”, jawabnya.
Jawabannya seolah – olah meminta permakluman dariku. Tapi aku masih bisa mengalah karena bagaimana pun hubungan Ella dengan bosnya sudah kurang lebih 6 tahun, tidak mungkin perasaan bisa berubah dalam waktu singkat.
”Begini deh la, kamu coba menolak dan coba bisa berkata tidak”, jelasku.
”Boleh nggak aku minta sesuatu ke kamu, sebetulnya buat kamu bukan buat aku”, ucapku.
”Apa mas?”, tanya dia.
”Mau nggak kamu tutup auratmu, kamu kan wanita muslim lebih baik kamu pake jilbab”, jelasku.
”Aku belum bisa mas, aku masih merasa kotor”, jawab Ella.
”Trus kapan kamu mau bersih?” tanyaku lagi.
”Aku akan coba pake jilbab tapi nggak bisa dalam waktu dekat, aku juga perlu waktu mas”, ujar Ella.
”Aku senang dengarnya la, setidaknya ada niat kamu untuk menghidari dari hal – hal yang buruk”, kataku.
”Awal puasa nanti aku mau pake jilbabku mas”, jelas ella.
“Nggak kelamaan tuh?” tanyaku.
“Mas, aku akan berusaha jangan paksa aku gitu dong”, jawab dia.
“ Iya deh aku tunggu, tapi belajar untuk mengatakan tidak setiap kali diajak keluar yang tidak hubungannya dengan pekerjaan juga harus”, aku coba ingatkan dia lagi.
“Iya mas, aku akan coba itu”, jawab Ella.
Bersambung................................
Catatan Pribadi,Opini,Pandangan Hidup,Belajar Menulis Jujur dan Belajar Mentertawakan Diri Sendiri.
Kamis, 24 Januari 2008
Aku dan Ella ( bagian 1)
Ella memang jadi tulang punggung keluarganya sekarang, setelah bapaknya sering sakit – sakitan. Jadi apa yang dia bilang bahwa orang tuanya nggak mau membuatnya tidak nyaman, ya karna faktor ekonomi. Bosnya banyak memberi Ella dan keluarganya bantuan urusan materi. Kadang aku mau menyalahkan bosnya tapi tidak bisa juga karena itu semua sebuah kenyataan bahwa mereka saling membutuhkan.
Bosnya Ella sendiri mempunyai banyak masalah dengan keluarganya. Tapi niatku untuk “Saving Ella” harus trus jalan dengan tujuan yang aku rasa baik. Pernah aku tanya ke Ella, “Apa yang kamu cari itu materi?”. Dia jawab, “Bukan”.
Begitu komplek masalah nya, dia butuh perhatian dari seorang bapak tapi dia juga perlu bantuan untuk menghidupi keluarganya.
Juga pernah aku katakan sama Ella,” Kamu lebih baik jadi pelacur, mungkin kamu udah kaya sekarang”. Kata – kataku itu tidak membuatnya marah.
Malamnya aku masih berpikir apa yang akan aku jalani apa sudah benar? Pertanyaan yang terus ada di otakku. Ibuku belum tau siapa sebenarnya Ella, dia cuma tau kalo Ella itu sekretaris rekan kerjaku. Tapi adikku tau betul siapa Ella, karena adikku bergerak di bidang yang sama dengan aku. Jadi suatu hari adikku mulai curiga bahwa aku mulai dekat dengan Ella. Kritik pedas juga dia bilang ke aku, “ Aku nggak mau kalo sampe Ella jadi kakak iparnya”. Dan tambahnya, “Aku cuma mengakui kamu sebagai kakakku dan Ella bukan siapa – siapa”. Satu tantangan dari keluargaku mulai muncul ketika adikku sendiri tidak setuju dengan hubunganku dengan Ella. Sindiran adikku sangat keras dengan perumpaman yang jelas bahwa Ella itu sampah yang tidak pantas buat aku. Adikku bilang, “ Mas, kalo sampah itu akan tetap sampah walau pun kita pajang dia di ruang tamu di bingkai dengan kaca dan ditaruh diatas meja jati ukiran yang mahal sekali pun, orang akan tetap mengatakan itu sampah”.
Aku pun tidak bisa marah sama adikku, sebab aku pun yakin bahwa dia tidak ingin kakaknya salah pilih dan menyesai dikemudian hari.
Aku jawab keresahan adikku itu dengan halus dan penuh kesabaran,” Kamu tau nggak tidak ada satu wanita pun yang mau punya nasib sepeti dia”.
“Ini yang di sebut takdir, dan aku juga tidak bisa menolak kalo Ella itu harus jadi istriku, karena manusia Cuma bisa berencana dan Allah juga yang menentukan”, jawabku. Tapi adikku masih belum bisa terima apa yang aku sampaikan tapi kritik dan sindiran dari dia sudah mulai berkurang. “Terserah mas lah, aku Cuma bilangin aja”, adikku dengan nada kesal.
Tunggu Lanjutannya......................
Bosnya Ella sendiri mempunyai banyak masalah dengan keluarganya. Tapi niatku untuk “Saving Ella” harus trus jalan dengan tujuan yang aku rasa baik. Pernah aku tanya ke Ella, “Apa yang kamu cari itu materi?”. Dia jawab, “Bukan”.
Begitu komplek masalah nya, dia butuh perhatian dari seorang bapak tapi dia juga perlu bantuan untuk menghidupi keluarganya.
Juga pernah aku katakan sama Ella,” Kamu lebih baik jadi pelacur, mungkin kamu udah kaya sekarang”. Kata – kataku itu tidak membuatnya marah.
Malamnya aku masih berpikir apa yang akan aku jalani apa sudah benar? Pertanyaan yang terus ada di otakku. Ibuku belum tau siapa sebenarnya Ella, dia cuma tau kalo Ella itu sekretaris rekan kerjaku. Tapi adikku tau betul siapa Ella, karena adikku bergerak di bidang yang sama dengan aku. Jadi suatu hari adikku mulai curiga bahwa aku mulai dekat dengan Ella. Kritik pedas juga dia bilang ke aku, “ Aku nggak mau kalo sampe Ella jadi kakak iparnya”. Dan tambahnya, “Aku cuma mengakui kamu sebagai kakakku dan Ella bukan siapa – siapa”. Satu tantangan dari keluargaku mulai muncul ketika adikku sendiri tidak setuju dengan hubunganku dengan Ella. Sindiran adikku sangat keras dengan perumpaman yang jelas bahwa Ella itu sampah yang tidak pantas buat aku. Adikku bilang, “ Mas, kalo sampah itu akan tetap sampah walau pun kita pajang dia di ruang tamu di bingkai dengan kaca dan ditaruh diatas meja jati ukiran yang mahal sekali pun, orang akan tetap mengatakan itu sampah”.
Aku pun tidak bisa marah sama adikku, sebab aku pun yakin bahwa dia tidak ingin kakaknya salah pilih dan menyesai dikemudian hari.
Aku jawab keresahan adikku itu dengan halus dan penuh kesabaran,” Kamu tau nggak tidak ada satu wanita pun yang mau punya nasib sepeti dia”.
“Ini yang di sebut takdir, dan aku juga tidak bisa menolak kalo Ella itu harus jadi istriku, karena manusia Cuma bisa berencana dan Allah juga yang menentukan”, jawabku. Tapi adikku masih belum bisa terima apa yang aku sampaikan tapi kritik dan sindiran dari dia sudah mulai berkurang. “Terserah mas lah, aku Cuma bilangin aja”, adikku dengan nada kesal.
Tunggu Lanjutannya......................
Saving Ella ( Terakhir )
“Aku nggak tau lagi harus gimana mas?” kata Ella.
”Harus gimana, apa nya?” tanyaku.
"Sebenarnya hubungan aku dan bapak baik-baik aja, Cuma apa akan seperti ini terus".
”Mas, aku udah tau kalo apa yang ada sekarang Cuma mimpi yang nggak akan jadi kenyataan”, jelas Ella.
Sambil dengerin Ella cerita aku ingat pada suatu hari bos Ella pernah menunjukan pada ku sebuah sms dari Ella. Dan dengan rasa bangga "ini kalo mau baca", ujar bos Ella.
Isi sms itu,
Saya Cuma ingin membahagiakan bapak, Cuma itu yang saya ingin sekarang. Seutuhnya membuatmu bahagia. Saya tidak bisa melihatmu sedih dan menanggung beban sendirian. Itulah kenapa saya nggak bisa meninggalkan bapak. Seperti apapun bapak saya tetap mencintai bapak. Umur, kekayaan dan kedudukan itu sudah tidak penting bagiku. Saling memberi dan menerima itu sudah cukup bagiku.
"Mas kok diem sih", kata Ella
"Iya kan aku dengerin", kataku
"Serius, aku terusin ya?", suara Ella agak keras.
”Umurku sudah cukup untuk wanita memiliki kepastian dan bisa menentukan pilihan”, tambahnya lagi.
”Dimata keluargaku, aku jadi anak yang keras kepala selalu ngelawan nasehat ibuku, tapi itu bukan mauku mas”, lanjutnya.
”Apa keluargamu nggak tau yang sebenarnya?”, tanyaku lagi.
”Mungkin mereka bisa merasa tapi nggak mau membuat aku nggak nyaman dengan itu”.
”Kadang aku merasa bahwa gunjingan orang tentang hubuganku dengan bapak sudah sampe ke telinga mereka”, tambahnya lagi.
”Oh itu pasti”, jawabku.
”Aku aja tau itu dan banyak orang tau tapi mereka pura – pura tidak tau”, jelasku.
”Mas, aku capek kalo terus begini”.
”Aku pingin hidup normal seperti wanita seusiaku, berkeluarga, punya anak, ngurusin suami”, dengan mata mulai berembun air mata Ella berkata pada ku.
”Cuma mas harapanku untuk bisa merubah nasibku”, tambahnya lagi.
”Maaf ya la, aku belum bisa berpikir untuk memberi keputusan sekarang, aku minta waktu”, jawabku.
Aku berdiri dari kursi dan meminta pamit untuk pulang.
”La, aku pulang dulu ya”, kataku.
”Mas mau kan bantu aku untuk ini”, ucap Ella dengan penuh harap.
”Ini masalah hati la, jadi tidak bisa dipaksa”,jawabku.
Sambil keluar dari ruangannya aku sempatkan bersalaman dengan Ella. Dan diantarnya aku sampe depan kantornya.
”Sampe berapa lama aku tunggu jawabanmu mas?”tanya Ella.
“Kasih aku waktu beberapa hari”, jawabku.
Aku pun pulang ke kantor untuk menyelesaikan beberapa kerjaan yang belom selesai.
Dalam perjalan pulang aku berpikir keras, apa ini benar tulus Ella ingin mengakhiri semua? Apa sebuah jebakan yang memang dibuat untuk menutup hubungan Ella dan bosnya?
Pertanya itu aku hubungkan dengan beberapa kejadian yang aku tau persis, bahwa bos Ella tidak akan melepas Ella begitu saja bepergian dengan laki-laki walaupun masih familinya. Itu aku tau dan pernah terjadi didepanku rekanku itu marah kepada Ella didepanku untuk masalah seperti itu.
Apa kirannya perlu aku teruskan berjuang menyelamatkan Ella? Sampai apa aku berjuang kalo ini sebuah jebakan saja?
T A M A T
”Harus gimana, apa nya?” tanyaku.
"Sebenarnya hubungan aku dan bapak baik-baik aja, Cuma apa akan seperti ini terus".
”Mas, aku udah tau kalo apa yang ada sekarang Cuma mimpi yang nggak akan jadi kenyataan”, jelas Ella.
Sambil dengerin Ella cerita aku ingat pada suatu hari bos Ella pernah menunjukan pada ku sebuah sms dari Ella. Dan dengan rasa bangga "ini kalo mau baca", ujar bos Ella.
Isi sms itu,
Saya Cuma ingin membahagiakan bapak, Cuma itu yang saya ingin sekarang. Seutuhnya membuatmu bahagia. Saya tidak bisa melihatmu sedih dan menanggung beban sendirian. Itulah kenapa saya nggak bisa meninggalkan bapak. Seperti apapun bapak saya tetap mencintai bapak. Umur, kekayaan dan kedudukan itu sudah tidak penting bagiku. Saling memberi dan menerima itu sudah cukup bagiku.
"Mas kok diem sih", kata Ella
"Iya kan aku dengerin", kataku
"Serius, aku terusin ya?", suara Ella agak keras.
”Umurku sudah cukup untuk wanita memiliki kepastian dan bisa menentukan pilihan”, tambahnya lagi.
”Dimata keluargaku, aku jadi anak yang keras kepala selalu ngelawan nasehat ibuku, tapi itu bukan mauku mas”, lanjutnya.
”Apa keluargamu nggak tau yang sebenarnya?”, tanyaku lagi.
”Mungkin mereka bisa merasa tapi nggak mau membuat aku nggak nyaman dengan itu”.
”Kadang aku merasa bahwa gunjingan orang tentang hubuganku dengan bapak sudah sampe ke telinga mereka”, tambahnya lagi.
”Oh itu pasti”, jawabku.
”Aku aja tau itu dan banyak orang tau tapi mereka pura – pura tidak tau”, jelasku.
”Mas, aku capek kalo terus begini”.
”Aku pingin hidup normal seperti wanita seusiaku, berkeluarga, punya anak, ngurusin suami”, dengan mata mulai berembun air mata Ella berkata pada ku.
”Cuma mas harapanku untuk bisa merubah nasibku”, tambahnya lagi.
”Maaf ya la, aku belum bisa berpikir untuk memberi keputusan sekarang, aku minta waktu”, jawabku.
Aku berdiri dari kursi dan meminta pamit untuk pulang.
”La, aku pulang dulu ya”, kataku.
”Mas mau kan bantu aku untuk ini”, ucap Ella dengan penuh harap.
”Ini masalah hati la, jadi tidak bisa dipaksa”,jawabku.
Sambil keluar dari ruangannya aku sempatkan bersalaman dengan Ella. Dan diantarnya aku sampe depan kantornya.
”Sampe berapa lama aku tunggu jawabanmu mas?”tanya Ella.
“Kasih aku waktu beberapa hari”, jawabku.
Aku pun pulang ke kantor untuk menyelesaikan beberapa kerjaan yang belom selesai.
Dalam perjalan pulang aku berpikir keras, apa ini benar tulus Ella ingin mengakhiri semua? Apa sebuah jebakan yang memang dibuat untuk menutup hubungan Ella dan bosnya?
Pertanya itu aku hubungkan dengan beberapa kejadian yang aku tau persis, bahwa bos Ella tidak akan melepas Ella begitu saja bepergian dengan laki-laki walaupun masih familinya. Itu aku tau dan pernah terjadi didepanku rekanku itu marah kepada Ella didepanku untuk masalah seperti itu.
Apa kirannya perlu aku teruskan berjuang menyelamatkan Ella? Sampai apa aku berjuang kalo ini sebuah jebakan saja?
T A M A T
Saving Ella ( bag 3 )
Jam 9 lewat aku udah di kantor rekanku tempat Ella kerja jadi sekretaris. Langsung aku di sapa beberapa karyawan lain begitu masuk pintu kantor.
” Mas, bos lagi ke Jogja tuh”, salah satu karyawan ngasih tau aku.
” Iya mas, aku mau ketemu mbak Ella”, kataku. ”Apa udah dateng mas?” tanyaku ke karyawan tadi.
”Udah mas, masuk aja ke ruangannya”.
”Makasih mas”, jawabku sambil meninggalkan karyawan tadi.
Tok.....tok.....tok... suara pintu ruang Ella yang aku ketok.
”Iya masuk”, terdengar suara dari dalam.
”Eh mas, aku kira mas lupa”, basa – basi nya kelihatan dari senyumnya.
”Sori mas, aku tau kalo mas nggak bakal lupa, bab kalo lupa aku telpon”, katanya. ”Duduk mas, mau minum apa?” tanyanya lagi.
Aku Cuma diam lihat gayanya yang beda hari ini dibanding hari-hari sebelumnya.
”Eh mas, minum apa?” katanya lagi.
”Terserah lah asal jangan diracun”, jawabku.
”Kok gitu mas, apa aku ada tampang pembunuh”, ujar Ella.
Ella pun keluar ruangannya dan nggak lama kemudian dia masuk diikuti ob bawa dua cangkir teh hangat.
Setelah ob keluar aku langsung tanya ke Ella, “Mau kamu apasih?”.
“Aku mau mas jadi orang yang melindungi aku, orang yang bisa memberi aku harapan untuk hidup normal”.
Aku ingat satu file yang aku baca punya Ella, dan sampe hari ini dia belom tau kalo aku tau dari file yang aku temukan di flasdriveku.
Jadi aku tau maksud dari ucapan dia tadi, bahwa dia udah putus asa untuk minta kepastian dari bosnya untuk di nikahi.
Tunggu lanjutannya...........................
” Mas, bos lagi ke Jogja tuh”, salah satu karyawan ngasih tau aku.
” Iya mas, aku mau ketemu mbak Ella”, kataku. ”Apa udah dateng mas?” tanyaku ke karyawan tadi.
”Udah mas, masuk aja ke ruangannya”.
”Makasih mas”, jawabku sambil meninggalkan karyawan tadi.
Tok.....tok.....tok... suara pintu ruang Ella yang aku ketok.
”Iya masuk”, terdengar suara dari dalam.
”Eh mas, aku kira mas lupa”, basa – basi nya kelihatan dari senyumnya.
”Sori mas, aku tau kalo mas nggak bakal lupa, bab kalo lupa aku telpon”, katanya. ”Duduk mas, mau minum apa?” tanyanya lagi.
Aku Cuma diam lihat gayanya yang beda hari ini dibanding hari-hari sebelumnya.
”Eh mas, minum apa?” katanya lagi.
”Terserah lah asal jangan diracun”, jawabku.
”Kok gitu mas, apa aku ada tampang pembunuh”, ujar Ella.
Ella pun keluar ruangannya dan nggak lama kemudian dia masuk diikuti ob bawa dua cangkir teh hangat.
Setelah ob keluar aku langsung tanya ke Ella, “Mau kamu apasih?”.
“Aku mau mas jadi orang yang melindungi aku, orang yang bisa memberi aku harapan untuk hidup normal”.
Aku ingat satu file yang aku baca punya Ella, dan sampe hari ini dia belom tau kalo aku tau dari file yang aku temukan di flasdriveku.
Jadi aku tau maksud dari ucapan dia tadi, bahwa dia udah putus asa untuk minta kepastian dari bosnya untuk di nikahi.
Tunggu lanjutannya...........................
Saving Ella ( bag 2 )
Dalam otakku trus menyalahkan kenapa aku mau tau urusan orang. Tapi hatiku berkata lain, aku udah terlajur tau semua jadi harus aku selesaikan masalah Ella. "Saving Ella", aku harus jadi orang terdekat dia.
Akal dan hatiku perang, aku ingat kata orang bijak "ikuti kata hatimu". Suatu momen kebetulan pada waktu hampir bersamaan terjadilah konfik antara Ella dan bosnya. Konfik bukan hanya masalah pekerjaan tapi masalah pribadi yang utama. Aku diminta rekanku (bos Ella) untuk jadi penyampai pesan ke Ella. Lewat telpon, sms atau ngobrol langsung. aku pikir ini kesempatan untuk memulai "Saving Ella".
Kesempatan yang banyak untuk bicara membuat aku berani bilang kalo aku suka dia. Dan dengan sinis dia bilang kalo aku mau mempermainkan dia. Alasan dia karena aku tau banyak siapa dia sebenarnya.
Aku jadi harus pake strategi apa lagi, kali ini akalku menang karena didukung keadaan waktu itu karena penolakan Ella.
Niat ku untuk menyadarkan Ella, pupus dan aku mulai sibuk dengan kerjaanku lagi.
Sampe suatu malam Ella telpon ke hpku.
“Halo mas, aku nganggu gak?”suaranya seperti habis nangis.
“Nggak, ada apa?” jawabku.
“Aku pingin ngobrol mas, bisa ke rumahku nggak?”
“Inikan udah malem, oke deh aku telpon balik kamu” kataku trus aku tutup dan aku telpon balik dia.
“Halo”, suaraku di telpon
“Iya mas, aku lagi pusing”, jawab Ella.
“Kenapa sih, kamukan jarang pusing dan nggak pernah mau pusing”, kataku.
Suara tarikan nafas berat aku dengar dari mulutnya “Mas maukan beri aku kesempatan untuk jadi pacar mas”. Kaget aku denger itu, tapi aku coba santai seolah tanpa beban dan seolah – olah nggak butuh.
“Maaf la, aku laki-laki biasa untuk ditolak perempuan dan buat aku sekali di tolak ya udah, tidak ada kesempatan kedua’, jawabku tenang.
“Katanya mas mau bantu aku?’ dengan suara yang melemah.
“Iya, pasti aku bantu kalo bisa”, jawabku
“Mas, apa yang mas katakan bahwa aku perlu status, aku perlu kepastian itu memang tidak bisa diberi sama bapak (bosnya) dan tidak akan diberikan”, jelas Ella.
“Gini aja deh la, besok kita ketemu dikantormu ya”, kataku.
”Tapi apa bapak dikantor besok”,tanyaku lagi.
”Gak mas, bapak lagi ke Jogja, berangkat sore tadi dan pulang lusa”, jawabnya.
” Oke deh, besok pagi aku kekantormu
Lalu aku tutup telponnya.
Bersambung.....................................
Akal dan hatiku perang, aku ingat kata orang bijak "ikuti kata hatimu". Suatu momen kebetulan pada waktu hampir bersamaan terjadilah konfik antara Ella dan bosnya. Konfik bukan hanya masalah pekerjaan tapi masalah pribadi yang utama. Aku diminta rekanku (bos Ella) untuk jadi penyampai pesan ke Ella. Lewat telpon, sms atau ngobrol langsung. aku pikir ini kesempatan untuk memulai "Saving Ella".
Kesempatan yang banyak untuk bicara membuat aku berani bilang kalo aku suka dia. Dan dengan sinis dia bilang kalo aku mau mempermainkan dia. Alasan dia karena aku tau banyak siapa dia sebenarnya.
Aku jadi harus pake strategi apa lagi, kali ini akalku menang karena didukung keadaan waktu itu karena penolakan Ella.
Niat ku untuk menyadarkan Ella, pupus dan aku mulai sibuk dengan kerjaanku lagi.
Sampe suatu malam Ella telpon ke hpku.
“Halo mas, aku nganggu gak?”suaranya seperti habis nangis.
“Nggak, ada apa?” jawabku.
“Aku pingin ngobrol mas, bisa ke rumahku nggak?”
“Inikan udah malem, oke deh aku telpon balik kamu” kataku trus aku tutup dan aku telpon balik dia.
“Halo”, suaraku di telpon
“Iya mas, aku lagi pusing”, jawab Ella.
“Kenapa sih, kamukan jarang pusing dan nggak pernah mau pusing”, kataku.
Suara tarikan nafas berat aku dengar dari mulutnya “Mas maukan beri aku kesempatan untuk jadi pacar mas”. Kaget aku denger itu, tapi aku coba santai seolah tanpa beban dan seolah – olah nggak butuh.
“Maaf la, aku laki-laki biasa untuk ditolak perempuan dan buat aku sekali di tolak ya udah, tidak ada kesempatan kedua’, jawabku tenang.
“Katanya mas mau bantu aku?’ dengan suara yang melemah.
“Iya, pasti aku bantu kalo bisa”, jawabku
“Mas, apa yang mas katakan bahwa aku perlu status, aku perlu kepastian itu memang tidak bisa diberi sama bapak (bosnya) dan tidak akan diberikan”, jelas Ella.
“Gini aja deh la, besok kita ketemu dikantormu ya”, kataku.
”Tapi apa bapak dikantor besok”,tanyaku lagi.
”Gak mas, bapak lagi ke Jogja, berangkat sore tadi dan pulang lusa”, jawabnya.
” Oke deh, besok pagi aku kekantormu
Lalu aku tutup telponnya.
Bersambung.....................................
Saving Ella ( bag 1)
Aku sudah kenal lama dengan Ella hampir 2 tahun, tapi aku kenal dekat pada waktu Ella ulang tahun di bulan Juni. Ella sekretaris rekan kerjaku, manis dan enak di ajak bicara. Singkat cerita perkenalan yang cukup lama bikin aku kenal dia lumayan banyak.
Pada bulan juni tanpa sengaja ada file masuk ke flasdriveku, setelah aku tahu bahwa Ella sengaja memasukan file itu tapi untuk dipindah ke komputer dia dirumahnya. Flasdriveku di pinjam tapi dia lupa untuk menghapus filenya. Iya setelah aku baca aku baru tahu siapa sebenarnya Ella. Seperti apa yang dikatakan temen - temen kerjaku.
Jadi apa kata temen - temen dan banyak orang tentang Ella itu benar bahwa dia simpenan bosnya yang rekan kerjaku juga. Aku dan bosnya bekerja di bidang yang sama. Dalam file itu berisi harapan Ella, harapan seorang wanita biasa. Aku pun tanya ke rekan kerjaku "apa benar kalo Ella udah jadi istri?". Jawab rekanku "Iya, tapi belum aku nikahi". "trus apa namanya?" ujarku lagi. "Ya, kita meyakini aja kalo cinta kami cinta sejati, jadi resmi atau siri pun tidak" jawab rekanku. Rekanku kira -kira berumur 55 tahun sedangkan Ella 26 tahun.
Akhirnya rasa penasaranku untuk tau lebih jauh pun timbul kenapa Ella sampe seperti itu. Aku coba mencari informasi ke tetangga, temen sekolahnya dan sempat aku ketemu orang tuanya.
Ella itu wanita yang dibesarkan oleh ambisinya sendiri dan lingkungan yang mendukung dia seperti itu. Cita - citanya yang ingin menjadi wanita elegan, kaya dan di hormati. Kurang kasih sayang dari bapak sebagai pelindungnya membuat dia mencari figur bapak. Itu dia akui, dan bosnya yang dia kagumi dan dijadikan bapak.
"Kamu tau nggak La, kalo kamu tidak akan mendapat apa yang kami inginkan", kataku pada Ella. "Aku tau mas, setidaknya untuk saat ini aku udah merasakan itu",jawabnya. "Maksudmu apa?", tanya ku lagi.
"Aku udah menikmati hidup seperti ini, walau belum seutuhnya", jawabnya.
"Kamu tau apa yang kamu lakukan itu zina", kataku. "Dan kamu tau apa yang jadi beban kedua orang tuamu mendengar gunjingan tetangga dan orang-orang cerita tentang kamu"tambahku lagi. " Udahlah mas, kamu bukan siapa-siapaku jangan nasehati aku, aku capek dengernya!" jawabnya dengan marah.
Jawabannya penuh dengan pertanyaan besar buat aku dan aku berniat untuk menyadarkan Ella yang tadinya aku pikir konyol dan penuh resiko buat aku.
Tunggu lanjutannya................................
Pada bulan juni tanpa sengaja ada file masuk ke flasdriveku, setelah aku tahu bahwa Ella sengaja memasukan file itu tapi untuk dipindah ke komputer dia dirumahnya. Flasdriveku di pinjam tapi dia lupa untuk menghapus filenya. Iya setelah aku baca aku baru tahu siapa sebenarnya Ella. Seperti apa yang dikatakan temen - temen kerjaku.
Jadi apa kata temen - temen dan banyak orang tentang Ella itu benar bahwa dia simpenan bosnya yang rekan kerjaku juga. Aku dan bosnya bekerja di bidang yang sama. Dalam file itu berisi harapan Ella, harapan seorang wanita biasa. Aku pun tanya ke rekan kerjaku "apa benar kalo Ella udah jadi istri?". Jawab rekanku "Iya, tapi belum aku nikahi". "trus apa namanya?" ujarku lagi. "Ya, kita meyakini aja kalo cinta kami cinta sejati, jadi resmi atau siri pun tidak" jawab rekanku. Rekanku kira -kira berumur 55 tahun sedangkan Ella 26 tahun.
Akhirnya rasa penasaranku untuk tau lebih jauh pun timbul kenapa Ella sampe seperti itu. Aku coba mencari informasi ke tetangga, temen sekolahnya dan sempat aku ketemu orang tuanya.
Ella itu wanita yang dibesarkan oleh ambisinya sendiri dan lingkungan yang mendukung dia seperti itu. Cita - citanya yang ingin menjadi wanita elegan, kaya dan di hormati. Kurang kasih sayang dari bapak sebagai pelindungnya membuat dia mencari figur bapak. Itu dia akui, dan bosnya yang dia kagumi dan dijadikan bapak.
"Kamu tau nggak La, kalo kamu tidak akan mendapat apa yang kami inginkan", kataku pada Ella. "Aku tau mas, setidaknya untuk saat ini aku udah merasakan itu",jawabnya. "Maksudmu apa?", tanya ku lagi.
"Aku udah menikmati hidup seperti ini, walau belum seutuhnya", jawabnya.
"Kamu tau apa yang kamu lakukan itu zina", kataku. "Dan kamu tau apa yang jadi beban kedua orang tuamu mendengar gunjingan tetangga dan orang-orang cerita tentang kamu"tambahku lagi. " Udahlah mas, kamu bukan siapa-siapaku jangan nasehati aku, aku capek dengernya!" jawabnya dengan marah.
Jawabannya penuh dengan pertanyaan besar buat aku dan aku berniat untuk menyadarkan Ella yang tadinya aku pikir konyol dan penuh resiko buat aku.
Tunggu lanjutannya................................
Senin, 21 Januari 2008
Sebuah file Yang Aku Temukan
Suatu hari tanpa sengaja sebuah file masuk ke penyimpan fileku yang selalu aku bawa. Isinya sungguh sangat mengugah untuk tahu siapa gerangan penulis file ini. File yang diberi password membuat aku penasaran untuk membuka. Dan aku berhasil membuka passwordnya.
File yang berjudul "HARAPANKU" dan ini isinya:
Sebentuk harapan dan cita-cita yang belum bisa aku wujudkan di tahun yang lalu masih terus terbayang dalam angan-anganku. Bersama dengan waktu yang terus berjalan dan tak terasa hari ini hari Ulang Tahunku yang ke 26 Tahun. Usia yang harusnya sudah cukup matang menjadi seorang wanita. Tetapi aku masih belum cukup dewasa. Begitu banyak harap dan mimpi sampai tak satupun aku mampu meraihnya. Dengan segala kebodohan dan ketololanku semua berlalu begitu saja.
Begitu banyak hal yang terjadi selama ini ternyata tak mampu membuatku menjadi wanita yang tegar, kuat dan berkepribadian. Keadaan dan situasi yang terjadi tak mampu mendewasakanku. Aku tetap bodoh dan tolol. Aku tak punya sesuatu yang bisa dibanggakan. Didalam keluarga kini aku menjadi sosok yang angkuh, tapi sebaliknya di dalam pekerjaanku aku menjadi sosok yang begitu murahan dan tak punya harga diri.
Sebuah kata “ ISTRI “. Sudah begitu lama aku memimpikannya. Menjadi sosok istri yang sempurna. Namun sampai detik ini aku belum bisa mewujudkannya. Membentuk sebuah keluarga yang harmonis dan lengkap. Aku ingin menjadi seorang ibu dari anak-anak yang kulahirkan dan pendamping yang bisa dibanggakan suami. Aku kira itu mimpi semua wanita normal.
Menjadi istri ke dua, memang tak pernah terbayang sebelumnya. Terlebih menjadi istri ke dua yang hanya sebuah pengakuan. Ternyata begitu sulit untuk menjalaninya apalagi benar-benar bisa menerima dengan lapang dada. Ternyata tidak semudah yang dipikirkan. Cemburu, iri dan yang lebih buruk adalah merasa diperlakukan tidak adil. Sulit sekali untuk menempatkan diri. Kadang merasa tidak sanggup. Seandainya saja engkau mengerti tentang semua yang kurasakan ini, bahwa ini begitu membebaniku. Walau seharusnya saya tidak berburuk sangka tapi kenyataan memaksaku untuk berfikir demikian. Tidak ada hal lain selain ketidakadilan. Terserah orang berfikir apa tentang saya. Egois, keras kepala, tidak mau mengerti dan entah apa lagi. Saya tidak peduli…
Andai saja kita bisa berfikir sejalan, tentu bukan ini yang kurasakan. Tapi mungkin sebuah pernikahan adalah menyatukan dua hati yang berbeda agar bisa saling mengisi dan menerima kekurangan masing-masing. Kapan aku merasakan pernikahan yang sesungguhnya ?. Yang tak harus disembunyikan ataupun bersembunyi. Kenapa begitu sulit menuju sebuah pernikahan ?. Apa sebenarnya salah saya atau apa yang salah dalam diri saya ?. Begitu banyak pertanyaan yang tak terjawab.
Apa sih yang sebenarnya engkau pikirkan dan pertimbangkan ?. Kenapa tidak pernah ada jawaban yang tegas keluar dari mulutmu ?. Kenapa engkau gantung aku dalam sebuah penantian yang tak berujung ?. Atau sebenarnya engaku tidak pernah menginginkan hubungan ini ?. Hanya untuk having fan aja… Engkau tidak pernah memiliki kemantapan hati untuk memutuskan semua ini. Engkau membiarkan semua berjalan seiring dengan waktu yang tak pernah berhenti. Nggak punya arah dan tujuan. Engkau hanya punya keraguan dan ketakutan untuk memutuskan menikah dengan aku. Diakui ataupun tidak, itu hakmu.
Mungkin aku hanya memikirkan diri sendiri, tapi biarlah. Bukankah selama ini engkau tidak pernah mau jujur tentang keragu-raguanmu terhadap saya. Tapi akan sampai kapan ?. 6 tahun bukanlah waktu yang pendek untuk sebuah penantian. Tidakkah engkau mengerti hal itu ?. Atau engkau masih menunggu sampai keluargamu bisa menerima aku ?. Engkau pasti tau bahwa itu mustahil dan tak mungkin ?.
Aku minta komentar dari para pembaca baik cowok atau cewek kalo ada jeritan wanita seperti ini. File tidak saya edit sedikitpun ini asli dari apa yang aku dapat di flasdriveku.
File yang berjudul "HARAPANKU" dan ini isinya:
Sebentuk harapan dan cita-cita yang belum bisa aku wujudkan di tahun yang lalu masih terus terbayang dalam angan-anganku. Bersama dengan waktu yang terus berjalan dan tak terasa hari ini hari Ulang Tahunku yang ke 26 Tahun. Usia yang harusnya sudah cukup matang menjadi seorang wanita. Tetapi aku masih belum cukup dewasa. Begitu banyak harap dan mimpi sampai tak satupun aku mampu meraihnya. Dengan segala kebodohan dan ketololanku semua berlalu begitu saja.
Begitu banyak hal yang terjadi selama ini ternyata tak mampu membuatku menjadi wanita yang tegar, kuat dan berkepribadian. Keadaan dan situasi yang terjadi tak mampu mendewasakanku. Aku tetap bodoh dan tolol. Aku tak punya sesuatu yang bisa dibanggakan. Didalam keluarga kini aku menjadi sosok yang angkuh, tapi sebaliknya di dalam pekerjaanku aku menjadi sosok yang begitu murahan dan tak punya harga diri.
Sebuah kata “ ISTRI “. Sudah begitu lama aku memimpikannya. Menjadi sosok istri yang sempurna. Namun sampai detik ini aku belum bisa mewujudkannya. Membentuk sebuah keluarga yang harmonis dan lengkap. Aku ingin menjadi seorang ibu dari anak-anak yang kulahirkan dan pendamping yang bisa dibanggakan suami. Aku kira itu mimpi semua wanita normal.
Menjadi istri ke dua, memang tak pernah terbayang sebelumnya. Terlebih menjadi istri ke dua yang hanya sebuah pengakuan. Ternyata begitu sulit untuk menjalaninya apalagi benar-benar bisa menerima dengan lapang dada. Ternyata tidak semudah yang dipikirkan. Cemburu, iri dan yang lebih buruk adalah merasa diperlakukan tidak adil. Sulit sekali untuk menempatkan diri. Kadang merasa tidak sanggup. Seandainya saja engkau mengerti tentang semua yang kurasakan ini, bahwa ini begitu membebaniku. Walau seharusnya saya tidak berburuk sangka tapi kenyataan memaksaku untuk berfikir demikian. Tidak ada hal lain selain ketidakadilan. Terserah orang berfikir apa tentang saya. Egois, keras kepala, tidak mau mengerti dan entah apa lagi. Saya tidak peduli…
Andai saja kita bisa berfikir sejalan, tentu bukan ini yang kurasakan. Tapi mungkin sebuah pernikahan adalah menyatukan dua hati yang berbeda agar bisa saling mengisi dan menerima kekurangan masing-masing. Kapan aku merasakan pernikahan yang sesungguhnya ?. Yang tak harus disembunyikan ataupun bersembunyi. Kenapa begitu sulit menuju sebuah pernikahan ?. Apa sebenarnya salah saya atau apa yang salah dalam diri saya ?. Begitu banyak pertanyaan yang tak terjawab.
Apa sih yang sebenarnya engkau pikirkan dan pertimbangkan ?. Kenapa tidak pernah ada jawaban yang tegas keluar dari mulutmu ?. Kenapa engkau gantung aku dalam sebuah penantian yang tak berujung ?. Atau sebenarnya engaku tidak pernah menginginkan hubungan ini ?. Hanya untuk having fan aja… Engkau tidak pernah memiliki kemantapan hati untuk memutuskan semua ini. Engkau membiarkan semua berjalan seiring dengan waktu yang tak pernah berhenti. Nggak punya arah dan tujuan. Engkau hanya punya keraguan dan ketakutan untuk memutuskan menikah dengan aku. Diakui ataupun tidak, itu hakmu.
Mungkin aku hanya memikirkan diri sendiri, tapi biarlah. Bukankah selama ini engkau tidak pernah mau jujur tentang keragu-raguanmu terhadap saya. Tapi akan sampai kapan ?. 6 tahun bukanlah waktu yang pendek untuk sebuah penantian. Tidakkah engkau mengerti hal itu ?. Atau engkau masih menunggu sampai keluargamu bisa menerima aku ?. Engkau pasti tau bahwa itu mustahil dan tak mungkin ?.
Aku minta komentar dari para pembaca baik cowok atau cewek kalo ada jeritan wanita seperti ini. File tidak saya edit sedikitpun ini asli dari apa yang aku dapat di flasdriveku.
Mengenal teknologi rekayasa genetika
Kembali saya cuplik dari ibu Hiasinta Fransisca Jaqueline Motulo
Tugas Mata Kuliah Falsafah Sains (PPs 702)
Program Pasca Sarjana (S3)
Institut Pertanian Bogor
Juni 2002
Karena banyak rasa penasaran saya sendiri dan mungkin banyak pembaca.
Apa sih transgenik itu?
Teknologi rekayasa genetika merupakan transplantasi atau pencangkokan satu gen ke gen lainnya dimana dapat bersifat antar gen dan dapat pula lintas gen. Rakayasa genetika juga diartikan sebagai perpindahan gen. Misalnya gen pankreas babi ditransplantasikan ke bakteri Escheria coli sehingga dapat menghasilkan insulin dalam jumlah yang besar. Sebaliknya gen bakteri yang menghasilkan toksin pembunuh hama ditransplantasikan ke tanaman jagung maka akan diperoleh jagung transgenik yang tahan hama tanaman. Gen dari sel ambing susu domba ditransplantasikan ke sel telurnya sendiri yang kemudian ditumbuhkembangkan di dalam kandungan induknya sehingga lahirlah domba Dolly yang merupakan hewan kloning (cangkokan ) pertama di dunia. Demikian pula gen tomat ditransplantasikan ke ikan transgenik sehingga ikan menjadi tahan lama dan tidak cepat busuk dalam penyimpanan.
Rekayasa genetika dalam bibit pangan nabati telah berkembang dengan luas begitu pula produk rekayasa genetika pada hewan misalnya produksi hormon untk peningkatan kuantitas maupun kualitas dari pangan hewani. Dengan adanya produk-produk rekayasa genetika tersebut dapat dikatakan bahwa produk rekayasa genetika khususnya bahan pangan mengintroduksi unsur toksis, bahan-bahan asing dan berbagai sifat yang belum dapat dipastikan dan berbagai karakteristik lainnya. Oleh karena itu muncullah berbagai kekhawatiran dalam menggunakan dan mengkonsumsi bahan pangan transgenik. Kekhawatiran dapat bersifat ilmiah yang dibuktikan dengan berbagai hasil percobaan, tetapi ada pula kekhawatiran yang disebut kekhawtiran logika (public anxiety). Misalnya di Indonesia benalu kopi adalah obat untuk kanker sebab tanaman tersebut menjadi kanker pada tanaman kopi.
Ok .....................merdeka
Tugas Mata Kuliah Falsafah Sains (PPs 702)
Program Pasca Sarjana (S3)
Institut Pertanian Bogor
Juni 2002
Karena banyak rasa penasaran saya sendiri dan mungkin banyak pembaca.
Apa sih transgenik itu?
Teknologi rekayasa genetika merupakan transplantasi atau pencangkokan satu gen ke gen lainnya dimana dapat bersifat antar gen dan dapat pula lintas gen. Rakayasa genetika juga diartikan sebagai perpindahan gen. Misalnya gen pankreas babi ditransplantasikan ke bakteri Escheria coli sehingga dapat menghasilkan insulin dalam jumlah yang besar. Sebaliknya gen bakteri yang menghasilkan toksin pembunuh hama ditransplantasikan ke tanaman jagung maka akan diperoleh jagung transgenik yang tahan hama tanaman. Gen dari sel ambing susu domba ditransplantasikan ke sel telurnya sendiri yang kemudian ditumbuhkembangkan di dalam kandungan induknya sehingga lahirlah domba Dolly yang merupakan hewan kloning (cangkokan ) pertama di dunia. Demikian pula gen tomat ditransplantasikan ke ikan transgenik sehingga ikan menjadi tahan lama dan tidak cepat busuk dalam penyimpanan.
Rekayasa genetika dalam bibit pangan nabati telah berkembang dengan luas begitu pula produk rekayasa genetika pada hewan misalnya produksi hormon untk peningkatan kuantitas maupun kualitas dari pangan hewani. Dengan adanya produk-produk rekayasa genetika tersebut dapat dikatakan bahwa produk rekayasa genetika khususnya bahan pangan mengintroduksi unsur toksis, bahan-bahan asing dan berbagai sifat yang belum dapat dipastikan dan berbagai karakteristik lainnya. Oleh karena itu muncullah berbagai kekhawatiran dalam menggunakan dan mengkonsumsi bahan pangan transgenik. Kekhawatiran dapat bersifat ilmiah yang dibuktikan dengan berbagai hasil percobaan, tetapi ada pula kekhawatiran yang disebut kekhawtiran logika (public anxiety). Misalnya di Indonesia benalu kopi adalah obat untuk kanker sebab tanaman tersebut menjadi kanker pada tanaman kopi.
Ok .....................merdeka
Minggu, 20 Januari 2008
Hasil Polling Anda
Terima kasih buat semua yang udah ikut berpatisipasi polling mencarikan juduh buat aku.
Thank buat Dani dan Ella yang tidak keberatan untuk di polling...............merdeka
Buat para pemberi vote, pic 1 namanya Dani dan pic namanya Ella.
Pemberi suara sejumlah 16 suara
Perolehan Dani 10 suara (63%)
Sedangkan Ella 6 suara (27%)
Ini hasil pollingnya, nggak lama lagi akan ada profil dari mereka semua lengkap deh.
Thank sebesar-besarnya buat ono karsono buat idenya dan tutorialnya yang gratis, juga buat agus heri edittag untuk vote juga komentarnya. buat lasyabutik / lilik / anastasiarta (ajeng) / gopaan / yani sugiri / m2m / bilal / bayu borza-one aduh nggak hapal semua tapi tetap thank u lah...............merdeka
Thank buat Dani dan Ella yang tidak keberatan untuk di polling...............merdeka
Buat para pemberi vote, pic 1 namanya Dani dan pic namanya Ella.
Pemberi suara sejumlah 16 suara
Perolehan Dani 10 suara (63%)
Sedangkan Ella 6 suara (27%)
Ini hasil pollingnya, nggak lama lagi akan ada profil dari mereka semua lengkap deh.
Thank sebesar-besarnya buat ono karsono buat idenya dan tutorialnya yang gratis, juga buat agus heri edittag untuk vote juga komentarnya. buat lasyabutik / lilik / anastasiarta (ajeng) / gopaan / yani sugiri / m2m / bilal / bayu borza-one aduh nggak hapal semua tapi tetap thank u lah...............merdeka
Jumat, 18 Januari 2008
Sebuah Catatan Orang Bodoh
Kesempurnaan dalam hidup adalah tujuan banyak manusia di dunia, namun hanya beberapa yang dapat kan. Usaha, kerja keras, doa serta satu keberuntungan untuk jadi sempurna.
Banyak hal yang dapat kita ambil dalam perjalanan hidup ini, tapi masih saja ada rasa kurang dan akan selalu kurang untuk bisa sempurna. “Pengalaman adalah guru yang paling baik”, itu peri bahasa yang di jadikan dasar kita untuk menentukan pilihan - pilihan dalam hidup kita. Hanya keledai yang bisa jatuh pada lubang yang sama, keledai diartikan hewan yang sangat bodoh. Kita juga pernah merasakan keterpurukan dan ketidak berdayaan untuk bisa menentukan pilihan kita. Tekanan yang membuat kita jadi keledai, tekanan yang membuat kita tidak punya malu, tekanan yang bikin kita selalu salah.
Menjadi tua itu kewajiban yang harus dilalui semua manusia hidup, tapi menjadi dewasa itu pilihan. Dewasa itu belum tentu tua, dan tua itu belum tentu dewasa kira - kira itu artinya. Umur manusia pasti ada batasnya, kesempurnaan yang akan kita capai ada tingkatannya. Untuk anak, remaja, dewasa dan orang tua, ini tingkatan - tingkatan menurut umur. Kesempurnaan apa yang di inginkan manusia dewasa? Kebebasan mementukan pilihan, mendapatkan penghasilan untuk dirinya sendiri, mendapatkan pendamping hidup, mempunyai keturunan dan banyak lagi ini juga pengaruh dari tingkatan dibawahnya. Pernah dengar ada orang yang bilang “masa kecil kurang bahagia”, itu satu dari ketidak sempurnaan tingkat anak yang mempengaruhi sampai dewasa. Kecil bahagia, remaja foya - foya, tua kaya raya dan mati masuk surga, itu pernah aku baca di kaos oblong. Aku sendiri sering merasa bahwa ada banyak hal yang belum bisa dicapai pada umurku sekarang ini. Banyak kekurangan yang selalu aku cari apa penyebabnya dan jalan keluarnya.
Tulisan ini bentuk dialog batinku sendiri dalam menjalani hidup, kadang aku malu untuk mengakui kekuranganku sendiri. Itu manusiawi dan semua orang juga seperti aku, tapi aku lebih bisa enjoy dengan menulis semua kebodohanku sendiri. Satu kebodohan yang aku rasakan saat ini adalah memaksa orang lain itu mengerti aku, bahwa tujuanku baik tidak pernah sedikit pun niat untuk menyakiti orang itu.
Kejujuran dan keiklasan memang selalu ditanyakan, padahal itu bisa dilihat dan dirasa tanpa harus ditanyakan apa lagi di sumpah. Kejujuran dan keiklasan hanya kita dan tuhan lah yang tahu. Aku tidak pernah bercita - cita jadi super hero, hanya hati yang aku dengar sekarang karena telinga dan otakku sudah diracuni banyak orang yang tidak suka dengan keiklasanku.
Dan aku tidak mau lagi jadi orang bodoh yang memaksa ingin di mengerti oleh orang lain.
Banyak hal yang dapat kita ambil dalam perjalanan hidup ini, tapi masih saja ada rasa kurang dan akan selalu kurang untuk bisa sempurna. “Pengalaman adalah guru yang paling baik”, itu peri bahasa yang di jadikan dasar kita untuk menentukan pilihan - pilihan dalam hidup kita. Hanya keledai yang bisa jatuh pada lubang yang sama, keledai diartikan hewan yang sangat bodoh. Kita juga pernah merasakan keterpurukan dan ketidak berdayaan untuk bisa menentukan pilihan kita. Tekanan yang membuat kita jadi keledai, tekanan yang membuat kita tidak punya malu, tekanan yang bikin kita selalu salah.
Menjadi tua itu kewajiban yang harus dilalui semua manusia hidup, tapi menjadi dewasa itu pilihan. Dewasa itu belum tentu tua, dan tua itu belum tentu dewasa kira - kira itu artinya. Umur manusia pasti ada batasnya, kesempurnaan yang akan kita capai ada tingkatannya. Untuk anak, remaja, dewasa dan orang tua, ini tingkatan - tingkatan menurut umur. Kesempurnaan apa yang di inginkan manusia dewasa? Kebebasan mementukan pilihan, mendapatkan penghasilan untuk dirinya sendiri, mendapatkan pendamping hidup, mempunyai keturunan dan banyak lagi ini juga pengaruh dari tingkatan dibawahnya. Pernah dengar ada orang yang bilang “masa kecil kurang bahagia”, itu satu dari ketidak sempurnaan tingkat anak yang mempengaruhi sampai dewasa. Kecil bahagia, remaja foya - foya, tua kaya raya dan mati masuk surga, itu pernah aku baca di kaos oblong. Aku sendiri sering merasa bahwa ada banyak hal yang belum bisa dicapai pada umurku sekarang ini. Banyak kekurangan yang selalu aku cari apa penyebabnya dan jalan keluarnya.
Tulisan ini bentuk dialog batinku sendiri dalam menjalani hidup, kadang aku malu untuk mengakui kekuranganku sendiri. Itu manusiawi dan semua orang juga seperti aku, tapi aku lebih bisa enjoy dengan menulis semua kebodohanku sendiri. Satu kebodohan yang aku rasakan saat ini adalah memaksa orang lain itu mengerti aku, bahwa tujuanku baik tidak pernah sedikit pun niat untuk menyakiti orang itu.
Kejujuran dan keiklasan memang selalu ditanyakan, padahal itu bisa dilihat dan dirasa tanpa harus ditanyakan apa lagi di sumpah. Kejujuran dan keiklasan hanya kita dan tuhan lah yang tahu. Aku tidak pernah bercita - cita jadi super hero, hanya hati yang aku dengar sekarang karena telinga dan otakku sudah diracuni banyak orang yang tidak suka dengan keiklasanku.
Dan aku tidak mau lagi jadi orang bodoh yang memaksa ingin di mengerti oleh orang lain.
Rabu, 16 Januari 2008
Bahayakah Tumbuhan Transgenik?
Kedelai sangat langka oh maaf bukan langka tetapi mahal. Para pengerajin tahu dan tempe menegeluh nggak bisa beli kedelai sebagai bahan pokoknya. Kedelai sekarang naik kira-kira 100% dari harga sebelumnya. Luar bisa, masyarakat Indonesia yang sebagian menempatkan tahu atau tempe sebagai menu makan utama sehari-hari harus mencari menu makan utama alternatif kalo nanti harga tempe dan tahu lebih mahal dari daging sapi atau ayam.
Tapi lepas dari semua itu, yang baru saya tahu bahwa selama ini negara kita import kedelai Amerika. Amerika yang pada tahun 90 an pernah di tentang masyarakatnya dengan tanaman transgeniknya. Apa sih tanaman transgenik?
Saya sengaja mencuplik tugas dan sudah minta ijin kepada ibu Hiasinta Fransisca Jaqueline Motulo melalui emainya hiasinta_motulo@yahoo.com
Pada Tugas Mata Kuliah Falsafah Sains (PPs 702)
Program Pasca Sarjana (S3)
Institut Pertanian Bogor
Juni 2002
Berbahayakah Tanaman Transgenik?
Selama produk rekayasa tanaman transgenik dilakukan dengan memasukkan prinsip-prinsip etika moral maka tanaman transgenik tersebut tidak berbahaya bagi konsumen. Sebagai contoh, di Indonesia pada awal tahun 2001 dihebohkan dengan kasus penyedap rasa (monosodium glutamat) yang diproduksi dengan menggunakan enzim yang diisolasi dari gen babi yang haram hukumnya bagi mereka yang menganut agama Islam. Hal ini dapat dikategorikan sebagai kekhawatiran yang berdampak negatif mengkonsumsi bahan transgenik terhadap gangguan etis dan agama.
Di Indonesia sampai saat ini belum ada lagi laporan ilmiah yang telah dibuktikan menyatakan bahwa mengkonsumsi pangan transgenik menyebabkan gangguan kesehatan selain reaksi alergis (hal inipun gen dan produknya telah ditarik dari persedaran) maka dapat dikatakan pada saat ini pangan transgenik belum berbahaya bagi kesehatan.
Di luar negeri telah dikeluarkan petunjuk dan rekomendasi mengenai bioteknologi dan keamanan pangan. Misalnya di Amerika Serikat keamanan pangan termasuk produk rekayasa genetika ditangani oleh suatu badan yaitu Food and Drug Administration (FDA) . Badan ini membuat pedoman keamanan pangan yang bertujuan untuk memberikan kepastian bahwa produk baru (termasuk yang berasal dari hasil rekayasa genetika) sebelum dikomersialkan produk tersebut harus aman untuk dikonsumsi dan masalah keamanan pangan harus dukendalikan dengan baik. FDA akan melakukan telaah ulang terhadap produk asal tanaman transgenik apabila terdapat pengeluhan atau pengaduan dari publik yang disertai dengan data yang bersifat ilmiah. Gen yang ditransfer pada tanaman menghasilkan tanaman transgenik oleh FDA disepadankan dengan food additive yang dievaluasi secara substansi sepadan. Apabila bahan pangan baru diketahui secara substansial sepadan dengan bahan pangan yang telah ada, maka ketentuan keamanan bahan pangan tersebut sama dengan ketentuan bahan pangan aslinya. Kesepadanan substansial ditentukan berdasarkan : sifat fenotipik, Karekteristik molekuler, analisis kandungan nutrisi, sifat potensial toksisitas dan non-toksisitas, sifat alergen dan non-alergen, penggunaan kategori generaly regarded as save (GRAS) dan tidak melakukan pelabelan bahan pangan yang berasal dari tanaman transgenik.
Kelompok konsidarasi dari badan international dunia Food and Agriculture Organization (FAO) memberikan beberapa petunjuk dan rekomendasi mengenai bioteknologi dan keamanan pangan, yaitu :
1. Peraturan mengenai keamanan pangan yang komprehensif dan diterapkan dengan baik merupakan hal yang penting untuk melindungi kesehatan konsumen dimana semua negara harus dapat menempatkan peraturan tersebut seimbang dengan perkembangan teknologi.
2. Penilaian kesamaan untuk produk rekayasa genetika hendaknya berdasarkan konsep substansial equivalen.
3. Pemindahan gen dari pangan yang menyebabkan alergi hendaknya dihindari kecuali telah terbukti bahwa gen yang dipindahkan tidak menunjukkan alergi.
4. Pemindahan gen dari bahan pangan yang mengandung alergen ke organisme lain tidak boleh dikomersialkan.
5. Senyawa alergen pangan dan sifat dari alergen yang menetapkan immuno genicity dianjurkan untuk diidentifikasi.
6. FAO akan mengadakan lokakarya untuk membahas dan memutuskan bilamana ada beberapa gen marka ketahanan antibiotik yang harus dihindarkan dari tanaman pangan komersial.
7. Perlu ada pangkalan data (data base) tentang pangan dari tanaman, mikroorganisme pangan, dan pakan.
8. Validasi metoda sangat diperlukan
9. Negara berkembang harus dibantu dalam pendidikan dan pelatihan tentang keamanan pangan dan komponen pangan yang ditimbulkan oleh modifikasi genetik
10. Perlu ditingkatkan riset untuk pengembangan metode untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan penilaian keamanan pangan unt8uk produk rekayasa genetik..
Di Indonesia sendiri dalam rangka pengaturan keamanan hayati dan keamanan pangan suatu produk pertanian hasil rekayasa genetik sperti tanaman transgenik telah dikeluarkan Keputusan bersama Menteeri Pertanian, Menteri Kehutanan dan Perkebunan, Menteri Kesehatandan Menteri Negara Pangan dan Hortikultura tentang Keamanan Hayati dan Keamanan Pangan Produk Pertanian Hasil Rekayasa Genetika Tanaman.No.998.I/Kpts/OT.210/9/99;790.a/Kptrs-IX/1999; 1145A/MENKES/SKB/IX/ 199 ; 015A/Nmeneg PHOR/09/1999. Kepusan ini dimaksudkan untuk mengatur dan mengawasi keamanan hayati dan keamanan pangan pemanfaatan produk pertanian hasil rekayasa genetika agar tidak merugikan, mengganggu dan membahayakan kesehatan manusia, keaneka-ragtaman hayati dan lingkungan. Tanggapan masyarakat dalam menyikapi produk bioteknologi beraneka ragam sesuai dengan informasi yang didapatnya. Umumnya mengambil sikap anti dan tidak menerima tapi sebaliknya ada yang menerima dan ada juga yang menerima tapi dengan kehati-hatian.
Kabarkan pada yang lain...............................
Tapi lepas dari semua itu, yang baru saya tahu bahwa selama ini negara kita import kedelai Amerika. Amerika yang pada tahun 90 an pernah di tentang masyarakatnya dengan tanaman transgeniknya. Apa sih tanaman transgenik?
Saya sengaja mencuplik tugas dan sudah minta ijin kepada ibu Hiasinta Fransisca Jaqueline Motulo melalui emainya hiasinta_motulo@yahoo.com
Pada Tugas Mata Kuliah Falsafah Sains (PPs 702)
Program Pasca Sarjana (S3)
Institut Pertanian Bogor
Juni 2002
Berbahayakah Tanaman Transgenik?
Selama produk rekayasa tanaman transgenik dilakukan dengan memasukkan prinsip-prinsip etika moral maka tanaman transgenik tersebut tidak berbahaya bagi konsumen. Sebagai contoh, di Indonesia pada awal tahun 2001 dihebohkan dengan kasus penyedap rasa (monosodium glutamat) yang diproduksi dengan menggunakan enzim yang diisolasi dari gen babi yang haram hukumnya bagi mereka yang menganut agama Islam. Hal ini dapat dikategorikan sebagai kekhawatiran yang berdampak negatif mengkonsumsi bahan transgenik terhadap gangguan etis dan agama.
Di Indonesia sampai saat ini belum ada lagi laporan ilmiah yang telah dibuktikan menyatakan bahwa mengkonsumsi pangan transgenik menyebabkan gangguan kesehatan selain reaksi alergis (hal inipun gen dan produknya telah ditarik dari persedaran) maka dapat dikatakan pada saat ini pangan transgenik belum berbahaya bagi kesehatan.
Di luar negeri telah dikeluarkan petunjuk dan rekomendasi mengenai bioteknologi dan keamanan pangan. Misalnya di Amerika Serikat keamanan pangan termasuk produk rekayasa genetika ditangani oleh suatu badan yaitu Food and Drug Administration (FDA) . Badan ini membuat pedoman keamanan pangan yang bertujuan untuk memberikan kepastian bahwa produk baru (termasuk yang berasal dari hasil rekayasa genetika) sebelum dikomersialkan produk tersebut harus aman untuk dikonsumsi dan masalah keamanan pangan harus dukendalikan dengan baik. FDA akan melakukan telaah ulang terhadap produk asal tanaman transgenik apabila terdapat pengeluhan atau pengaduan dari publik yang disertai dengan data yang bersifat ilmiah. Gen yang ditransfer pada tanaman menghasilkan tanaman transgenik oleh FDA disepadankan dengan food additive yang dievaluasi secara substansi sepadan. Apabila bahan pangan baru diketahui secara substansial sepadan dengan bahan pangan yang telah ada, maka ketentuan keamanan bahan pangan tersebut sama dengan ketentuan bahan pangan aslinya. Kesepadanan substansial ditentukan berdasarkan : sifat fenotipik, Karekteristik molekuler, analisis kandungan nutrisi, sifat potensial toksisitas dan non-toksisitas, sifat alergen dan non-alergen, penggunaan kategori generaly regarded as save (GRAS) dan tidak melakukan pelabelan bahan pangan yang berasal dari tanaman transgenik.
Kelompok konsidarasi dari badan international dunia Food and Agriculture Organization (FAO) memberikan beberapa petunjuk dan rekomendasi mengenai bioteknologi dan keamanan pangan, yaitu :
1. Peraturan mengenai keamanan pangan yang komprehensif dan diterapkan dengan baik merupakan hal yang penting untuk melindungi kesehatan konsumen dimana semua negara harus dapat menempatkan peraturan tersebut seimbang dengan perkembangan teknologi.
2. Penilaian kesamaan untuk produk rekayasa genetika hendaknya berdasarkan konsep substansial equivalen.
3. Pemindahan gen dari pangan yang menyebabkan alergi hendaknya dihindari kecuali telah terbukti bahwa gen yang dipindahkan tidak menunjukkan alergi.
4. Pemindahan gen dari bahan pangan yang mengandung alergen ke organisme lain tidak boleh dikomersialkan.
5. Senyawa alergen pangan dan sifat dari alergen yang menetapkan immuno genicity dianjurkan untuk diidentifikasi.
6. FAO akan mengadakan lokakarya untuk membahas dan memutuskan bilamana ada beberapa gen marka ketahanan antibiotik yang harus dihindarkan dari tanaman pangan komersial.
7. Perlu ada pangkalan data (data base) tentang pangan dari tanaman, mikroorganisme pangan, dan pakan.
8. Validasi metoda sangat diperlukan
9. Negara berkembang harus dibantu dalam pendidikan dan pelatihan tentang keamanan pangan dan komponen pangan yang ditimbulkan oleh modifikasi genetik
10. Perlu ditingkatkan riset untuk pengembangan metode untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan penilaian keamanan pangan unt8uk produk rekayasa genetik..
Di Indonesia sendiri dalam rangka pengaturan keamanan hayati dan keamanan pangan suatu produk pertanian hasil rekayasa genetik sperti tanaman transgenik telah dikeluarkan Keputusan bersama Menteeri Pertanian, Menteri Kehutanan dan Perkebunan, Menteri Kesehatandan Menteri Negara Pangan dan Hortikultura tentang Keamanan Hayati dan Keamanan Pangan Produk Pertanian Hasil Rekayasa Genetika Tanaman.No.998.I/Kpts/OT.210/9/99;790.a/Kptrs-IX/1999; 1145A/MENKES/SKB/IX/ 199 ; 015A/Nmeneg PHOR/09/1999. Kepusan ini dimaksudkan untuk mengatur dan mengawasi keamanan hayati dan keamanan pangan pemanfaatan produk pertanian hasil rekayasa genetika agar tidak merugikan, mengganggu dan membahayakan kesehatan manusia, keaneka-ragtaman hayati dan lingkungan. Tanggapan masyarakat dalam menyikapi produk bioteknologi beraneka ragam sesuai dengan informasi yang didapatnya. Umumnya mengambil sikap anti dan tidak menerima tapi sebaliknya ada yang menerima dan ada juga yang menerima tapi dengan kehati-hatian.
Kabarkan pada yang lain...............................
Senin, 14 Januari 2008
Coba fitur baru (Polling)
Ikutan polling dong.................
Kasih jawaban anda untuk polling gambar dua cewek samping kanan bawah.
Tolong bantu saya untuk memilih jodoh......................... :)
Terimakasih untuk keikutsertaan anda.
Semoga Tuhan membalas kebaikan hati anda.
Hanya sampai 20 Januari 2008
Kasih jawaban anda untuk polling gambar dua cewek samping kanan bawah.
Tolong bantu saya untuk memilih jodoh......................... :)
Terimakasih untuk keikutsertaan anda.
Semoga Tuhan membalas kebaikan hati anda.
Hanya sampai 20 Januari 2008
Hidup, Semangat dan Keberanian
Sering kita dengar tentang kata semangat hidup dan keberanian hidup. Coba kita uaraikan tentang arti diatas. Hidup merupakan fase/proses alamiah yang dialami manusia menuju mati. Dari mulai janin dalam perut ibu hingga keluar menjadi anak manusia, kita melewati masa anak-anak, remaja, dewasa dan tua. Semua itu disebut kehidupan yang kita sendiri tidak tahu untuk apa kita hidup. Semua berjalan terus dan yang lalu tidak mungkin kembali. Penyesalan pasti ada, kenapa aku dilahirkan? Kenapa aku tumbuh dewasa? Dan kenapa aku menjadi tua? Pertanyaan yang tentu tidak memerlukan jawaban yang cepat. Semua pertanyaan itu timbul, bisa jadi karena beban masalah yang dihadapi. Setiap manusia mampunyai tingkat masalah yang beragam dan cara penyelsaian yang beragam pula.
Tidak ingin mengurui, sebenarnya kita harus punya misi dan visi yang jelas dalam hidup. Apa misi kita dan visi kita. Kalau semua telah kita paham betul maka tidak lagi kita merasa bingung menghadapi hidup. Keyakinan sebagai modal awal kita berjuang di dalam hidup ini. Keyakinan akan membawa kita pada suatu kaca pembeda yang besar, kita bisa membedakan baik dan buruk, salah dan benar, hitam dan putih, dan sebaginyaSemangat merupakan dorongan kita untuk mencapai visi kita. Ibaratkan kita bepergian , semangat merupakan bekal, walau pun tujuan jelas dan tempat yang akan kita capai menyenangkan tetapi bila bekal kurang, ya semua serasa sia-sia.
Semangat yang ada dalam diri akan menumbuhkan keberanian. Keberanian yang besar tanpa ada keragu-raguan. Keberanian sering dikaitkan dengan kekuatan fisik atau menjadi pahlawan. Sebenarnya keberanian memiliki makna yang luas.
Berilah arti dalam hidup kita, baik untuk kita sendiri, orang disekitar kita, agama, bangsa atau pun negara. Karena bila kita telah mendapatkan arti maka kita akan berusaha terus dan terus mengisi hidup ini.
Hidup yang kita sendiri tidak tahu sampai kapan...................
Tidak ingin mengurui, sebenarnya kita harus punya misi dan visi yang jelas dalam hidup. Apa misi kita dan visi kita. Kalau semua telah kita paham betul maka tidak lagi kita merasa bingung menghadapi hidup. Keyakinan sebagai modal awal kita berjuang di dalam hidup ini. Keyakinan akan membawa kita pada suatu kaca pembeda yang besar, kita bisa membedakan baik dan buruk, salah dan benar, hitam dan putih, dan sebaginyaSemangat merupakan dorongan kita untuk mencapai visi kita. Ibaratkan kita bepergian , semangat merupakan bekal, walau pun tujuan jelas dan tempat yang akan kita capai menyenangkan tetapi bila bekal kurang, ya semua serasa sia-sia.
Semangat yang ada dalam diri akan menumbuhkan keberanian. Keberanian yang besar tanpa ada keragu-raguan. Keberanian sering dikaitkan dengan kekuatan fisik atau menjadi pahlawan. Sebenarnya keberanian memiliki makna yang luas.
Berilah arti dalam hidup kita, baik untuk kita sendiri, orang disekitar kita, agama, bangsa atau pun negara. Karena bila kita telah mendapatkan arti maka kita akan berusaha terus dan terus mengisi hidup ini.
Hidup yang kita sendiri tidak tahu sampai kapan...................
Minggu, 13 Januari 2008
Bila Sensor Film Nggak Ada
Bila sensor film Indonesia nggak ada apa yang akan terjadi?
Jawabannya :
1. Akan banyak demo
2. Banyak film yang lebih mementingkan komersil dari pada Edukasi
3. Banyak bintang film panas
4. Film akan jadi alat/ kendaraan politik poropaganda
5. Seni akan berganti kepentingan sesaat
Maaf itu hanya ketakutan saya, yang cukup beralasan sebab banyak sudah film amatir (fulgar) yang dibuat dengan sengaja atau tidak beredar di dunia maya. Justru laku keras dan banyak dicara para peminat yang hampir rata-rata generasi muda.
Mungkin saya terlalu sempit mengartikan kedatangan para sineas muda dan artis-artis film kita ke Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu.
Menurut saya sensor akan hilang bila kesadaran dan kemampuan masyarakat bangsa ini untuk menilai pantas atau tidak sebuah tontonan untuk di lihat. Bernilai atau tidak sebuah tontonan yang tidak ada misi kecuali hanya mengejar nilai komersial.
Tugas para sineas dan artis sebagai pabluk figur dunia hiburan mengemban tugas merubah dengan memberi contoh yang baik dan mengembangkan bakat berkesenian yang santun dan beretika. Bukan cuma itu tontonan yang berbentuk tuntunan juga perlu bukan hanya tanggung jawab negara tapi sebagai bagian masyarakat seni juga punya tanggung jawab.
Yang tidak pernah terpikirkan bahwa perfilman kita sudah banyak merubah banyak sisi kehidupan dan gaya hidup masyarakat kita. Satu contoh film sukses beberapa tahun lalu "Ada Apa Dengan Cinta", telah merubah gaya hidup pelajar SMU khususnya di kota besar. Pelajar SMU sekarang belum keren kalo belum bawa mobil ke sekolah, ini fenomena baru. Dan banyak pelajar yang sampe telat bayar uang sekolah hanya mengejar mode dengan ganti HP seri terbaru.
Ini menjadi tanggung jawab siapa?
Jawabannya :
1. Akan banyak demo
2. Banyak film yang lebih mementingkan komersil dari pada Edukasi
3. Banyak bintang film panas
4. Film akan jadi alat/ kendaraan politik poropaganda
5. Seni akan berganti kepentingan sesaat
Maaf itu hanya ketakutan saya, yang cukup beralasan sebab banyak sudah film amatir (fulgar) yang dibuat dengan sengaja atau tidak beredar di dunia maya. Justru laku keras dan banyak dicara para peminat yang hampir rata-rata generasi muda.
Mungkin saya terlalu sempit mengartikan kedatangan para sineas muda dan artis-artis film kita ke Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu.
Menurut saya sensor akan hilang bila kesadaran dan kemampuan masyarakat bangsa ini untuk menilai pantas atau tidak sebuah tontonan untuk di lihat. Bernilai atau tidak sebuah tontonan yang tidak ada misi kecuali hanya mengejar nilai komersial.
Tugas para sineas dan artis sebagai pabluk figur dunia hiburan mengemban tugas merubah dengan memberi contoh yang baik dan mengembangkan bakat berkesenian yang santun dan beretika. Bukan cuma itu tontonan yang berbentuk tuntunan juga perlu bukan hanya tanggung jawab negara tapi sebagai bagian masyarakat seni juga punya tanggung jawab.
Yang tidak pernah terpikirkan bahwa perfilman kita sudah banyak merubah banyak sisi kehidupan dan gaya hidup masyarakat kita. Satu contoh film sukses beberapa tahun lalu "Ada Apa Dengan Cinta", telah merubah gaya hidup pelajar SMU khususnya di kota besar. Pelajar SMU sekarang belum keren kalo belum bawa mobil ke sekolah, ini fenomena baru. Dan banyak pelajar yang sampe telat bayar uang sekolah hanya mengejar mode dengan ganti HP seri terbaru.
Ini menjadi tanggung jawab siapa?
Rasa Kemanusiaan
Masih ada kaitannya dengan sakitnya Orang Nomor satu di Era Orde Baru " Soeharto". Berita paling sering sekarang di media pemberitaan Indonesia masih tentang kesehatan Soeharto hampir setiap jam ada. Sebetulnya tanda - tanda
Soehartoisme sudah ada dan akan berkembang seiring waktu berjalan. Ini bukan "isme"
yang tidak perlu ditakuti dan diredam. Bagaimanapun masih banyak dari masyarakat di
negara ini yang kagum dan bangga dengan beliu.
Dalam keadaan yang kritis banyak pejabat dan orang penting datang menjenguk tanpa kejelasan niat sesungguhnya, ingin melihat dan mendoakan atau hanya ingin "..........................."
Itu nggak jadi soal, tapi pemberitaan khususnya media elektronik (Televisi) banyak menampilkan gambar dan komentar dari reporter tentang kedatangan Jaksa Agung yang diluar jam besuk, menjadi banyak opini di masyarakat. Apakah cara penyeleasian kasus Soeharto harus seperti itu?
Sudah benarkah SBY dengan langkah yang diambilnya? dengan menugaskan Jaksa Agung menemui pengacara keluarga Soeharto di RSPP.
Kesan yang timbul kok malah menjadi tidak baik dengan berita bahwa dalam keadaan Soeharto yang sedang berjuang melawan maut.
Seharusnya ada penjelasan melalui juru bicara presiden dengan kejadian ini, agar masih terhormatinya rasa kemanusiaan. Para tokoh - tokoh reformasi belum berkunjung ke RSPP, Amin Rais, Megawati, Sri Sultan ke 10 dan Gus Dur. yang aneh menurut saya seorang Harmoko juga belum berani menjenguk Soeharto. Ada apa dengan Hormoko?
Rasa Kemanusiaan bangsa ini masih di ragukan. Jalan terbaik tetapkan hukum untuk Soeharto setelah itu bersatulah para tokoh-tokoh negeri ini untuk perubahan yang lebih baik. Saling memaafkan dan sadar bahwa negara ini
masih terpuruk.
Soehartoisme sudah ada dan akan berkembang seiring waktu berjalan. Ini bukan "isme"
yang tidak perlu ditakuti dan diredam. Bagaimanapun masih banyak dari masyarakat di
negara ini yang kagum dan bangga dengan beliu.
Dalam keadaan yang kritis banyak pejabat dan orang penting datang menjenguk tanpa kejelasan niat sesungguhnya, ingin melihat dan mendoakan atau hanya ingin "..........................."
Itu nggak jadi soal, tapi pemberitaan khususnya media elektronik (Televisi) banyak menampilkan gambar dan komentar dari reporter tentang kedatangan Jaksa Agung yang diluar jam besuk, menjadi banyak opini di masyarakat. Apakah cara penyeleasian kasus Soeharto harus seperti itu?
Sudah benarkah SBY dengan langkah yang diambilnya? dengan menugaskan Jaksa Agung menemui pengacara keluarga Soeharto di RSPP.
Kesan yang timbul kok malah menjadi tidak baik dengan berita bahwa dalam keadaan Soeharto yang sedang berjuang melawan maut.
Seharusnya ada penjelasan melalui juru bicara presiden dengan kejadian ini, agar masih terhormatinya rasa kemanusiaan. Para tokoh - tokoh reformasi belum berkunjung ke RSPP, Amin Rais, Megawati, Sri Sultan ke 10 dan Gus Dur. yang aneh menurut saya seorang Harmoko juga belum berani menjenguk Soeharto. Ada apa dengan Hormoko?
Rasa Kemanusiaan bangsa ini masih di ragukan. Jalan terbaik tetapkan hukum untuk Soeharto setelah itu bersatulah para tokoh-tokoh negeri ini untuk perubahan yang lebih baik. Saling memaafkan dan sadar bahwa negara ini
masih terpuruk.
Jumat, 11 Januari 2008
Ayam Menyebalkan
Betul – betul ayam yang menyebalkan sampai aku nggak bisa pules tidurnya tadi malem. Nggak tahu sebabnya tiba – tiba ada ayam jantan di depan kamar tidurku. Kalo cuma numpang berteduh sih no problem, Si Ayam pake acara berkokok di tengah malem lagi. Semalem abis ngeblog, badan udah cape banget and ngantuk berat begitu liat kasur langsung deh molor. Kayaknya belum ada dua jam, eh ada suara ayam jantan berkokok. Spontan aku bangun, karena pagi ini ada janji dengan temen. Begitu bangun aku lihat ke luar, kok masih gelap banget? Apa mendung....ya? Aku keluar kamar, dan ngambil minum di kulkas. Yah karena bangunnya kaget, jadi nyawanya belom kumpul. Sambil duduk aku tungguin mendungnya mau ujan apa nggak? Aku bikin kopi sendiri karena sekarang lagi di rumah sendirian. Trus aku ambil HP dan aku telpon temenku, mau ngundurin waktu ketemuan jangan pagi tapi agak siang. Begitu aku lihat jam di HP baru jam 3 pagi, aku yang biasa ngerjain orang di bales sama ayam sialan. Kesel banget aku sama itu ayam, perlu aku kasih pelajaran kesopanan dan harus tahu jadwalnya berkokok.
Arto Guno (Uang sangat Berarti) bagian 2
Satu kesempatan saya telpon teman yang mengenalkan saya dengan istilah Arto Guno. Dia masih mengargumentasikan istilah Arto Guno, dengan segala ibarat dan contoh kasus. Seru banget obrolan di telpon sampe satu kesimpulan yang saya juga setuju dengan pendapat dia.
Temen saya bilang cuma satu yang tidak mempan dengan Arto Guno, menghidupkan orang yang sudah mati. Wah...............kalo udah sampe situ memang serem.......hi.
Rupanya rasa menjadikan uang segalanya itu masih terbentur KuasaNya untuk mencabut nyawa manusia. Saya kira temen itu sudah tidak takut Tuhan ......eh saya salah, dia masih takut mati.
Kalo sudah mati nggak perlu bawa uang, cukup amal dan ibadah kita di dunia.
Temen saya bilang cuma satu yang tidak mempan dengan Arto Guno, menghidupkan orang yang sudah mati. Wah...............kalo udah sampe situ memang serem.......hi.
Rupanya rasa menjadikan uang segalanya itu masih terbentur KuasaNya untuk mencabut nyawa manusia. Saya kira temen itu sudah tidak takut Tuhan ......eh saya salah, dia masih takut mati.
Kalo sudah mati nggak perlu bawa uang, cukup amal dan ibadah kita di dunia.
Kita Perlu Kejelasan Sejarah
Mantan orang nomor satu di era Orde Baru kondisinya kesehatannya sangat memprihatinkan. Soeharto semakin kritis kesehatannya di Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta.
Keprihatinan saya, bahwa kita akan binggung menceritakan sejarah pada anak - anak dan para penerus bangsa ini, salahkah Soeharto? Kenapa Soeharto lengser? Apa reformasi itu menjatuhkan presiden hanya dengan tuduhan saja?
Para penegak hukum negeri ini apa tidak bisa memberi kepastian hukum untuk mantan orang nomor satu negeri ini.
Tentukan kesalahan Soeharto hukum tetap harus ditegakkan supaya tidak ada keburaman sejarah.
Bung Karno pun seolah putus sejarah kenapa setelah Gerakan Tiga Puluh September 1965
dan gerakan mahasiswa 66, bapak proklamator di kucilkan. Salahkan bung Karno waktu itu?
Apa kesalahan bung Karno? Dalam buku pelajaran sewaktu menteri Nugroho Notosusanto di era Orde Baru, buku sejarah tentang bung Karno kurang jelas keterlibatan dengan G30S PKI.
Sekarang ini Soeharto yang di jatuhkan dengan Reformasi yang sudah hampir 10 tahun tapi
sampai sekarang vonisnya belum jelas.
Beri kejelasan pada sejarah negeri ini.
Keprihatinan saya, bahwa kita akan binggung menceritakan sejarah pada anak - anak dan para penerus bangsa ini, salahkah Soeharto? Kenapa Soeharto lengser? Apa reformasi itu menjatuhkan presiden hanya dengan tuduhan saja?
Para penegak hukum negeri ini apa tidak bisa memberi kepastian hukum untuk mantan orang nomor satu negeri ini.
Tentukan kesalahan Soeharto hukum tetap harus ditegakkan supaya tidak ada keburaman sejarah.
Bung Karno pun seolah putus sejarah kenapa setelah Gerakan Tiga Puluh September 1965
dan gerakan mahasiswa 66, bapak proklamator di kucilkan. Salahkan bung Karno waktu itu?
Apa kesalahan bung Karno? Dalam buku pelajaran sewaktu menteri Nugroho Notosusanto di era Orde Baru, buku sejarah tentang bung Karno kurang jelas keterlibatan dengan G30S PKI.
Sekarang ini Soeharto yang di jatuhkan dengan Reformasi yang sudah hampir 10 tahun tapi
sampai sekarang vonisnya belum jelas.
Beri kejelasan pada sejarah negeri ini.
Selasa, 08 Januari 2008
Semboyan Hidup Orang - orang Hebat
“Smiling in the face of adversity/Contemptous of danger/Undaunted in defeat/ Magnanimous in victory"
(Tersenyum menghadapi kemalangan/ Berani menantang bahaya/Tegar dalam kekalahan/Rendah hati akan kemenangan).Prof.Dr. Sumitro Djojohadikusumo (1917-2001)
Kenapa Kita Harus Tahu?
Orang yang tidak banyak tahu adalah orang yang dekat dengan kebodohan. Orang yang dekat dengan kebodohan sangat dekat dengan kemiskinan. Itu iklan yang dibintangi Tantowi Yahya di televisi.
Tapi sekarang orang yang banyak tahu tidak selamanya jauh dari kemiskinan. Justru kadang dekat dengan kecemasan dan ketidak nyamanan. Orang yang banyak tahu sering dianggap ancaman bagi "orang lain". Maksud dari orang lain dalam tanda petik jelas orang yang merasa paling dan lebih.
Kadang kita tahu ada sesuatu yang salah tapi kita biarkan malah kita ikut, karena sudah jadi kebiasan. Ada peri bahasa, "Jangan membenarkan kebiasaan tapi membiasakan yang benar". Orang yang berani berkata benar kadang dikatakan munafik, ngeleneh, diluar kebiasaan.
Memang dalam agama diajarkan "selemah - lemahnya iman adalah diam". Tapi apa tidak ada yang berani melawan dan berbicara kebenaran sekarang ini. Kadang rasa ingin tahu justru membuat kita semakin merasa banyak tidak tahu. Apa lebih baik tidak usah mau tahu?
Tapi sekarang orang yang banyak tahu tidak selamanya jauh dari kemiskinan. Justru kadang dekat dengan kecemasan dan ketidak nyamanan. Orang yang banyak tahu sering dianggap ancaman bagi "orang lain". Maksud dari orang lain dalam tanda petik jelas orang yang merasa paling dan lebih.
Kadang kita tahu ada sesuatu yang salah tapi kita biarkan malah kita ikut, karena sudah jadi kebiasan. Ada peri bahasa, "Jangan membenarkan kebiasaan tapi membiasakan yang benar". Orang yang berani berkata benar kadang dikatakan munafik, ngeleneh, diluar kebiasaan.
Memang dalam agama diajarkan "selemah - lemahnya iman adalah diam". Tapi apa tidak ada yang berani melawan dan berbicara kebenaran sekarang ini. Kadang rasa ingin tahu justru membuat kita semakin merasa banyak tidak tahu. Apa lebih baik tidak usah mau tahu?
Arto Guno (Uang sangat Berarti)
Manusia di beri akal pikiran dan juga perasaan itu yang membedakan manusia dengan binatang.
Suatu kesempatan saya bertemu dengan teman kuliah ketika saya berkunjung ke sebuah kota dimana dia tinggal. Dia sudah menjadi PNS di sebuah departemen yang berkaitan dengan pembangunan. Dalam panjang lebar obrolan sampe pada istilah “Arto Guno”. Saya sempet kaget karena tidak pernah menyangka sebelumnya kalo temen saya yang saya kenal dulu seorang idealis sekarang menjadi sangat “realistis”. Realistis dalam tanda petik sudah meninggalkan impian untuk merubah negeri ini jadi baik. Dia sudah terbawa sistem tempat dia kerja. Dia bilang semua bisa berarti kalo ada uang. Banyak istilah yang disampaikan, mau dapat pekerjaan ya harus pake uang, mau dapat istri canti ya pake uang, bahkan mau masuk surga pun harus punya banyak uang. Tambah binggung saya denger ceritanya. Kalo mau masuk surga, bikin mesjid yang banyak, bikin pondok pesantren, beri uang para PSK supaya tidak melacur lagi. Nanti kalo nggak dapat surga negri ya surga swasta nggak apa. Malah surga swasta lebih bersih dan banyak fasilitasnya walau biayanya mahal. Kalo pun cerita temen saya itu guyon tapi saya berpikir bahwa banyak pemimpin negeri ini yang satu pemikiran dengan dia.
Suatu kesempatan saya bertemu dengan teman kuliah ketika saya berkunjung ke sebuah kota dimana dia tinggal. Dia sudah menjadi PNS di sebuah departemen yang berkaitan dengan pembangunan. Dalam panjang lebar obrolan sampe pada istilah “Arto Guno”. Saya sempet kaget karena tidak pernah menyangka sebelumnya kalo temen saya yang saya kenal dulu seorang idealis sekarang menjadi sangat “realistis”. Realistis dalam tanda petik sudah meninggalkan impian untuk merubah negeri ini jadi baik. Dia sudah terbawa sistem tempat dia kerja. Dia bilang semua bisa berarti kalo ada uang. Banyak istilah yang disampaikan, mau dapat pekerjaan ya harus pake uang, mau dapat istri canti ya pake uang, bahkan mau masuk surga pun harus punya banyak uang. Tambah binggung saya denger ceritanya. Kalo mau masuk surga, bikin mesjid yang banyak, bikin pondok pesantren, beri uang para PSK supaya tidak melacur lagi. Nanti kalo nggak dapat surga negri ya surga swasta nggak apa. Malah surga swasta lebih bersih dan banyak fasilitasnya walau biayanya mahal. Kalo pun cerita temen saya itu guyon tapi saya berpikir bahwa banyak pemimpin negeri ini yang satu pemikiran dengan dia.
Kita pake Akal
Kenapa kita selalu memuja akal kita yang sudah jelas ada keterbatasan. Untuk sebuah keyakinan kadang ada hal – hal yang tidak masuk akal kita. Ini sebuah keyakinan bagaimana Amrozi cs, mengemparkan dunia. Keyakinannyalah yang membuat dia begitu fanatik terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan ajaran agamanya.
Satu pertanyaan yang akan sulit dipahami dan dijawab karena kita pake akal kita.
Allah itu Maha Bisa dan Allah itu Maha Kuat. Apa Allah bisa membuat sesuatu yang Allah sendiri tidak kuat mengangkatnya? (bisa atau tidak)
Satu pertanyaan yang akan sulit dipahami dan dijawab karena kita pake akal kita.
Allah itu Maha Bisa dan Allah itu Maha Kuat. Apa Allah bisa membuat sesuatu yang Allah sendiri tidak kuat mengangkatnya? (bisa atau tidak)
Rasa Malu
Satu yang di tinggalkan bangsa ini, bangsa yang begitu luhur dengan budi pekerti, toleransi, kebersamaan saling menghormati dan budaya yang mulia. Bangsa ini sudah meninggalkan rasa malu. Rasa malu untuk berbuat dan berkata jujur.
Jangan bicara moral karena diakui atau tidak moral itu telah diganti dengan uang. Orang yang bermoral itu, orang yang banyak uang. Indonesia bangsa yang kaya tapi tidak menyadari sebelum semuanya hilang, bangsa yang besar yang jatuh karena hilangnya rasa malu. Malaysia negara yang telah mengingatkan kita, kalo kita itu bangsa yang tidak punya kekuatan apa – apa. Bencana alam di Kalimatan dan pulau dengan hutan tropis lain tinggal menunggu waktunya, hutan sudah habis oleh cukong negeri jiran. Kita tinggal menunggu bencananya, hutan yang dilacurkan hanya untuk uang, dan bikin kaya orang - orang yang tidak punya malu dan tanggung jawab. Seni budaya yang diakui milik mereka juga hanya bikin kita marah. Lalu mengalang rasa nasionalisme yang semu, tidak ada tindak lanjut yang jelas. Kita terjajah oleh bangsa kita sendiri, kita belum merdeka, apa nasib anak cucu kita. Mari kita biasakan malu untuk berbuat melanggar hukum agama, negara dan norma-norma yang berlaku.
Jangan bicara moral karena diakui atau tidak moral itu telah diganti dengan uang. Orang yang bermoral itu, orang yang banyak uang. Indonesia bangsa yang kaya tapi tidak menyadari sebelum semuanya hilang, bangsa yang besar yang jatuh karena hilangnya rasa malu. Malaysia negara yang telah mengingatkan kita, kalo kita itu bangsa yang tidak punya kekuatan apa – apa. Bencana alam di Kalimatan dan pulau dengan hutan tropis lain tinggal menunggu waktunya, hutan sudah habis oleh cukong negeri jiran. Kita tinggal menunggu bencananya, hutan yang dilacurkan hanya untuk uang, dan bikin kaya orang - orang yang tidak punya malu dan tanggung jawab. Seni budaya yang diakui milik mereka juga hanya bikin kita marah. Lalu mengalang rasa nasionalisme yang semu, tidak ada tindak lanjut yang jelas. Kita terjajah oleh bangsa kita sendiri, kita belum merdeka, apa nasib anak cucu kita. Mari kita biasakan malu untuk berbuat melanggar hukum agama, negara dan norma-norma yang berlaku.
Langganan:
Komentar (Atom)