Laman

Senin, 22 Desember 2008

LOVE IN JULY 6

PURE LOVE

Chating pun di mulai, banyak temen yang semakin santer njodohi aku sama diyah. Dan bukan cuma Yanuar, Erna dan Oom, tapi juga temen-temen yang lain mulai giat menjadi comblang.Yan : Ndra ini lho di tunggu dy
Mugi : Wah....seru nih:)
Yan : dy ini udah ada hendra
Diyah : Mana chicken nggak berani yan
Hendra : Ada apa nih?
Yan : Ah .... payah masa nggak berani.
Yan : Ndra di omong chicken kok diem
Wike : Iiih ... hui..
Wike : Apa kabar kalian semua...
Hendra : Baik jeng wike...
Yan : Wik...hendra naksir diyah tapi nggak berani ngomong
Wike : Hallo diyah...bener nih? asik dong
Diyah : Alllow juga wike, iya hendranya nggak berani...
Hendra : Aku berani kok sayang.....
Hendra : Mau nggak kamu jadi pacarku?
Yan : Nggak kayak gitu caranya....telpon dong..Diyah : Huuuh cuma gitu....
Yan : Iya dy payah ya lelakimu......:(
Yan : Dah kamu yang ngomong aja dy.
Hendra : Ngomong apa yan
Aku pun penasaran sambil chat aku pun sms diyah.
....mau ngomong apa sayang.....
Smsku ke diyah dan nggak lama aku dapat balasan.
....ini sapa y?....
Hendra : Yang sms aku yah...
Karsono : Ayo sms apa? :)
Karsono : Wah malah smsan sendiri yan
Mugi : yuk minggir ada yang mau ngedate
Diyah : Makan siang yuk...
Yan : Yuk...payah hendra nggak berani
...........................................................
Chatting pun berhenti dan perutku pun mulai lapar, langsung aku cari tempat makan. Sebab tadi rencana ngajak wine makan siang tapi gagal.
Selesai makan aku pun teringat chatting tadi, aku di katain "chicken". Wah semangat banget tuh aku pingin ketemu sama diyah, masa aku dikatain chicken. Awas kalo dia jadi dateng kesini dalam pikiranku.
Aku mau bercerita sedikit tentang Wine, yang masuk dalam cerita ini dan menjadi pertanyaan karena belum pernah aku ceritakan sebelumnya.
Wine itu teman sekolah Ella ( baca cerita Saving Ella ). Aku kenal Wine juga dari Ella, karena waktu itu Wine sempat kerja di kantor tempat Ella kerja. Singkat cerita bahwa awalnya Wine cuma untuk menutupi cerita cintaku dengan ella di mata bos Ella.
Sampai aku putus dengan Ella, dan Wine terus menjadi cerita cinta berikutnya.
Waktu itu wine sedang dalam proses perceraian dengan suaminya yang usia pernikahan mereka baru satu tahun.
Itu juga terus menjadi pertimbanganku, apakah Wine serius dengan aku apa untuk pelarian
saja. Sering aku ingatkan dia untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dalam berkeluarga.
Bukan cinta sejati tapi berawal dari simpatiku mendengar ceritanya kenapa cerai dengan suaminya. Masalahnya adalah ibu mertuanya yang katanya selalu ikut campur urusan mereka.

Akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu pun datang, Diyah datang juga.......................

Selasa, 16 Desember 2008

LOVE IN JULY 5

MY LAVIOLA BUTTERFLY.....

Agenda hari ini kerumah Oom, trus mau meluruskan masalah ke Wine kenapa sampai dia marah besar.
Sampe juga aku di depan rumah Oom. Kelihatan seorang ibu yang sudah pantas disebut nenek ya itu ibunya Oom, dulu waktu SMP aku pernah main ke rumah oom dan ibunya belum terlalu tua. Ya iya lah kan 17 tahun yang lalu........meong banget aku ya???@#?>!
"Pagi bu....Oom nya ada?,"tanyaku
"Oh...Oom ada...sebentar,"sambil berbalik ke pintu rumah. Dan tiba-tiba sang ibu balik lagi.
"Anak ini siapa ya?," tanyanya lagi.
"Saya hendra bu temennya Oom,"jelasku sambil menyodorkan tanganku. Kami pun berjabatan tangan, dan
"Saya ibunya Oom,"kata bu Karta.
Ayah Oom namanya Karta jadi dulu semasa SMP saya bisa hapal semua nama orang tua satu kelasku. Ya....aku tuh dulu mencatat semua nama bapak temen satu kelasku dari daftar surat keterangan orang tua karena jelek-jelek gini pernah jadi ketua kelas sementara di kelas 1, sebelum ada pemilihan ketua kelas.
"Sebentar ya mas ...saya panggilin,"kata bu Karta lagi.
"Oooooom ..... oom, ada temenmu nyari,"teriak bu Karta dari depan pintu.
Aku baru tahu kalo bapak Oom sudah meninggal lebih dari 3 tahun ya baru-baru aja.
Tampak Oom lari dari dalam rumahnya menuju teras tempat dari tadi aku berdiri, karena belom dipersilahkan duduk.
"Hai ndul....gimana kabarnya,"kat Oom sambil menyodorkan tangannya.
Aku pun menyambut tangannya.
"Ah... basa-basi pake nanya kabar," kataku
"Oh sebentar,"kata Oom sambil masuk ke dalam rumahnya lagi.
"Eh...om aku boleh duduk nggak?," tanyaku.
Dari dalam Oom pun menjawab,"Alah ndul ....kayak di rumah sapa pake tanya segala,".
Aku pun duduk dan melihat sekeliling rumah Oom yang dari dulu tetap dan tidak banyak perubahan. Dari dalam ibu Oom keluar membawa nampan lengkap dengan minuman dan makanan kecil dalam toples diatasnya.
"Aduh...bu nggak usah repot-repot,"kataku (basa-basi nggak sih?)
"Enggak mas ... cuma minum,....oom nya udah ketemu?,"tanya bu Karta.
"Udah bu lagi kedalem,"jawabku.
"Oooooom...temennya kok di tinggal,"jerit bu Karta.
"Ayo di minum mas," kata bu Karta.
"Iya ... bu makasih," jawabku.
Ibu Oom pun masuk ke dalam rumah, dan bepapasan dengan oom di dalam kelihatan olehku ada pembicaraan mereka sebab kelihatan oom menunjukan hapeku ke ibunya.
"Ibu ku tanya kok kowe di tinggal?....aku jawab lagi ngambil hapemu di kamar,"jelas Oom sambil memberikan hape kepadaku.
"Kamu mau kemana lagi ndul?,"tanya Oom
"Kerja ya...masa main,"jawabku sambil meminum teh hangat buatan ibunya Oom.
"Gimana ...diyah udah telpon kamu belom ndul?,"tanya Oom
"Lho... kok telpon aku?,"tanyaku balik.
"Apa kamu udah telpon diyah apa belom?,"tanya Oom lagi
Dalam hati ku, ni anak mabuk kapan minumnya ya. Kan semalem baru aja telpon dan ada dia lagi kok tanyanya.
"La...kan semalem kita telpon diyah bareng?,"kataku terheran-heran.
"Iya...ya...sori ndul, aku kan kemaren ngomong ke diyah suruh cari jodoh orang sini aja,"kata Oom.
"Trus ... kowe kan juga masih jomblo ndul, gimana?,"tambah Oom lagi.
"Maksudmu?," tanyaku lagi.
"Ibarat kata kowe sama diyah kan udah saling kenal dan umur kalian udah cukup tunggu apa lagi,"Oom berkampanye.
"Ibarat kata lagi ndul, kowe kan udah kenal keluarganya diyah jadi tunggu apa lagi,"tambahnya lagi.
"Nah ...kalo memang kalian jodoh kan malah jadi banyak temen dan diyah bisa tinggal disini lagi kan ndul,"kata Oom lagi.
Sambil menikmati roti kering yang ada di toples dan minum teh aku dengerin aja oom ngomong.
"Kata karsono kamu tuh udah punya pacar ya ndul?,"tanya Oom.
Aku cuma menganggukan kepala karena lagi asik makan roti kering.
"Nah terus kalo udah punya pacar kok seneng sama diyah?,"tanya Oom.
"Aku juga bingung sama kamu nyerocos terus nggak berenti-berenti," kataku.
"Aku kan belom bilang seneng ke diyah, wah bikin gosip baru pasti nih,"kataku lagi.
"Gini ndul ibarat kata...,"kata Oom.
Langsung aku potong.
"Ibarat kata terus ganti yang lain,"kata ku.
"Umpama kata deh,....kamu serius sama diyah aku kan ikut seneng ndul,"kata Oom lagi.
Aku lihat jam di tanganku udah hampir jam sebelas, padahal aku harus nemuin wine, dan dia bisa keluar hanya pada jam makan berarti aku harus buru-buru pamit.
"Oom aku pamit dulu ya? mau ada acara nih,"pintaku.
"Eh nanti malem kita ngobrol lagi ya, dateng aja ke toko karsono....oke ndul?," kata oom.
"Oke ... Oom, pamitin ibu mu ya,"kataku.
"Iya nanti aku pamitin,"jawab Oom.
Aku pun mulai menjalankan mobilku ke tempat Wine kerja, ya jaraknya hampir 25 kilo dari rumahku. Dalam perjalanan aku berpikir sebaiknya aku telpon dulu aja. Ah...sms aja menghindari omelan dia yang pasti aku terima.
...Win makan siang yuk...
Aku kirim smsku ke hape wine, dan pesan punter kirim. Lama aku tunggu kok nggak ada balasan, padalah sudah setengah perjalanan mobilku berjalan. Tiba-tiba hapeku bunyi. Nada sebuah pesan sms yang aku terima, dan aku buka.
...Aq lg tgs dluar mas, klo mas msih sbk g usah hub aq slesaikan dl ursannya...
balasan dari Wine, dan aku bales lagi smsnya.
...Ya udah kalo mau mu gitu...
Aku balikan arah mobilku dan menuju sebuah warnet untuk berkumpul temen-temen SMP di dunia maya.
Dan benar di dunia maya udah rame temen pada ngobrol pake YM, wah langsung ajakan nimbrung konfren aku terima. Rame banget dan semua kumpul dan mulai seru mbahas reunian.

Wine memang sudah nggak seperti dulu, aku mulai asik sama temen-temen SMPku.
Cerita yang akan datang aku baru tau kalo ada yang suka banget warna ungu....wow siapa my laviola itu?



Senin, 15 Desember 2008

LOVE IN JULY 4

AKHIRNYA AKU MENEMUKANMU

Lama saling diam dan aku tetap santai ngerokok, tiba-tiba handphone ku bunyi. Rupanya dari karsono dan langsung aku angkat.
"Ya...no,"jawabku sambil memperhatikan wine yang tambah marah.
"Ndra ntar malem kita ketemuan di tokoku ya?," kata karsono
"Sapa aja no yang di undang?," tanyaku balik.
"Ya...kita-kita aja, yoyo...faisal...oom,"kata karsono.
"Kita mau bahas masalah reunian....bisakan?," katanya lagi.
"Oh bisa-bisa jam berapa?," tanyaku sambil melihat wine yang mulai membuang mukanya dari tatapanku.
"Ya nanti tak kabarin lagi lah...aku mau telpon yang lain dulu...oke ndra," kata karsono.
"Ya ...boleh jangan lupa aku dikabarin jamnya," pesanku sebelum telpon ditutup.
Langsung tanggapan dari wine.
"Buat temennya selalu ada waktu buat aku nggak...,"nadanya yang ketus.
"Aku udah bilang bahwa bulan-bulan ini aku sama temen-temen mau bikin kegiatan reunian," kataku.
"Gimana sih ngasih pengertian ke kamu win,"jawabku pun mulai kesal dengan prilakunya beberapa bulan terakhir.
"Udah aku anterin pulang aja....pergi sana dengan temen-temen mas sesuka hati mas,"suaranya yang keras dan ketus.
Dalam hati kalo maumu seperti itu, aku juga akan lebih tegas dan keras biar kamu ngerti. Aku nyalakan mobilku dan mulai jalan kearah rumahnya. Sepanjang jalan dan sampai dirumahnya pun tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya dan mulutku. Sampai aku pamit sama orang tuanya, dan wine mengikuti aku sampai ke mobil lalu dia bilang.
"Nggak usah telpon aku lagi,"kata wine sambil meninggalkan aku.
"Insyallah," jawabku.
Wah ini betul sebuah pertentangan hati, di satu sisi aku pingin punya pendamping bisa ngertiin aku dan bisa menjadi teman. Tapi wine orangnya yang tidak mau terganggu dengan urusan-urusan dengan teman-temanku. Biar waktu yang menentukan.

Ketemu dengan temen-temen SMP memang mengasikkan dan bikin lupa kalo baru sore tadi aku ribut dengan Wine.

Tepat setengah delapan malem semua sudah kumpul di tempat karsono, cerita lama dan kenangan bareng yang nggak mungkin bisa lupa. Apa lagi ketemu Oom, ibu yang satu ini seneng ngerupi dengan kata-kata anehnya. Selagi semua sibuk ngobrol sendiri aku pun ngobrol sama ibu Oom, dia temen satu kelas di kelas satu dan kelas dua. Pokoknya orang yang rame abis, selalu ada yang bikin penasaran dengan omongannya karena nggak ngerti apa maksudnya.

“Oom gimana bisnisnya….lancarkan?,”tanyaku membuka pembicaraan.
“Eh…ndul gimana kabarnya diyah, wah aku dengar kamu lagi ndeketin,”kata Oom.
Oom selalu memanggil semua orang yang dia rasa akrab dengan ndul, aku juga nggak ngerti ndul artinya gundul apa ….ndul. Udah jadi kebiasaan Oom nggak pernah menjawab pertanyaan tapi malah balik tanya, sejak smp dulu ya kayak gitu jadi aku nggak heran.
“Kata sapa?,”tanyaku balik.
“Wah Oom gitu lho….tempat informasi dan gossip,”jawab oom sambil tersenyum lebar.
“Andaikata ya….kamu jadi sama diyah kan malah apik ndul,”ucap oom sambil matanya melihat kelangit-langit ruang toko karsono, kaya anak kecil yang abis dimarahin.
“Kok …andai kata sih,”tanyaku lagi sambil senyum liat gayanya yang jadul abis dan agak ndeso.
“Ya…andai kata, jadian sama kamu kan bisa deketan lagi aku sama diyah,” jelas oom.
Oom sama diyah memang berteman deket semasa SMA, sewaktu SMP mereka nggak begitu akrab.
“Lho mbok kamu aja yang deketin diyah,”jawabku lagi.
“Istilah kata …gini ndul, diyah kan udah lama di sini tapi kan nggak ada sodaranya di sini jadi dia jarang mau kesini karena nggak ada sodaranya,”penjelasan Oom yang muter-muter yang mulai bikin aku binggung.
“Istilah kata lagi ya ndul…kalo diyah jadian sama kamu kan diyah bisa nginep di tempat aku,”tambah Oom.
“Maksud mu gimana?,”aku minta penjelasan ulang ke Oom.
“Gini-gini….umpama kata ya…kamu kan pacaran nih, diyah suruh ke sini ntar nginepnya di rumahku,”penjelasan Oom yang lumayan bisa aku pahami.
“Oh begitu,”kata ku.
“Mulia betul cita-citamu Oom,”kataku lagi.
“Aku sama kamu ndul kan udah kenal baik juga aku sama diyah udah kaya sodara,”kata Oom.
“Umpama kata ya ndul ini pertemuan yang paling heboh ….ha..ha..ha,”jawabnya sambil ketawa lebar dan tangan kirinya menutupi mulutnya.
“Jadi sebetulnya istilah kata, ibarat kata apa umpama kata sih oom?,” tanyaku lagi.
“Lah yang penting kamu kan tau maksudku ndul…,”dengan senyum yang khas.
“Telpon…telpon oom,”pinta ku.
“Telpon …sapa?,” Tanya Oom.
“Diyahlah….masa mas budi,”jawabku. (mas budi suaminya Oom)
“Iya…ya…mana hapemu ndul,”kata Oom.
“Di hapeku nggak ada nomernya diyah,”kataku lagi.
“Aku ada tenang aja,”jawab oom sambil mengeluarkan hand phonenya.
“Kenapa nggak pake hapemu aja?,”Tanya ku lagi.
“Nggak ada pulsa ndul…wah payah nih,”kata oom sambil menerima hpku.
“Sekarangkan pemerintah ada program Be Pe eL, Bantuan Pulsa Langsung…Oom,”
“Bantuan buat mereka yang nggak mampu beli pulsa…lumayan lho 100 ribu se bulan,”jelasku serius biar oom yakin.
“Masa sih ndul … kok aku nggak tau ya?,”kata oom sambil menelpon diyah.
“Syaratnya gimana.gimana ndul,”Oom dengan penuh penasaran.
“Cukup bikin surat miskin ke kelurahan,” kata ku lagi.
“Masa sih,”
“kok nggak diangkat ya ndul,”sambil tangan kirinya menunjuk ke hape yang menempel di kuping kanannya.
“Eh …diangkat….hallo diyah ya?,”kata Oom.
“iya aku lagi sama temen-temen di tokonya karsono,”
“Ada hendra, faisal, karsono, yoyo, ferri dan aku…..eh kamu kapan maen kesini,”
“Iya…ya ..aku pake hapene hendra nih…hendra arep ngomong,”
“Hendra…..hendra…masa nggak kenal?,”
“Masa sih nggak kenal…sering sama karsono, faisal waktu SMP,”jelas Oom.
Aku nggak ngerti apa yang mereka bicarakan berdua sampai Oom menyodorkan hape ke aku.
“Nih ngomong sendiri,”kata Oom ke aku
“Halllo diyah ya,”sambutku.
“Eh…ndra apa dulu kamu satu kelas sama Oom,”tanya diyah.
“Ah nggak oom aja maksa minta sekelas sama aku,”jawabku dan disana oom ngedumel sambil manyun mulutnya.
“Kapan ke sini…udah ditunggu temen-temen suruh ikut rembuk reunian,” kataku.
“Wah…belom tau kapan bisa kesitu,”jawab diyah.
“Kata Oom udah disiapin kamar dan mau motong kambing,”kataku sambil aku liat oom yang ketawa sambil menutupi mututnya.
“Ya …minggu depan paling itu pun kalo bisa,”kata diyah.
“Nih oom mau ngomong lagi…,” kataku dan aku kasih hapenya ke Oom.
Aku udah nggak enak diundang temen-temen yang udah ngumpul dari tadi mau bicara kesiapan reunian bareng. Pulang jam dua belas malem udah biasa kalo kumpul mbahas masalah reunian.

Sampe rumah aku pun lihat hapeku nggak ada satu sms pun dari wine, berarti dia marah banget. Bisanya kalo marah dia masih sempet sms kalo malem ya sekedar basa-basi aja emang, tapi malem ini nggak ada. Dan aku pun baru sadar kalo hapeku satunya masih sama Oom.

Pagi-pagi aku telpon ke hapeku yang di bawa Oom.
“Hallo…sori ndul..hape ya… iya aku juga lupa,” langsung dijawab Oom padahal aku belom tanya.
“Iya aku nanti mampir rumahmu ya?,” kataku.
“Eh…ndul apa semalem masalah bantuan pulsa gimana?,”tanya Oom.
“Ya… ntar aku kesitu…,”jawabku.


Kira-kira Oom cerita mau apa lagi ya………………

Minggu, 14 Desember 2008

LOVE IN JULY 3

KONFLIK HATI DAN OTAK

Aku bingung mau ngasih apa ya? Buat kado ulang tahun pacarku. Akhirnya aku malah nggak beli apa-apa.Siang itu aku udah muter-muter cari kado tapi takut pacarku nggak suka yang cuma liat-liat aja, dan rencananya dia aku suruh pilih sendiri.

Handphone bunyi, dan aku pun liat sapa yang telpon. Ada deret angka yang tampil di hpku, aku nggak kenal ini nomer angkat nggak ya?

"Hallo.....,"sambut ku

"hallo ndra ...wah sombong tenan kowe,"jawab dari sebrang telpon.

"Haaai sus...sori aku belom sempet bales pesenmu," jawabku.

Rupanya suswanto yang telpon, mungkin nggak sabar nunggu jawabanku.

"Ada apa sus," tanyaku.

"Wah kamu di tanya kapan ke jogja nggak dijawab,"dengan nada setengah kesal sus menjawab.

"Iya .... aku belom ada rencana ke jogja sus," kataku.

"Kowe dinas nang endi saiki."tanyaku lagi.

"Aku nang Ngampilan di belakang istana negara di jalan malioboro," jawab sus.

"Aku udah lama di jogja tapi nggak perna ketemu temen-temen ndra," tambahnya.

"Ya kemaren aku telpon mugi dan aku dikasih nomer hpmu dan temen-temen yang sekarang di jogja," jelas sus panjang lebar.

"Ntar kalo ke jogja aku di kabari ya?," pinta sus.

"Ini nomer hpmu sus?," tanyaku.

"Iya ..... kalo nggak repot ntar tak jak jalan-jalan kalo ke jogja," jawab sus.

"Tenan lho....," tegasku.

"Iya...pasti, udah dulu ya....,"kata suswanto.

"Oke makasih ya," jawabku.

Kututup telponku dan melanjutkan cari-cari apa yang akan aku beli buat kado, udah beberapa swalayan dan toko kado aku samperin nggak ada yang srek. Ah pusing amat beli pun pasti kena marah mendingan nggak usah beli kan udah pasti kena marah juga.

Jam setengah empat nih, siap-siap jemput ketempat kerjanya. Aku telpon dulu aja biar dia siap waktu aku jemput. 

"Hallo......,"sambut wine.

"Hallo win....kamu bawa motor nggak?," tanyaku

"Nggak kan kemaren udah aku sms kalo sore ini aku minta di jemput mas," jawabnya.

"Iya....iya aku tau cuma memastikan aja,"jelasku.

"Emang aku kaya mas nggak jelas maunya apa,"omelnya.

"Lho...kok jadi aku yang nggak jelas,"aku mulai geram dengan jawabannya.

"Udah deh siap-siap aku mau kesitu," kataku lagi.

"jangan lama-lama....kantor udah tutup nih,"wine jawab dengan nada kesal juga.

Aku tutup telponku dan konsentrasi jawaban apa yang aku jasih ke pacarku kalo di tanya kenapa nggak kasih dia kado. Sampe juga mobilku ke pelataran kantor wine, sudah keliatan wine didepan pintu kantornya dengan wajah yang bersungut-sungut mau marah. Aku pun turun dan membukakan pintu mobil buat dia. Setelah wine masuk ke mobil aku pun kembali ke kursi supir, dalam pikiranku aku kaya supir taksi aja. Aku mulai menjalankan mobil dan mulai pembicaraan.

"Mau kemana kita," tanyaku

Wine diem aja dan nggak peduliin aku. wah ini mulai deh pecah perang pikirku.

"Kenapa sih win?," tanyaku lagi.

"Kemana dulu sih...kok telat jemputnya,"nada win keras sambil membalikan badannya kearahku dan matanya menatapku penuh kemarahan.

Aku liat jam tanganku baru jam 4.15.

"kan telat sedikit win, kok marah banget sih," jawabku pelan.

"Mas ... pa nggak kasian sama aku udah nunggu sendirian dari jam 4,"tambahnya lagi.

"Kasian makannya aku jemput kamu ...win,"jawabku dengan senyum biar dia nggak marah.

"Apa...senyum-senyum...biar aku nggak marah,"kata wine lagi.

Nggak ada senyum di mukanya, aku pun menghentikan mobilku.

"Suruh siapa berenti, jalan!!.....jalan!!,"katanya tambah keras.

Wah nggak bisa dibiarkan udah ketempelan setan mana ini, pikirku. Aku tetep nggak mau jalan dan diem aja.

"jalan nggak....kalo nggak aku turun sini,"ancam wine.

Dalam hati aku bilang, turun aja kalo berani, dan aku mulai nyalain rokokku. Satu kegiatan yang wine nggak suka dari aku adalah ngerokok didepan dia.

Aku ngerokok dulu ya sambil ngupi nih ntar lagi ceritanya.................

Kamis, 11 Desember 2008

LOVE IN JULY 2

Penelusuran berjalan terus semakin intensif chatting dan semakin penasaran aku cari friendsternya diyah. Waaauu sekarang sudah pake jilbab dan kelihatan lebih dewasa, aku liat dari foto-foto di frendsternya. Dulu yang lucu dengan rambut yang ngebob kalo SMP dulu sering ada istilah KDM (korban demi moore) sekarang ditutup rapat, tambah penasaran nggak sih.......

Suatu malam dibulan mei, hand phoneku bunyi kira-kira jam setengah sebelas. Aku nggak tau dari siapa, karena nomer yang aku nggak kenal.
"Halo", sapa ku
Dari seberang kedengar suara cewek.
"Halo hendra ya?," kata cewek tadi
"Iya .... ini sapa ya?," tanyaku
"Masa....lupa sama suaraku sih," kata cewek itu lagi.
Aku kenal suaranya tapi aku nggak ingit nama sama wajahnya.
"sapa sih?," tanyaku lagi
"Aku erna....masa lupa sih...," kata cewek itu
"Oh ... iya aku inget...erna kan," kataku
"Apa kabar na? baik kan udah punya momongan berapa?," banyak aku tanya.
"baik....satu anakku hen kamu liat di frendsterku deh," kata erna kemudian.
"Eh ... hen kamu serius sama diyah," tanya erna lagi
"Ha...ha...ha.. jadi telpon malem-malem mau tanya itu nih," sambil ketawa aku jawab pertanyaan erna.
Erna ini dulu nggak perna sekelas selama SMP tapi sering pulang bareng karena perjalanan kami yang searah dan bersama banyak temen-temen lain. Dia selalu nunggu angkutan pulang di dekat pasar dan rumahku memamng tidak jauh dari pasar.
"Enggak jangan gr hen, aku kan liat obrolan kalian di YM walau aku nggak nimbrung," jelas erna.
"Diyah sekarang satu kantor dengan aku di jogja," jelasnya lagi.
"Ooh iya, aku baru tau na..," kataku.
"Iya hen kalo kamu serius sama dia aku dukung deh," kata erna lagi.
"Bener nih mau nyomblangin juga," sambutku dengan tawaran erna.
"Pa ... betul belom punya pacar na?," tanyaku
"Tanya sendiri aja deh biar ada obrolan kalo telpon," sambung erna lagi.
"Oke ya hen aku tunggu kabar yang membahagiakan lho," tambahnya lagi.
"Iya makasih ya na," jawabku lagi.
Telpon pun di tutup.
Malem itu aku aku kepikiran nomer hp yang di kasih yanuar aku taruh dimana ya?.....
Semaleman aku cari-cari dimana kemaren aku catet tu nomer, muter-muter aku cari dan akhirnya aku temukan juga.

Pagi-pagi betul udah ada pesen di ymku dari soes, tau nya suswanto sekarang jadi polisi di Djogja. 

Soes : kapan nang jogja?

Soes : Aku janjian ketemuan sama diyah dan erna nanti malem.

Pesennya banyak banget jadi nggak aku bales, mau jawab ntar aja kalo udah ada rencana ke jogja.

Pacarku udah sms dari kemaren dia ulang tahun tapi aku lagi sibuk juga sama kerjaan yang nggak selesai-selesai. jadi baru mau ketemuan nanti sore sepulang dia kerja. Dari kemaren udah marah-marah terus, aku pikir kalo nggak di temuin ntar panjang urusannya.

Hampir setahun aku pacaran sama dia tapi yang ada perasaanku kaya pesuruh aja dan nggak pernah pacaran karena sibuk sendiri-sendiri. Memang udah 3 bulan ini ribut terus, ada aja masalah yang jadi kita ribut. Lupa telpon salah, lupa ngingetin makan siang marah, jan 5 belom dirumah dicurigai. Tapi aku masih coba sabar dan berusaha untuk bisa jadi laki-laki yang bisa jadi pemimpin.

Aku kerja dulu ya ntar sambung lagi ceritanya..............

LOVE IN JULY 1

KENAPA BARU ADA CINTA
Sekian lama kata cinta telah ada sebelum aku lahir tapi baru saja aku rasakan apa itu arti dari cinta. Cerita tentang perjalanan singkat dan sebuah pertanyaan besar tentang cintaku.


Mei 2008
Pencarian teman-teman SMP di dunia maya dimulai lewat frendster dan blog, lewat chatting dan telpon juga.
"Hallo....ndra, lagi on len nggak," suara Mugi.
Mugi sohib yang paling giat ngumpulin temen-temen SMP, dia sang pencari jejak. Pagi-pagi udah telpon aku untuk cepetan suruh aku kedepan komputer.
"Sori gi....aku baru selesai mandi," jawabku
"Cepetan udah banyak yang on len nih," katanya lagi.
"Iya....sabar tho, seperempat jam lagi," sambung ku.
"Tak tunggu jangan lama-lama ya, keburu pada bubar,"kata Mugi.
Buru-buru aku nyalain komputerku dan langsung buka YM, dan bener langsung ajakan untuk konfren tampil di monitor komputerku.
Yan : Haaaalllo....ndra
m4y4t : akhirnya nonggoljuga.........:)
hendra : alllllllllllllo
Sapaku di YM rupanya banyak temen-temen udah nongkrong di komputer kantornya masing-masing.
hendra : wah bangkrut perusahaan kalo karyawannya chatting semua :(
ono  : Aku ora lho
tri    : sori ya aku kan nggak pake fasilitas kantor
m4y4t : sekali-kali rapapa khan......:)
Yan : wah kowe sok banget ndra
Yan : kowe dicari diyah nih
hendra : alllow diyah :)
Yan : dy iki lo di goleti hendra
m4y4t : iya tadi tanya saiki kok diem yah
diyah : yup.....
ferry : ada apa ya?
ferry : wah kok udah hangat ceritanya.
.....................
Awal dari sebuah obrolan pendek di dunia maya, membuka kenangan SMP dulu. Nggak sadar sampe hampir tengah hari kita saling ejek, dan mengingat satu-satu temen-temen sekolah.

Sampe aku inget kalo dulu Diyah itu pernah jadi mayoret drum band SMP, sampe sekarang masih jomlo katanya. Drum band SMP yang gayanya masih jadul abis pake bulu ayam tetangga di atas topinya. Pake baju kaya Meriam Belina tahun 80 an lah yang wagu banget. Aku ketawa tiap inget itu dan selalu aku ejekin kalo lagi chatting sama diyah.

Chatting bareng trus rutin tiap pagi sampe sore kadang ada yang berlanjut sampe malem. Yan alias yanuar nggak bosen-bosennya njodohin aku sama diyah. Tiap ada aku pasti yanuar nyomblangin terus, dan nggak bosen-bosen.
Sampe suatu saat aku chat berdua sama yanuar
Yan : ndra udah telpon diyah apa belom
hendra : belom lah......
hendra : emang kenapa?
Yan : Lambat lemot payah...............
hendra : Aku mau ngomong apa yan ?"
Yan : mau nggak jadi pacarku aaaaapa mau nggak jadi istriku
Yan : masak di ajarin
hendra : Ngawur ....
Yan : Diyah nunggu kamu kalo serius
Yan : Kemaren aku udah telpon diyah
hendra : trus diyah ngomong apa?
Yan : Rahasia ya....telpon sendiri kalo berani
Yan : 08886663662 ini no hpnya
Yan : telpon kalo berani
hendra : iya aku telpon
Yan : awas kalo nggak
..................
Aku pikir sibuk banget sih ini anak sampe segitunya nyomblangin. Aku catet no hpnya tapi belum ada keberanian untuk telpon, dan aku pikir-pikir ntar ke GR an lagi tu anak. Masalah comblang mencomblang akhirnya bukan cuma yanuari, semua temen-temen jadi comblang. 
Satu rahasia kecil sebetulnya aku udah pernah naksir diyah dulu waktu SMP, tapi jangan bilang-bilang ya?

ceritanya besok lagi ya.....................



Rabu, 06 Agustus 2008

Ingin Kembali

Mimpi seram yang selalu berulang...........
Membuat rasa kehilangan
Membuat...................
Ingin kembali dimana semua
Indah ... Menyenangkan ...
Nggak ada senyum terpaksa
Nggak ada tawa penghibur diri
Nggak ada pura-pura
Nggak ada ............
Semua dan semua
Sudah selesai



hik....hik....hik

Rabu, 23 Juli 2008

Senin, 07 Juli 2008

SMP 2 Gombong



Sudut-sudut sekolah yang masih seperti 17 tahun yang laluKursi tamu di depan Ruang Kep Sek
Kantin dan WC yang cuma dipisahkan tembok


Lorong yang penuh kenangan masih ada

Sabtu, 14 Juni 2008

Ketemu Edittag di Bandung


Akhirnya sampai juga di Kota Bandung hampir 2 hari keliling- keliling di Banten. Hampir jadi orang sakti kalo tambah 3 hari lagi, panas nggak kehujanan dan hujan nggak kepanasan.

Di Bandung pun terasa sangat singkat banget karena mungkin salah rencana, harusnya sih selesai acara di Banten langsung nginep di Bandung. Tapi karena pake biro perjalanan maka rombongan nginep di daerah Puncak Bogor.

Padahal aku udah janjian sama Agus Hery janjian di Bandung. Sampai Bandung pas Sholat Jum'at tepatnya di deket Ciamples.

Abis itu acara makan siang pun masih di daerah itu juga. Akhirnya aku ketemuan juga walau sangat singkat banget cuma bisa foto-foto bareng bu Agus Hery dan Hery Junior.
Tadinya hampir putus asa sampai aku telpon Hery maaf ya kalo nggak ketemu karena aku ikut rombongan Pemda Kebumen. Rupanya rombongan masih memberi waktu aku untuk ketemu Hery walau hanya kurang lebih 15 menit.
Ceritanya masih banyak pasti ada lagi nanti cerita berlibur ke Banten



Rabu, 11 Juni 2008

Liburan Di Banten

Disini akan menceritakan perjalanan yang lebih cocok di sebut liburan. Karena dalam jadwal yang saya dapatkan ada banyak tempat wisata yang akan di kunjungi. Pokoknya setiap hari akan ada liputan tentang obyek wisata yang di kunjungi.

Hotel Mambruk

Dimulai dari Hotel bintang 4 di Anyer, Hotel Mambruk dengan bungalownya yang sangat etnik. Hari ini perjalanan pertama ke obyek wisata pantai Karang Bolong (bukan Karang Bolong yang di Kabupaten Kebumen).
Ini Pantai Karang Bolong


Pantai Carita

Lalu acara di lanjutakan Makan siang dengan Ikan Bakar (Maaf foto tidak bisa di tampilkan takut pada kepingin)

Memang benar-benar Liburan yang asik dan bisa mengurangi stress.

Siang setelah makan rombongan pulang ke Hotel untuk sholat dan ganti pakaian. Setengah jam kemudian perjalanan di lanjutkan ke Banten Lama. Sebuah situs lama kejayaan kerajaan Banten yang masih meninggalkan kebesarannya. Masjid Banten Lama

Jurnal laporan hari ini terakhir sampai di Banten Lama besok Pagi sekali rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Kabupaten Lebak.

Tunggu Jurnal Besok.

Jumat, 06 Juni 2008

WWW.GOLAK.NET

Bukan mimpi kalo semua keinginan telah menjadi kenyataan.

Syukur selalu kita panjatkan kepadaNya, bahwa dengan kuasaNya dan KeinginanNya juga kita bisa menjalin tali silaturahami yang lama kita inginkan. Walau hanya di jagad maya, jagad yang tidak terbatas ruang dan waktu kita bisa kumpul bareng.

Bukan tangisan sedih tapi bahagia begitu baca nama-nama temen di smp, seolah membuka kenangan panjang dalam sejarah hidupku. Banyak kenangan sedih, senang dan semua masih segar diingatanku.

Semua temen yang masih ingin aku dan guru yang memberi banyak ilmu yang berguna buat aku. Masih banyak yang belum lepas dari otakku dan membuat aku merasa ingin kembali ketemu kalian semua.

Celana pendek dan rok warna biru tua dengan kemeja lengan pendek dengan lambang OSIS disaku kiri warna kuning, rasanya baru kemaren kita lepas.

Satu perjuangan yang tidak terlalu lama untuk bisa kita wujudkan untuk ketemu didunia nyata. Ucapan terimakasih buat semua yang mungkin nggak akan tersebutkan satu-satu.
Tidak ada sedikit pun penyesalan buatku menjadi angkatan 91, kalian semua banyak memberi pengaruh dalam hidupku.

Kita menjadi keluarga besar yang akan selalu ada sampe anak cucu kita nanti, ini baru mimpi seorang Hendra jaya.

Keinginan yang kuat membuat kita berpikir untuk mewujudkannya.
Jangan pernah malu kita semua saudara, tidak semua kita hidup selalu dalam keberuntungan mungkin dengan ini selain silaturahmi kita juga bisa saling membantu bila ada temen yang kurang beruntung, temen yang tertimpa musibah bukan materi semata tapi juga doa dan dorongan moril.

Mungkin bukan aku yang selalu diingat tapi ada GOLAK, bukan golak sembarang golak. Golak yang satu ini bikin kita mengenang masa - masa indah di SMP 2 GOMBONG.
Selamat untuk lahirnya http://www.golak.net/ semua ada disini. Sukses selalu dan memberikan bukti kekuatan angkatan 91.

Klik aja logo koempoel2 angkatan 91 di samping kanan, kamu akan ketemu temen2 disana.

Rabu, 21 Mei 2008

Bukan Jomblo Tiada Akhir 2

Foto itu bikin heboh dikelas adikku, dan akhirnya membuat semua jadi ruwet dan nggak asik lagi ……….jack. Ok ……….deh……jack. Ojek….
Pacar temen cewek yang foto bareng aku itu punya adik yang satu kelas dengan adikku. Akhirnya keributan pun tak terhindarkan, sebagai laki-laki aku harus bertanggung jawab untuk memberi penjelasan ke pacar temenku itu. Semua berakhir damai karena aku datangi dengan banyak tukang pukul ha….ha…..ha….ha. nggak senaif itu aku.
Akhirnya temenku putus sama pacarnya, dan dia minta pertanggung jawaban sama aku.
Tapi semua berakhir dengan damai dan indah jadi kenangan karena TTM (Teman Tapi Mesra). Sampai akhir masa SMA nggak ada kenangan yang nggak menyenangkan tapi tanpa ada perasaan sedih semua senang.
Masa lulus SMA masa yang penuh kenangan karena semua indah untuk dikenang, pernah satu kejadian waktu itu aku sampe keringet dingin keluar semua. Ceritanya ada gank cewek SMA yang beberapa anggotanya temenku satu kelas, gank yang ngaku smart and beautiful. Tapi nggak smart banget juga nggak beautiful banget mungkin dari keluarga mampu lebih tepatnya. Peristiwa yang bikin keringet dingin dan malu bukan main waktu gank itu lewat depan rumahku, kebetulan aku ada dirumah tetangga lagi main. Empat motor dengan delapan cewek diatasnya, jangan ngeres dulu pakaian mereka wajar dengan jaket kebanggan gank itu. Aku biarin aja mereka lewat, karena hanya dua orang yang temenku satu kelas dan yang lain nggak begitu kenal. Eh rupanya mereka mampir kerumah, aku nggak tau kalo mereka mampir andai kata adikku nggak jemput aku di tempat tetanggaku. Waduh aku mulai panik, belum pernah aku didatengi cewek sebanyak itu dan seksi-seksi (memang beberapa anggotanya termasuk kembang SMA lah ceritanya). Gank itu anggotanya nggak ikut semua jumlahnya aku nggak tau persis cuma memang kebanyakan manis dan seksi.
Sampai aku dirumah mulai aku panik sebab dirumahku banyak orang dan semua ngeliat aku waktu masuk rumah, karuan tambah nggakm PD aku. Delapan cewek itu udah ada di dalam dan ngobrol dengan ibu dan bapakku, ada kakakku dan dua adikku. Jadi ada 12 perempuan dan 2 laki-laki, setengah bangga dan bingung karena merasa ganteng banget aku waktu itu.
Tapi jujur yang ngomong aku jelek itu orang-orang yang sirik dan tidak suka kalo ada orang yang lebih ganteng dari dirinya.
Yang bikin keringat dinginku keluar adalah delapan cewek ini udah kaya kenal banget dengan keluargaku sampai dengan santai mereka suruh aku bikinin mereka minum. Celaka 12………ada yang santai ngobrol dengan orang tuaku ada yang nonton tv, ada yang ngobrol dengan kakakku dan adikku. Aku kaya pembantu dirumahku sendiri. Wah betul-betul bikin heboh lah.
Sampai sekarang aku masih merasa salah sama temen sd ku dulu, coba kalo dia baca pasti mau maafin aku.
Ini cerita semasa sekolah dasar sampai SMA, nanti mungkin cerita kuliah dengan judul yang beda.

Kamis, 08 Mei 2008

Memaknai Hari Kebangkitan Nasional

Kesadaran untuk menjadi bangsa yang merdeka dan bersatu untuk mengusir penjajahan dengan cara yang kooperatif. Bangsa yang besar selalu mengingat jasa para pahlawannya. Dan jangan sekali-kali melupakan sejarah.
Satu Nusa
Satu Bangsa
Satu Bahasa
Sumpah pemuda kemudian menjadi tonggak bersatunya pemuda di nusantara yang sama-sama ingin kemerdekaan.
Tapi satu abad kebangkitan Nasional yang kita rasakan justru sangat menyedihkan, sangat menyedihkan. Kita di jajah bangsa sendiri di perbudak bangsa sendiri.


Yang Muda Mabok
Yang Tua Korup
Hutan di lacurkan
Pulau di jual belikan
Wanita – wanita jadi pembantu di negeri orang

Belum habis air mata masyarakat kecil untuk merasakan merdeka, mereka yang selalu di injak dan diusir dari tanahnya.

Bangsaku
Bangsa Yang Besar
Bangsaku
Bangsa Yang Berani
Bangsaku
Bangsa Yang Saling Menghormati
Satu yang sudah hilang adalah bangsaku sudah kehilangan rasa malu.
Bangsa yang selalu menunjuk kesalahan pada yang lain, tersinggung bila diingatkan salahnya, bangsa yang bangga dengan korupsinya, bangsa tidak pernah mengkoreksi diri sendiri.
Indonesia tanah yang makmur kaya akan hasil bumi kini semua impor dari luar negeri, semua selalu dicari celah untuk memperkaya diri sendiri.

Korupsi sudah mendarah daging, sangat kronis harus diamputasi dan tidak mungkin diobati, pembalakan liar harus dihukum mati, pengedar narkoba jangan diberi ampun tiang gantungan menunggu.
Tapi hukum pun bisa dibeli, jaksa kasus BLBI bisa disuap sebobrok apa bangsaku. Apa dengan di cukupi kesejahteraan para penegak hukum akan lebih baik?

Semoga ini bukan pertanda akhir jaman, banyak pemimpin yang hanya mementingkan dirinya dan kelompoknya saja. Menjatuhkan lawan politiknya dengan segala cara dengan segala upaya, halal dan haram bukan jadi ukuran.

Seorang maling mati disiksa, para koruptor yang menghabiskan banyak uang rakyat termasuk si maling ayam yang kehabisan uang untuk memberi makan anak-anaknya. Justru bagaikan raja yang tidak pernah kenyang menghisap darah. Rakyat sudah tidak berdarah lagi tinggal kulit pembungkus tulang dan air mata.

Untuk Presidenku
Berantas korupsi jangan tanggung-tanggung, korupsi ada di semua dinas-dinas dari yang paling rendah sampai yang tinggi. Korupsi seperti seperti kentut, bisa dirasa sulit dibuktikan. Maaf bukan sulit tapi terlalu komplek, bersatu untuk menghabiskan uang Negara.
Hapus percaloan di semua bidang, putus semua birokrasi yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi.
Turunkan harga, cabut subsidi untuk orang-orang kaya berikan pada rakyat miskin.
Keamanan dan kenyamanan untuk berusaha dan bekerja.
Bubarkan premanisme.

Ini bentuk keprihatinan untuk INDONESIA.
Ibu Pertiwi sedang menangis sedih.
Ibu Pertiwi sedang di perkosa, oleh banyak konglometar dihisap minyak dan semua yang ada diperut bumi Nusantara bukan untuk rakyat Indonesia.
Noda besar yang terus kita jaga tanpa ada niat untuk di hapus dan diperbaiki untuk anak cucu INDONESIA.
Sekolah Mahal.
Gizi Buruk
Virus mematikan yang mengancam.
BBM naik
Banyak Pejabat menunggu Komisi, dan tidak pernah takut bahwa masih ada kehidupan setelah mati.

Salam buat Pemuda Indonesia

Senin, 28 April 2008

Bukan Jomblo Tiada Akhir

Hahahahahahaa………………………………….kata-kata yang menakutkan, maaf ini catatan pribadi bukan membela diri tapi sekedar minta respon dan pendapat.

Sebetulnya dalam keyakinan, nasehat orang tua dan temen – temen sudah banyak membuka pikiran ku untuk membuka hati dan memberi waktu untuk cinta.

Hanya untuk cinta puitis banget ya?............sori.

Aku mau cerita dari awal kenapa pikiran dan perasaan ku selalu berlawanan untuk masalah yang satu ini.

Aku empat bersaudara dan bukan kebetulan aku satu-satunya pejantan (cowok sendiri), kata orang biasanya anak laki yang ada diantara suadara perempuan biasanya perasaannya halus. Itu kata orang yang bisa benar tapi seringnya salah, kalo sebagai anak laki satu-satunya dalam keluarga biasanya terlalu perasa. Maaf bukan membela diri, kalo terlahir sebagai anak pertama biasanya menjadi pemimpin dari adik-adiknya. Dan kalo terlahir sebagai anak bungsu limpahan perhatian dan kasih sayang dari orang tua dan saudaranya penuh kepadanya. Kalo lahir di tengah, itu memiliki keduanya, bisa jadi pemimpin dan kadang juga manja.

Dari kecil aku merasa hal itu dan aku pun mengamati semua teman atau tetangga yang kebetulan dia juga satu-satunya anak laki dalam keluarga. Hampir benar semua pengamatan saya walaupun ada yang beda itu di sebabkan faktor lain.

Kurang tekun dan cepat bosan itu juga dimiliki sebagai dampak dari manja.

Aku anak kedua dari empat bersaudara, tiga saudaraku perempuan. Dari kecil aku udah jadi pemalas, nggak pernah belajar, tapi aku juga nggak suka jalan tanpa tujuan.

Jujur dari sd ada beberapa temen cewek yang menunjukan suka sama aku, sering main ke rumah selalu ninggalin surat di laci mejaku. Tapi waktu itu aku belum tau apa sih itu suka dan sayang, mungkin nggak kayak anak sd sekarang. Dulu masih aku simpan beberapa kartu ucapan ulang tahun dan hari raya dari cewek itu, sekarang nggak tau di mana. Sampai suatu hari saudaraku anak perempuan dari paman yang juga temen ku sekelas di sd cerita kalo dia dapat pesen dari temanku cewek yang sering kirim surat untuk menanyakan ke aku, mau nggak jadi pacarnya. Tunggu ini nyata jangan ada yang keberatan, cerita masih berlanjut.

Yang lebih mengagetkan lagi kan saudaraku itu bilang di depan semua saudaraku dan banyak saudara sepupu yang kebanyakan cewek, kalo yang cowok masih kecil-kecil waktu itu, memang kebetulan ada acara keluarga di rumahku. Spontan semua ketawa terutama kakakku dan ada dua kakak sepupu yang semua sekolah di sd yang sama. Aku cuma diam dan merah mukaku menahan rasa malu. Temenku cewek yang suka sama aku itu cantik dengan rambut asli seperti giring nidji, jadi kelihatan unik dan langka. Maklum di sekolah dasar kan yang langka dan unik itu malah jadi ejekan. Pokoknya aku malu banget, karena dua adikku selalu ketawa dan mengangkat kedua tangannya yang dilingkarkan ke atas kepala, jadi seolah-olah bentuk rambut kribo. Akhirnya aku jadi mulai menjauh dan seolah tidak kenal lagi sama dia, aku egois waktu itu dan sok kegantengan…….ha….ha….ha. Tapi semua udah berlalu dan itu jadi cerita yang patut di kenang.

Semasa SMP aku pernah sih suka dengan beberapa cewek tapi meraka nggak suka sama aku….ha…ha…ha. Yang jelas bukan satu angkatan, satu cewek kakak kelas dan satunya adik kelas, ini nggak menghasilkan cerita apa-apa. Karena ceweknya nggak suka sama aku. Aku di SMP minderan dan nggak percaya diri sebab ini sebuah resiko kalo jadi cowok yang terlanjur ganteng. Kita lanjut cerita ke SMA, di SMA aku menemukan banyak temen baru dan banyak cewek yang lumayan cantik tapi kembali ke pasal satu bahwa mereka juga nggak suka dengan aku. Trus aku berpikir apa aku kualatnya sama temenku sd dulu, jadi sampe SMA juga nggak dapat pacar juga? Ha….ha….ha…ha.

Sebetulnya bukan nggak suka mereka ke aku cuma memang aku sendiri yang malu melakukan pendekatan, semua aku perlakukan seperti temen biasa. Suatu kejadian di SMA yang menghebohkan pernah aku alami. Ceritanya sewaktu studi tour aku berpose teletubis (berpelukan) bareng dengan satu temen cewek dan terabadikan di kamera temenku.Waktu itu kita seneng-seneng aja nggak pernah mikir macem-macem memang pose yang wajar kalo cewek dan cowok “berpelukan”, dengan arti yang sebenarnya. Temenku yang mengambil gambar pun biasa aja. Studi tour di adakan setelah kenaikan kelas dari kelas dua ke kelas tiga. Setelah kita pulang ke sekolah waktu itu baru masuk kelas baru, kelas tiga. Walau penghuninya anaknya tetap tapi kita masuk kelas baru. Nah di situ baru aku ketemu temenku yang mengambil gambar aku. Aku kaget melihat hasilnya kelihatan begitu mesra, sedikit gambaran aku berpose berpelukan dan tangan temenku melingkar di perutku dan kepalanya ada di dadaku. Memang foto itu juga tanpa sengaja seperti hidden kamera, lokasinya pun mendukung di tepian danau. Fotonya langsung aku minta dan aku simpan, temenku cewek yang berpose bareng aku pun kaget kalo hasilnya bisa berarti lain. Memang bahasa gambar sulit di terka padahal waktu berpose banyak temen-temen yang lain, dan mereka juga berpose gila-gilaan juga tapi nggak seheboh fotoku. Masalahnya temenku cewek yang foto bareng aku udah punya pacar, adik kelas ku juga. Aku sampai lupa nyimpen foto itu dimana tapi yang jelas aku nggak berani taruh sembarangan. Aku simpan di buku kamus bahasa Inggris yang kebetulan waktu itu adikku juga udah kelas satu SMA. Jadi bisa di tebak kalo kamus itu pasti gantian pakenya, nah foto itu jatuh waktu.adikku maju kedepan kelasnya setelah di beri tugas oleh ibu guru bahasa Ingris.

Nah kira-kira apa yang terjadi di SMAku waktu itu………………….


Biasa takut bosen nanti aku sambung lagi ceritanya

Selasa, 08 April 2008

DPR Versus SLANK

Mau ikutan bersuara mumpung belum jadi wakil rakyat.
Kalo aku jadi wakil rakyat masih banyak kerjaan lain lah kenapa diambil pusing kalo nggak ya udah, mengambil istilah Gus Dur " Gitu aja kok repot ".

Kalo mau di vote antara wakil rakyat dan slank yang menklaim punya fans fanatik "slanker" hampir 2 juta orang. Kayaknya yang pantes jadi DPR justru slank. Itu hanya gambaran aja (takut salah).

Salah satu calon Presiden pada pemilu presiden lalu juga jeli dengan mengandeng slank untuk ikut mendukung pencalonan Capres tersebut.

Buat wakil rakyat jalankan tugas sesuai amanah dari rakyat, tidak usah terlalu pobia. Lirik lagu Slank kan judulnya aja Gosip Jalanan, jadi kalo gosip jangan dimasukin hati nanti kelihatan bodonya.
Kali gosip itu benar ya di klarifikasi kalo salah nggak usah ditanggapi, jangan di serang lagi kelihatan nggak intelek. Bukan orang yang berilmu tinggi tapi jadi tampak bodoh ditengah rakyat yang mulai kritis.

Syair lagu Gosip Jalanan

Pernah kah lo denger mafia judi
Katanya banyak uang suap polisi
Tentara jadi pengawal pribadi

Apa lo tau mafia narkoba
Keluar masuk jadi bandar di penjara
Terhukum mati tapi bisa ditunda

Siapa yang tau mafia selangkangan
Tempatnya lendir-lendir berceceran
Uang jutaan bisa dapat perawan
Kacau balau ... Kacau balau negaraku ini ...

Ada yang tau mafia peradilan
Tangan kanan hukum di kiri pidana
Dikasih uang habis perkara

Apa bener ada mafia pemilu
Entah gaptek apa manipulasi data
Ujungnya beli suara rakyat

Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit

Pernahkah gak denger teriakan Allahu Akbar
Pake peci tapi kelakuan barbar
Ngerusakin bar orang ditampar-tampar

Lagu udah empat tahun yang lalu baru sekarang bikin heboh, istilah KPK "Kalo bersih kenapa harus risih".
Aku bukan slanker tapi coba melihat dan merasakan yang lucu di negaraku Indonesia Tercinta.
Merdeka ........ merdeka untuk berkumpul dan berpendapat. Jangan ada lagi pencekalan.

Kamis, 03 April 2008

HASIL POLLING

Hasil polling kemarin yang diikuti 6 orang thok. Semua menginginkan dibentuk panitia dan 5 suara minta panitia yang tidak terlalu resmi.
Tapi sudah lumayan diluar dugaan saya sebelumnya dan gambaran saya kedepan
tentang acara koempoel-koempoel bareng 2008. Terima kasih untuk temen-temen yang udah menyempatkan untuk ikut polling dan memberikan suaranya.
Buat yang belum ada polling lagi dan besar harapan untuk bisa ikutan tinggal klik aja pilihannya
tidak dikenakan biaya apa pun.
Kenapa untuk urun rembuk aja nggak mau sih?
Kita semua sama ingin koempoel untuk melepas rasa kangen dan mengingat kenangan masa SMP.
Tidak ada yang eksklusif disini berangkat dari satu keinginan yang sama tidak harus siapa duluan atau hanya ikut aja. Apa pun keadaan temen-temen sekarang tidak usah merasa tidak pantas karena kamu semua ALUMNI SMP 2 ANGKATAN 91.
Ikuti polling sekarang ini.
Perlukah seorang ketua penyelengara acara koempoel-koempoel bareng 2008?

Usulkan Nama untuk ketua dan akan ada di polling selanjutnya........ok

Kamis, 27 Maret 2008

Usulan untuk Koempoel2 Bareng

Dalam perjalan pulang kerja aku dengar lagunya koes plus kaya gini syairnya

Telah Lama
Telah Lama
Kau ku tunggu
...........................
...........................
Hari ini
Hari ini
Kau Kembali

Kembali
Kembali kita bersama-sama lagi
..............................

Aku nggak apal semua syairnya dan judulnya pun aku nggak tau, tapi lagu itu enak banget di
apa lagi bayangin kalo sampe kita denger bareng wah nggak bisa dibayangin rasanya.
Yang ada di benakku sekarang apa temen-temen juga punya perasaan yang sama.
Segala usaha untuk ketemuan dan ngobrol di dunia maya sudah dilakukan, hasilnya belum
maksimal memang tapi namanya usaha pasti ada kendala.

Aku mau sedikit nyumbang pikir untuk acara koempoel-koempoel bareng 2008.
Kita belum bisa membayangkan sekarang apa yang akan terjadi nanti, tapi kita harus punya rencana:

1. Jangan terlalu muluk dulu dan harus ada target
     Itu meringankan kita dalam mengambil langkah berikutnya, nggak penting kita dapet
      ngumpul beberapa orang. Karena ini yang pertama

2. Begitu banyak masukan dan usulan di tampung dulu
    Karena semua itu bertujuan baik dan pasti ada kondisi yang tidak mungkin kita
     laksanakan semua usulan temen-temen.

3. Di buat Forum Info Resmi
     Segala bentuk informasi, sekecil apapun harus ada dan tidak menjadikan bias di forum chat.
     Disepakati informasi yang bener ada di "............................"

Untuk pertama kali aku akan minta pendapat temen-temen dan votenya untuk polling pertama.
Judulnya perlu kepanitian nggak acara kita ini?
Setiap habis vote isi komentarnya untuk masukan dan akan aku rangkum semua.
Sukses koempoel-koempoel bareng 2008

Kabarkan ke Temen-temen

Minggu, 23 Maret 2008

Poligami di Ayat - Ayat Cinta


Begitu jeli MD Picture dalam membuat film baik dan laku di pasar, antrian panjang untuk dapat nonton film Ayat-Ayat Cinta di hampir seluruh kota di pulau jawa. Dan Hanung Bramantyocukup bagus dalam menyutradarai cerita yang di angkat dari novel dengan judul yang sama karya Habiburahman El Shirazy. Biasanya film yang diangkat dari sebuah novel atau drama radio lebih bisa menarik pembanca dan dengar untuk melihat bila cerita yang pernah di baca atau di dengar menjadi sebuah film.
Dalam cerita cinta yang bukan cinta biasa ini banyak yang mempertanyakan poligami dalam film Ayat-Ayat Cinta. Poligami seperti apa?
Fahri bin Abdillah tokoh dalam film ini seorang pemuda Indonesia yang belajar di Mesir, banyak wanita yang kagum dan ingin menjadi istrinya. Fahri yang begitu lurus tidak ingin mengenal pacaran sebelum menikah. Maria Girgis wanita tetangga flat yang beragama Kristen Koptik sangat mengagumi Fahri. Nurul wanita Indonesia yang sebenarnya fahri 
pun suka cuma rasa minder membuatnya tidak berani untuk mengatakan suka.
Noura wanita yang menuduh Fahri telah memperkosanya karena cintanya yang tidak terbalas. Aisha wanita yang tertarik pada Fahri dan menjadi istri pertama Fahri.
Begitu banyak wanita yang kagum di sekitar Fahri membuat cerita cinta yang banyak mengambarkan perasaan wanita yang patah hati karena laki-laki pujaannya menikah dengan wanita lain, daan mereka rela untuk di Poligami. 
Di Indonesia Poligami masih menjadi suatu yang menakutkan bagi banyak wanita, dalam 
cerita Ayat-Ayat Cinta ini seorang yang taat beragama dan lurus juga merasa tidak bisa adil
kepada 2 istrinya Aisha dan Maria. Banyak konflik dalam cerita ini tapi pengakuan bahwa
adil di mata manusia itu sangat Subyektif dan tidak pernah akan Obyektif. Allah memperbolehkan laki-laki berpoligami tetapi harus adil. Sebetulnya Adil seperti apa yang Allah inginkan?

Minggu, 09 Maret 2008

Kenangan Lama


Foto bareng Sigit Infantoro (Petet), FX. Puji Kritanto (Toto), Aku, Susilo Wardoyo (Salamun Junior).
Buat temen-temen SMP 2 Gombong, ini pesen dari Jhon Mugi alias mugi kenteng.
ini peta Gombong buat kamu yang lupa pulang.

Koempoel-koempoel Bareng

Kenangan tidak selamanya harus dilupakan, banyak yang perlu kita ingat dan mencari
arti penting sahabat. Terima kasih buat Jhon Mugi yang berusaha keras ngumpulin
temen-temen. Usaha yang perlu dukungan.
Karsono untuk webnya yang memberi informasi dan kumpul-kumpul.
Di samping kanan ada logo gambar hati warna biru dan background warna kuning
itu kalo di klik akan masuk ke blog koempoel-kompoel bareng Alumni SMP 2 Gombong
"Angkatan 91".
Kalo lupa mungkin bisa inget nama-nama seperti:
Karsono ketua kelas 3D yang rumahnya di Kemukus.
Simon Bolivar kelas 3B yang hitam manis yang katanya dia suaranya khas serak dan keras.
Laemena alias Doni yang sekarang katanya sekarang udah jadi anak baik ha...ha...ha
Irawan Sagita Semondo, playboy 3E ( sori Wan)
Mugianto kentheng petinju kelas bulu yang rajin keruang BP ( ketemu bu Endang )
Partono, Lendra, Pardiyo gank Sedayu.
Jonatan alias Yoyo mayoret kita.
Diah dan Ratna juga mayoret.
Joko 3E ada banyak
Nur Wijaya alias Endul
Thomas 3B ada 2
Tri ada banyak baik cewek atau cowok
Teguh juga ada banyak.
Fery dan Uut (Pekuncen)
Wike Widowati dan Ani yang kalo sekolah dianter bis Sempor.
Endah Gg Beringin istrinya Didik (Endik)
Ari Kris yang keterima di Taruna Nusantara
Indra Roy Wijaya ( Pasek )
Sigit Infantoro ( Petet )
FX. Puji Kritanto (Toto)
Adi Wisnu dan Eko BY saudara tapi nggak kembar
Purwanto alias Ipung
Pamungkas Bocal Cilik Nakal
Agus Setiono Pamuji, Agus Hery Prasetyo, Agus Gg Sindoro (dulu Gg. Caplek namanya)
Rahayu ( Yayuk ) jere Mugi pacare Agus sp ha...ha...ha... (kena kowe)
Sri Ambiyati pacare Ahmad FAISAL
Muhamad Ali yang ini bukan petinju kaya Mugi
Mukman kyai kumatan ( jadi kyai kalo lagi kumat tok)
Eko Rus yang deket kecamatan Gombong rumahnya tanggane Endah.
Sidik tanggane Endul karo Yoyo
Imam fauzi, Imam Kurniadi trus Imam Sapaya aku klalen
Rahmadi, Lusiman
Salim Arab 3B, Salam 3E dan Samin 3E
Iwan Jatmiko ( Cokro ) dan Sigit (KTI) sing umahe nang Kemukus
Oom Komariah, Erna Kalibeji dan Irma Wonosigro (cinta sejatinya ketua kelas 3D)
Andi bongsor gunung mujil sing diantem Mugi
Wisnu Aji (Jidong), Wisnu Wicaksono Semanding

Sori nggak apal semua, tapi kalo kamu kenal nama-nama diatas dan pernah satu kelas dengan salah satu apa salah banyak atau jangan-jangan kamu sendiri.

Berarti Kamu Alumni SMP 2 Gombong Angkatan 91.

Silahkan kamu register di Koempoel2 Bareng (klik aja gambar di samping kanan), tulis alamat elektronik (email), no HP asal jangan no buntut (itu udah di larang) kalian dan
beritahu temen-temen yang lain.

Sabtu, 08 Maret 2008

Liat Matanya


Polos tanpa ada kebohongan, jujur tanpa ada basa-basi

Jumat, 29 Februari 2008

Bagian Terakhir Si Jem

Setelah aku selesai sholat, akupun kembali ke ruang tamu. Bu Endang tengah membuka bungkusan sate diatas piring.
”Ini mas sambil makan sate ayam, udah pesen dari tadi tapi baru dianter”, kata bu Endang.
”Iya bu... malah jadi ngerepotin”, kataku penuh basa-basi, sebetulnya aku masih agak kenyang.
”Mas.... saya dengar mas hendra udah ngelamar dan ibu mas hendra udah ke rumah Ella”, tanya bu Endang.
“Nggak bu …… belum pernah ngelamar Ella, waktu itu saya cuma ketemu orang tuanya dan keluarganya”.
“Saya waktu itu bilang sedang dekat dengan Ella di depan ibu dan bapaknya serta tante-tantenya Ella”, jelasku.
“Katanya ibu mas hendra juga pernah ke rumah Ella”, tanya bu Endang.
“Oh …… nggak bu, memang waktu itu saya ajak njemput Ella tapi ibu saya tidak turun dari mobil”, jawabku.
Memang rumah Ella di gang nggak jauh dari jalan besar memang tapi mobil tidak bisa masuk.
"Iya ibu saya memang suka dengan Ella, sering ibu saya tanya hal-hal tentang Ella tapi saya jawab sebatas tidak akan ada pertanyaan berikutnya", tambahku lagi.
"Maksud mas hendra gimana?......tidak ada pertanyaan berikutnya?", tanya bu Endang.
"Ibu saya pernah tanya hubungan Ella dengan bapak?", jawabku.
"Sebab pernah sebelumnya ibu saya ketemu dengan bapak dan Ella di rumah makan", tambahku.
"Mungkin filling seorang wanita lebih kuat ya bu?", kataku.
"Mas apa bapak pernah bicara kenapa tidak bisa melepas Ella?", tanya bu Endang.
Sambil menghabiskan makanan aku pun menjawab pertanyaan bu Endang.
"Alasan bapak karena rasa bersalah bapak sudah merusak Ella dan tidak bisa menikahi Ella seperti apa yang Ella minta".
"Tapi saya juga heran dengan bapak, begitu tau kalo Ella suka dengan saya pun bapak belum bisa melepas Ella bu", jawabku lagi.
Kami ngobrol lama hingga hampir magrib, aku pun merasa bu Endang tau maksudku ingin pamit pulang.
"Pesan saya buat mas hendra jauhilah Ella".
"Inget mas .......... bahwa kalo kita yakin ke depan tidak akan baik buat apa diteruskan", pesan bu Endang.
Aku pun cuma bisa menganggukan kepala tanpa berkata-kata.
"Mas nanti kalo saya ganggu lagi nggak apa-apakan mas?", kata bu Endang.
"Oh nggak apa kok bu", jawabku.
"Kalo gitu saya pamit ya bu", kataku sambil berpamitan dengan yang lain yang ada diruangan itu.
Aku pun pulang dengan banyak pertanyaan kok bisa ya seorang wanita yang diduakan malah menasehati aku untuk meninggalkan wanita yang merusak rumah tangganya. Ada orang yang rela dan tidak membiarkan orang lain disakiti oleh wanita yang sama. Itu baru pikiranku sendiri yang belum memahami sepenuhnya arti pertemuan dan pembicaraan tadi. Sebetulnya kurang kalo ingin tau sebenarnya, tapi waktunya yang terlalu pendek karena aku ada janji dengan keponakanku untuk jalan-jalan malem mingguan. Maklum udah jadi paman. Sampai sini dulu ya ceritanya, besok aku mau cerita pacarku yang baru gimana setuju nggak.

T A M A T

Selasa, 26 Februari 2008

Siapa Si Jem?

Hari yang ditunggu pun akhirnya datang juga. Sabtu minggu lalu jam 2 siang handphoneku bunyi, aku liat nomer penelpon, ya aku nggak tau dari siapa.

“Hallo…….”, suaraku menjawab pangilan di hpku.
“Assalamu’allaikum.............. mas hendra”, suara wanita yang mengucapkan salam.
Aku ingat itu suara bu Endang, dan aku balas salamnya,“Walaikumsallam...........bu”.
“Apa nggak nganggu nih ....mas”, tanya bu Endang.
“Oh....nggak hari ini saya memang lagi dirumah dan nggak ada acara kemana-mana”, jawabku.
“Biasanya kalo sabtu ke lapangan liat kerjaan.....he..he..he..”, guyon bu Endang.
Ya memang di lingkungan bidang usahaku memang biasanya hari sabtu sering dihabiskan dilapangan menyelesaikan masalah pembayaran tenaga kerja. Bu Endang hapal karena suaminya mempunyai usaha yang sama dengan aku.
”Nggak tau bu hari ini saya lagi males dan udah saya suruh adik saya ke lapangan......apa karena mau di telpon bu Endang ya?......ha...ha....ha...”, jawabku juga.
”Mas kalo nggak ngerepotin saya pingin ngobrol sama mas hendra”, kata bu Endang.
”Kok ....ngerepotin sih”, jawabku.
”Katanya lagi males kemana-mana”, katanya lagi.
”Kan ke lapangan....... ibu dimana sekarang?”,tanyaku.
”Saya di tempat ibu saya di Jalan Kartini........taukan mas?”, jawab bu Endang.
”Baik bu saya ke situ setengah jam lagi”, kataku.
”Terimakasih ya mas.......Assalamu’alaikum”, kata bu Endang sambil menutup telponnya.
”Walaikumsalam”.

Aku pun bergegas ke kamar ku untuk ganti baju, memang jarak dari rumahku ke tempat orang tua bu Endang tidak jauh kira-kira 5 menit kalo naik sepeda motor.
Aku sempatkan makan siang dulu, dari pagi rasa males ngapa-ngapain memang.
Kira-kira jam 3 sore aku pamit ke ibuku untuk ketemu temen, kalo aku bilang ketemu bu Endang pasti akan banyak pertanyaan.

Aku pun berangkat menuju rumah orang tua bu Endang. Tepat di depan rumah orang tua bu Endang aku lihat mobil kijang warna merah hati dan aku yakin itu milik bos Ella.
Tampak seorang ibu setengah baya tengah berdiri di depan rumah itu dan seperti menyuruh seorang pembantu untuk membersihkan halaman depan.

”Mas hendra masuk .............mas”, kata ibu setengah baya itu yang tidak lain adalah bu Endang.
”Lagi bersih-bersih ya bu”, kataku sambil memasukan sepeda motorku ke halaman rumah. Rumah orang tua bu Endang memang luas dan tepat didepan jalan besar dengan pagar besar dari besi.
”Iya mas......kasihan ibu kan sendirian jadi sebulan sekali saya bawa pembantu buat bersih-bersih”, jawab bu Endang.
”Kalo gitu saya nganggu bu?”, tanyaku lagi.
”Ya nggak mas hendra kan sengaja saya undang kesini”, jawab bu Endang sambil berjabatan tangan dengan ku.
”Masuk sini mas......kita ngobrol di dalam aja”, lanjutnya.

Akupun masuk ke dalam rumah, aku liat ada seorang nenek kira-kira umurnya hampir 90 tahun itulah ibu dari bu Endang. Dan seorang supir keluarga bos Ella, dan aku kenal namanya pak Harto. Pak Harto ini nggak disukai bos Ella karena lebih dekat dengan bu Endang, jadi setiap kelakuan bos Ella pasti dilaporkan ke bu Endang. Aku juga tau dari bos Ella sendiri.
Tepat diruang tamu dengan sofa yang kelihatan masih baru aku pandangi seluruh ruangan dan foto yang terpajang diruangan itu. Bu Endang anak tunggal jadi foto yang ada diruangan ya foto keluarga bos Ella bersama anak-anaknya.

“Maaf lo mas sambil dibersihin”, kata Bu Endang.
Sambil memberi petunjuk pada pembantunya kalo nggak salah namanya Yati, yati ini bisu dan tuli, untuk ngepel lantai depan dulu karena ruang tamu ada aku.
“Nggak pa pa kok bu”, jawabku.
“Kita langsung cerita aja ya mas”, bu Endang berkata sambil mengulurkan tangan menyuruh aku duduk.
“Sebetulnya apa sih maksud mas hendra suka dengan SI JEM”, kata bu Endang.
”Si Jem...? siapa bu”, tanyaku penuh keheranan.
Dengan senyum dan suara tertawa lirih bu Endang bilang.
”Si Jem itu ya Ella”.
“Anak-anak kalo nyebut nama Ella pasti Si Jem”, kata bu Endang.
“Oh……jadi Si Jem itu Ella”, aku pun ikut tersenyum dalam hati ku bertanya berarti selama ini anak-anak bu Endang telah tau sejauh mana hubungan bapaknya dengan Ella.
“Kok bisa di kasih nama Si Jem?”, tanyaku penuh selidik.
“Ya pastinya nggak tau kenapa, dari empat anak saya semua ya menyebut Ella ya Si Jem”, Jawab bu Endang.
“Kenapa bisa suka sama Si Jem?”, tanya bu Endang lagi
“Saya cuma kasihan aja bu sama Ella”, aku menjawab dari bu Endang.
”Apa pantas di kasihani mas?”, tanya bu Endang tampak kurang senang.
”Ini bukan yang pertama Si Jem pacaran dengan laki-laki selain bapak”.
”Tapi semuanya sama mas.........nggak ada yang jadi, apa karena suami saya yang nggak mau melepas atau memang Si Jem yang nggak tau malu”, tambah bu Endang.
”Menurut saya kok nggak pas, kalo mas hendra tau semua tiba-tiba bisa bilang kasihan”, tambah bu Endang.
”Saya cuma tidak bisa membayangkan kalo Ella itu adik saya.............bu”, jawabku.
”Mas ...... punya bayangan juga nggak kalo saya ibu mas hendra”, kata bu Endang.
Pandangan yang tajam ke arahku yang membuat aku terdiam dan mulai binggung.
”Jangan bingung mas...... saya kan bukan ibu mas hendra”, dengan senyum yang membuat aku bisa bernafas panjang. Jadi bu Endang lebih obyektif untuk menilai aku sebagai orang lain yang ada dalam cerita rumah tangganya.

Dari dalam Yati datang membawa dua buah cangkir teh hangat. Aku minta ijin untuk menyalakan rokokku, bu Endang dengan bahasa isyarat menyuruh Yati mengambil asbak buat aku.
“Iya mas kemarin saya baru pulang dari Jogja, seperti yang saya sampaikan di telpon, saya udah bicara dengan anak saya”.
“Saya sampaikan bahwa belum ada pernikahan antara Si Jem dengan bapak mereka”, kata bu Endang lagi.
”Apa dengan semua anak-anak bu?”, tanya ku
”Oh nggak cuma sama Mai anak sulung saya”, kata bu Endang.
”Trus mas hendra pengen tau apa jawaban anak saya”.

Aku pun binggung kenapa jawaban dari anaknya di tanyakan padaku, semakin aku nggak ngerti maksud dari bu Endang.
”Apa yang di katakan Mai bu?”, aku bertanya.
”Mai bilang sama saya mas”.
“Apa ibu percaya dengan orang-orang di link nya bapak”.
”Mereka kan sudah bisa menikmati kebohongannya bapak selama ini”, kata Mai.
’Jangan-jangan ini cuma konspirasi aja untuk sebuah pengakuan aja”, kata-kata Mai yang di ceritakan ulang bu Endang kepadaku.
”Kalo saya tidak pernah ingin menjadi pahlawan atau apapun di keluarga ibu dan bapak, tulus saya cuma mau nolong Ella”, jawabku.
”Itu sudah saya sampaikan mas.....sama anak saya”, kata bu Endang.
”Yah .......... itu yang harus mas hendra tau bahwa anak-anak tidak percaya begitu aja”, tambah bu Endang.
”Ini semua yang dari dulu saya takutkan mas........ bahwa anak-anak sudah antipati dulu kalo ada orang yang berusaha meyakinkan kalo bapak mereka belum melakukan pernikahan dengan Si Jem”.
”Semua proteksi untuk anak-anak saya tau seperti bapaknya sudah saya coba mas, tapi mereka tau dari banyak orang di luar sana”, jelas bu Endang dengan mata yang mulai berembun air mata.
Entah sudah berapa batang rokok aku hisap, sampai ibu Endang permisi untuk sholat Ashar dulu.
”Mas...... saya sholat Ashar dulu ya, kalo mas hendra mau sholat disana ada sajadah udah disiapkan”, kata bu Endang.
”Iya bu ”, jawabku.
Aku pun menuju tepat wudhu tak lepas mataku melihat dinding ruang yang dihiasi foto-foto keluarga dari bos Ella dengan bu Endang serta anak-anak mereka.

TAKUT BOSEN BACANYA BERLANJUT YA ...........................

Kamis, 21 Februari 2008

Tinggal Kenangan

Kabar tentang Ella hanya bisa aku dengar tanpa bisa aku konfirmasi langsung dari Ella. Semua itu mungkin juga salahku yang terlalu buru-buru, atau memang tuhan sudah menunjukan yang terbaik untuk hubunganku dengan Ella. Banyak dukungan yang membuatku tegar menghadapi semua dan tentangan yang membuatku berpikir dan selalu berdoa mohon petunjuk dari Nya. Terakhir aku dengar bahwa bos Ella marah besar kepada aku dan mengatakan, aku tidak punya Etika aku anak kuliahan tapi tidak punya sopan santun pada orang tua, bukan manusia dan banyak makian yang lain. Itu semua cuma aku bisa dengar dari orang lain, karena Ella dan bosnya tidak pernah mau mengangkat telponku dan membalas smsku. Kadang emosiku terpancing untuk membalas semua ini, tapi setelah aku berani cerita di blog ini dan banyak dari pembaca juga memberi komentar aku lebih enjoy menghadapi semua ini. Walau cerita asmaraku dan Ella kurang lebih 3 bulan tapi serasa aku kenal betul dia. Wanita yang tegar dan rapuh, sifat yang bertentangan tapi dia miliki semu. Semua orang melihat Ella wanita yang tegar dengan menjadi istri kedua (hanya pengakuan) bosnya yang masih berkeluarga. Tapi sebetulnya sangat rapuh dalam dirinya untuk bisa menerima semua yang dia terima. Dia pernah putus asa dan mengatakan," tuhan kok nggak adil". Aku rela kalo Ella mendapatkan pendamping yang lebih baik dari aku. Itu pun pernah aku katakan keadanya, Aku siap meninggalkan mu ....la, kalo kamu dapatkan orang yang lebih baik dari pada aku".

Jumat, 15 Februari 2008

Telpon Yang Tidak Terduga

Aku nggak pingin bikin cerita Ella berkepanjangan tapi lebih ke diary pribadiku yang terus dan terus ada. Ini masih ada kaitannya dengan Ella dan Aku.

Tepat 2 hari setelah aku posting terakhir Aku dan Ella, tepat jam 4 sore ada telpon untuk aku ke nomor rumahku. Tapi aku tidak ada dirumah, kebetulan aku belum pulang. Setengah jam kemudian aku sampai rumah dan adikku bilang kalo tadi ada telpon dari Bu Endang.
Aku cuma tanya adikku, "bu Endang siapa ya?"
"Nggak tau", jawab adikku.
"Besok lagi tanya keperluannya",kataku
Aku pun tidak mikir yang macem-macem, karena capek dan trus aku mandi karena ada niatan kami sekeluarga berangkat ke Jogja malem itu.
Tepat selesai mandi dan ganti pakaian di kamarku, telpon rumahku berdering. Kriiiiing.......kriiing......kring.....
"Rim......angkat telponnya", jeritku dari kamar suruh adikku mengangkat telpon.
"Mas.... ada telpon dari bu Endang tuh", suara adikku dari balik pintu kamarku.
Buru-buru aku keluar dan aku angkat telpon,"Hallo....".
"Hallo ........ mas hendra ya?", suara dari telponku.
Aku tidak asing dengan suara itu, ya suara bu Endang istri dari bos nya Ella.
"Bu Endang ya.....ada apa bu?", tanyaku kaget.
"Nggak cuma mau telpon mas hendra aja", jawab bu Endang dengan penuh hati-hati.
Aku pun penuh basa-basi menanyakan kabar,"Gimana bu bapak sehatkan?".
Dengan pertanyaan itu bu Endang dengan tepat menyambar umpan pertanyaan dari aku dengan bertanya balik.
"Apa mas hendra udah nggak pernah kontak dengan bapak?", tanyanya
Aku pun terdiam karena binggung harus jawab apa.
"Ya ...... udah lama bu, bapak nggak mau angkat telpon saya",jawabku
"Iya mas, ingat nggak waktu mas telpon bapak waktu itu dan nggak diangkat ada saya disebelah bapak", jawab bu Endang.
Aku pun terdiam, sebetulnya ada apa ini?
"Maaf ya mas hendra, mas hendra mau melamar Ella.....?", tanya bu Endang.
Aku kaget dengan pertanyaan itu.
"Ibu tau dari siapa kalo saya mau melamar Ella....",jawabku
"Sebetulnya sudah agak lama.....tapi baru sekarang saya tanya mas hendra".
"Kemarin saya nggak sengaja baca sms mas hendra yang ditujukan ke Ella di hp bapak", jelas bu Endang.
Oh jadi selama ini aku sms ke Ella dan di tranfer ke hp bosnya, dalam hati ku berkata.
"Banyak mas, sampe sms mas hendra yang mau mencium kaki bapak kalo bapak mau menikahi Ella", Tambahnya lagi.
"Oh maksud saya cuma meyakinkan Ella bahwa bapak tidak akan menikahi Ella bu...", jawabku takut kalo bu Endang salah sangka dengan smsku itu.
"Iya mas saya tau", jawab bu Endang.
"Apa mas hendra tau siapa Ella sebenarnya?", tanyanya lagi.
"Tau bu.........saya tau semua baik dari Ella sendiri maupun dari bapak",jawabku.
"Bener mas hendra tau semua...........kenapa mau sama Ella",lanjutnya.
"Saya kasihan bu.......dan maaf saya bukan ingin jadi pahlawan di keluarga ibu, yang berusaha memisahkan Ella dengan bapak", jelas ku.
"Oh anda salah mas ...... buat saya sudah tidak peduli lagi dengan apa yang dilakukan suami saya",kata bu Endang.
"Maksud ibu apa?",tanya ku dengan perasaan kaget juga.
"Buat saya sekarang yang lebih penting adalah masalah dengan anak-anak saya mas".
"Karena saya nggak mau anak-anak saya jadi broken home dan liar setelah dia tau kelakuan bapaknya",tambahnya lagi.
"Saya cuma mau tanya apa Ella dan bapak sudah menikah resmi ataupu siri?", tanya bu Endang kepada aku.
"Belum bu......saya dapat keterangan bahwa mereka belum menikah yang dari bapak dan Ella sendiri",jawabku.
"Karena kata banyak orang bahwa mereka sudah menikah siri waktu saya naik haji tahu lalu",bu Endang kurang yakin.
Tahun Lalu memang bu Endang naik haji dengan anak laki-lakinya. Dan memang isu dimasyarakat di kampungnya memang santer kalo Ella di nikah siri oleh bosnya.
"Saya berani yakin belum bu,......karena keduanya saya tanya jawabannya sama, bahkan ke Ella saya tanya lebih dari satu kali".
"Alasannya Ella tidak mau dinikah siri dia maunya dinikah resmi",tambahku lagi.
"Apa mas hendra bener mau menikahi Ella?",tanya bu Endang lagi.
"Tadinya .... iya tapi sekarang saya lagi pikir-pikir bu",jawabku.
"Lho .... kok gitu?..... mas kalo pesan saya nggak usah mas",kata bu Endang.
Aku pun jadi tambah nggak ngerti maksud dari kata-kata bu Endang. 
Seharusnya dia mendorong aku untuk menikahi Ella, supaya suaminya bisa lepas dari tanggung jawab kepada Ella.
Itu pikiranku tapi kok bu Endang malah mengingatkan aku untuk menjauhi Ella.
Lama telpon dari bu Endang sore itu hampir satu setengah jam.
"Mas saya cuma mau minta tolong mas hendra memberi tau anak-anak saya bahwa belum pernah ada pernikahan antara bapak dan Ella", pinta bu Endang.
"Saya nggak ingin ada dendam anak-anak saya kepada Ella,.....buat saya, Ella juga akan jadi calon ibu pasti akan tau apa yang saya rasakan sekarang mas",tambah bu Endang.
"Hubungan saya dengan Ella udah selesai bu,....... tapi untuk meyakinkan semua bahwa tidak pernah ada pernikahan antara Ella dan bapak saya siap bu",jawabku.
"Terima kasih ....... mas, nanti saya akan bicara dengan anak saya yang sulung karena dia juga tau masalah ini", kata bu Endang.
"Nanti saya telpon lagi mas hendra untuk bisa bicara bareng sama anak saya", tambahnya lagi.
"Baik bu saya siap bantu kalo itu bisa membuat baik semua",jawabku.
"Assalamu'aikum".
"Walaikum salam" jawabku telpon pun terputus.

Minta komentar dan aku harus gimana kalo ketemu anak-anaknya bu Endang.

Senin, 11 Februari 2008

AKU DAN ELLA ( bagian terakhir )

Akhirnya apa yang aku pikirkan terbukti, bahwa bos Ella tidak akan rela melepaskan dan merelakan Ella dengan laki-laki lain. Perjalanan saving Ella pun harus berhenti karena sikap Ella sendiri yang tidak pernah tegas untuk memilih aku apa bosnya.
Setelah hampir satu bulan aku dan Ella pacaran, akhirnya Ella memberanikan diri untuk menulis surat ke bosnya, isi surat itu :

Apa sebenarnya semua ini karena bapak kecewa dengan sikap saya akhir-akhir ini yang mungkin menurut bapak terlalu berani dan melawan bapak ? Selama ini bapak banyak mengajarkan saya untuk bisa bersikap tegas dan berani sepanjang kita yakin hal itu benar. Ketika saya mulai bisa membangun keberanian dan ketegasan sikap untuk diriku sendiri, malah jadi dianggap melawan bapak. Mungkin saya memang baru bisa membela diri saya sendiri. Sepanjang enam tahun kebersamaan kita mungkin saya memang sudah terlalu banyak menuntut sama bapak. Dan terakhir saya menuntut untuk bapak menikahi saya. Tapi beberapa hari yang lalu bapak marah besar atas permintaanku itu. Itu bukan cinta murni tapi lebih tepat dianggap cinta lonte. Itu pendapat bapak saat itu. Sakit hati sekali waktu aku mendengar hal itu. Tapi aku harus sadar kondisi bapak sedang emosi saat itu. Lebih baik saya diam kan ? Aku tak berani menyinggung hal itu lagi. Saya tau itu menyinggung perasaan bapak. Saya tau itu keputusan yang sulit buat bapak. Dan bapak juga harus tau bahwa hal itu juga sulit untuk bisa aku terima. Ternyata pendapat kita tentang cinta dan pernikahan berbeda jauh. Walau saya sadar betul hubungan kita sudah sangatlah dekat. Memang sangatlah sulit untuk mencari jalan yang terbaik dengan begitu banyak rintangan dan perbedaan diantara kita. Selama ini saya sudah mencoba untuk bisa mengimbangi bapak, tapi ternyata itu belumlah cukup membuktikan keseriusan saya ke bapak. Terlalu banyak ketidakpercayaan diantara kita.

Satu hal yang perlu bapak tau, SAYA PINGIN BISA MANDIRI. Itu saja. Selama ini saya selalu bergantung sama bapak. Apa yang saya lakukan dan putuskan semua bergantung dari bapak. Apa yang saya terima dan saya dapat semua dari bapak. Karena bapak kasihan dan merasa harus bertanggung jawab atas diri saya kan ?. Saya dekat dengan bapak dan saya juga karyawan bapak. Tapi saya tak pernah bisa jadi diri saya sendiri. Bahkan ketika saya ingin melakukan hal untuk keluarga saya itupun harus atas ijin dan persetujuan bapak. Sepertinya saya nggak punya hak untuk melakukan dan memutuskan apapun. Saya tau sekali bapak sayang sekali sama saya dan keluarga saya. Bapak ingin memberikan yang terbaik buat saya sekeluarga. Saya sangat berterima kasih dan tidak akan lupakan hal itu.

Kalau kebersamaan kita dan tuntutan saya justru malah menambah sakit dan beban buat bapak, lupakan saja hal itu. Saya tidak akan lagi menuntut hal itu apalagi tuntutan materi dan harta. Apapun yang sudah dan pernah terjadi diantara kita itu bukan karena keterpaksaan tapi karena saya memang suka dan ikhlas. Dan itu akan menjadi kenangan indah dan manis buat saya. Jadi bukan karena tuntutan materi ataupun harta. Seandainyapun kebersamaan kita hanya cukup sampai enam tahun saja semoga dikemudian hari tidak ada dendam dan permusuhan diantara kita. Tapi yang ada hanya persaudaran dan tali silaturakhim yang baik diantara kita.

                                                                                                                      Salam Sayang
                                                                                                                                Ella



Dari surat itu bos Ella trus berusaha mencari tau siapa laki-laki yang telah merubah Ella. Bos Ella pun sempat tanya aku tau tidak siapa pacar Ella. Setiap kali ada kesempatan bos Ella selalu mengajak Ella untuk keluar kota untuk alasan kerjaan. Itu nggak pernah dilakukan hampir dua tahun terakhir tapi kini sering setelah Ella menulis surat itu. Singkat cerita akhirnya Ella bilang pada bosnya kalo akulah pacarnya.
“La ............ aku nggak pa pa kok kalo kamu memang suka dengan pria lain”, kata bosnya.
“Bapak cuma nggak mau kamu buat mainan laki-laki”, tambah bosnya
“Pak ....... bolehkan  kalo laki-laki itu mas Hendra”, tanya Ella pada bosnya.
Dengan sedikit kaget bosnya menjawab,”Oh……….bapak setuju, bapak kenal hendra dia anak baik”.
“Tolong ….. hendra suruh kesini dan bilang sama bapak”, tambah bosnya.
”Karena bapak pingin tau keseriusan dia sama kamu”, kata bosnya lagi.
Dengan Ella menceritakan semua itu bosnya mulai ada rasa nggak suka dengan aku. Tidak seperti dulu tiap kali aku di telpon suruh ke kantornya ya hanya sekedar ngobrol, sekarang nggak pernah lagi.

Ella pun menyampaikan padaku apa keinginan bosnya untuk ketemu aku. Aku jawab buat apa aku ketemu bosmu, kalo ketemu orang tuamu aku mau.
”Aku laki-laki la ....tolong hargai aku, masak aku harus bilang ke bosmu kalo aku suka kamu”, jawabku.
”Mas ini untuk kebaikan hubungan kita”, jelas Ella.
”Baik apanya? …….. kamu sudah menjatuhkan harga diri aku”.
“Kalo selama ini ……. Hubungan kamu dan bosmu sebatas atasan dan bawahan, ok aku akan bilang ke bosmu…….tapi”, penjelasanku ke Ella.
“Mas ……. Bapak cuma ingin aku nggak buat mainan laki-laki”, tambah Ella.
“Oh jadi selama 6 tahun kamu nggak sadar juga udah buat mainan laki-laki”, jawabku dengan emosi.
“Apa jangan-jangan bukan laki-laki karena nggak berani tanggung jawab”, tambahku lagi.
”Kamu minta nikahi karena cinta kamu sama dia malah dibilang cinta lonte”, Omelanku biar Ella sadar.
Aku juga tau kalo Ella nggak bisa melupakan begitu aja jasa bosnya selama ini. Dan akhirnya dari semua itu semua handphone Ella di sita oleh bosnya. Komunikasi dengan Ella pun terputus, doktrin yang kuat dari bosnya membuat Ella takut.

Sampai aku tulis cerita ini hubunganku dengan Ella nggak jelas. Untuk bisa ketemu sudah tidak mungkin karena bosnya punya sudah mendokrin keluarga Ella dan orang-orang disekitar Ella, jelek sekali namaku dikeluarga Ella dan banyak temen-temenku.

Cinta Ella yang membuat aku menjadi orang bodoh, orang yang hilang, orang yang tidak tahu malu. Tapi cinta Ella bikin aku menjadi orang dewasa yang menerima perbedaan untuk memandang hidup kedepan.

Dengan belajar menulis jujur di blog ini aku semoga Ella sendiri membaca dan tau tujuanku sebenarnya yang sampai sekarang pun belum aku sampaikan ke Ella.

Aku masih sayang kamu La..............................terserah kamu menilai aku.

Cinta itu tidak bisa dipaksakan itu benar, cinta yang didasari kasihan dari salah satu tidak akan berbentuk cinta sejati, bila yang lain merasa tidak perlu dikasihani.

Para pembaca ini betul true story, sebetulnya ini episode terakhir yang aku paksakan untuk selesai biar nggak pada bosen.

Terimakasih buat blogger.com yang udah memberi tempat aku menulis, edittag/onokarsono/q4midz yang mengenalkan aku dengan blog. Juga nggak lupa buat semua pembaca dengan komentar-komentarnya yang tidak bisa disebutin satu-satu.

T A M A T

Sabtu, 09 Februari 2008

Aku dan Ella ( bagian 4 )

Malam harinya aku telpon Ella, karena aku cemas banget dengan kejadian hari ini.
tuut...tut.........tut. suara dari telpon Ella yang tandanya sedang tidak aktif. Rasa penasaran kenapa hp Ella tidak aktif, aku coba juga hubungi no hp Ella yang lain. Tapi semua tidak aktif. Aku mulai merasa ada sesuatu yang terjadi pada Ella, mungkin dia sedang pergi dengan bosnya.

Akhirnya aku ketiduran di depan tv setelah berkali-kali aku coba untuk telpon dan tetep juga tidak pernah aktif hpnya. Aku tinggalkan pesan singkat ke hp Ella, La nanti telpon akunya jam berapapun aku tunggu.

Tiba-tiba handphoneku berdering, aku pun terbangun . sambil berjalan mendekati hpku yang aku taruh di meja kamarku, aku melihat ke jam dinding kamarku. Aku lihat jam 3.25 WIB , hampir subuh. Rupanya Ella telpon aku, "Hallo......", jawabku.
"Assalamualaikum .........mas", salam Ella dari hpnya
"Walaikumsalam", jawabku lagi.
"Maaf mas tadi hp aku matiin semua karena...........", Ella menjelaskan.
Langsung aku potong penjelasannya,"Kamu pergi dengan bapak kan?".
"Katanya mas tidak akan marah dan bisa menerima?", Ella minta aku mengerti.
"Oh iya .......... tapi kamu kan janji akan berusaha menolak kalo di ajak keluar yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan", jawabku.
"Mas aku masih belum bisa menolak permintaan bapak", kata Ella.
"Apa sebabnya kok nggak bisa, kasih aku alasan", aku mulai emosi dengan sikap yang labil dari Ella.
"Kenapa sih mas kok selalu nggak bisa sabar, denger aku dulu dong", Ella menjawab dengan nada keras.
"Udah kita ketemu besok, aku capek mas mau tidur", jawab Ella dan menutup telponnya.
"La......la.........jangan di tutup dul...", ucapanku terhenti karena hp Ella udah terputus.

Aku pun nggak tidur sampai pagi, sambil membayangkan apa yang dilakukan ella semalam dan merasa bersalah juga karena terlalu cepat aku emosi. Harusnya aku mencoba sabar untuk bisa mendengar penjelasan Ella. Rasa cemburu yang besar membuat aku kehilangan kontrol untuk bisa menjaga hati Ella. Wajar kalo laki-laki cemburu itu yang ada dalam pikiranku, tapi apa ini yang namanya cinta. Cinta yang berawal dari rasa kasihan apa bisa bertahan lama?

Jam setengah delapan biasanya Ella sudah siap-siap berangkat ke kantornya, yang jaraknya nggak jauh dari rumahnya kira-kira 1 km. Aku pun telpon Ella, aku ambil handphone ku dan aku cari namanya di buku alamat hpku. Terdengar nada sambung lagu dari band Ungu. ………Sesungguhnya manusia takan bisa…….
………Menikmati surga…….
………Tanpa Iklas dihatinya……..
“Hallo………”, terdengar suara Ella begitu nada sambung berhenti.
"Assalamualaikum………La”, salamku buat Ella
"Walaikumsalam…………..mas", jawab Ella.
“Kok ….suaramu kayak bangun tidur, apa kamu sakit?’, tanyaku.
“Aku capek mas, mungkin aku nanti ijin untuk agak siang masuk kantornya”, jawab Ella.
“Aku nggak bisa tidur mas”,
“Rasanya aku bersalah sama bapak dan mas hendra”,
“Tunggu …….. maksudmu apa ?”, tanyaku.
“Aku nggak bisa ngomong kalo di telpon mas”, jawab Ella.
“Sore nanti aku mampir kantormu deh pulang dari lapangan”, Kataku
“Iya mas ati-ati ……..ya”, pesan Ella.
“Terima kasih………..Assalamualaikum………La”, kata ku.
“Walaikumsalam…………..mas", jawab Ella.
Telponpun aku tutup, dan aku bersiap berangkat untuk kerja.

Biasa tunggu lanjutannya..............

Sabtu, 02 Februari 2008

Aku dan Ella ( bagian 3 )

Sering rasa cemburu membakar aku, begitu lihat Ella sedang berdua dengan bosnya. Dalam hati aku bilang,"hendra kamu cuma ingin menyelamatkan Ella jangan sia-sia kan perjuanganmu". Trus aku merasa ini bukan lagi kasihan tapi sudah tumbuh rasa suka, karena aku bisa cemburu. Rasa suka yang di dasari dari rasa kasihan apa akan bertahan lama? Itu jadi pertanyaan dalam hatiku, apa aku akan selalu mengalah.

Aku jadi sering bertandang ke kantor Ella, karena aku juga nggak mau ketinggalan sedikitpun perkembangan dari hubungan Ella dan bosnya. Senin pagi aku ke kantor Ella, dan seperti biasa aku langsung masuk ke ruangan rekanku ( bos Ella ) yang satu ruangan dengan Ella.
"Pagi...bos", sapaku ke bos Ella.
"hai ndra, ada kabar apa nih?" sambut bos Ella.
"Biasa kan main, saya yang mau tanya ada berita apa pak", tanyaku balik. Mataku nggak lepas melihat Ella yang pagi itu begitu seger banget. Ella sedang sibuk dengan kerjaan yang kelihatan menumpuk di depannya. Kadang tampak dia curi pandang ke aku, dan mungkin takut ketauan si bos.
Begitu dekatnya aku dengan bos Ella kadang aku merasa seperti anak sendiri, karena umur bos Ella sama dengan umur Alm bapakku. Bos Ella pun menganggap aku seperti anaknya. Kadang sering dia cerita tentang semua masalahnya baik masalah keluarga maupun cerita tentang Ella.
"kamu ngerti nggak kalo mbak Ella punya pacar baru?" kata bos Ella. Ella selalu di panggil mbak Ella oleh bos nya di depan siapapun. Aku pun panggil mbak Ella kalo dikantornya. Aku sempet kaget bos Ella langsung bilang begitu sama aku. Apa Ella udah cerita, pikirku.
"Jangan di dengerin mas, bapak ngawur", suara Ella.
Oh berarti si bos hanya menduga-duga saja karena Ella bilang begitu.
"Apa iya pak?" tanyaku balik seolah-olah tidak tahu.
"Iya namanya Lik Amad", jelas bos Ella
"Apa iya mbak?".
"Lik Amad siapa?",tanyaku ke Ella. Sambil aku lihat raut wajah Ella yang mulai kikuk aku pandangi.
"Bapak lagi ngawur mas".
"masak cuma sms yang nyasar trus nuduh aku kaya gitu", jelas Ella.
"Tapi bener ndra kalo nyasar masak pake sayang-sayang", bosnya dengan tersenyum sambil menyanyi lagu dari MATTA Band.
O.....o...kamu ketauan pacaran lagi
Dengan Lik Amad........... dengan senyum-senyum.
Dengan senyum aku liat wajah Ella yang mulai memerah, karena malu.
“Gimana ndra apa kamu tau?”, tanya bos Ella.
“Aduh nggak tau pak, mungkin orang itu belum kenal siapa bapak”, jawabku.
Antara merasa bersalah dan bangga, bersalah karena bos Ella sangat baik sama aku. Aku juga bangga karena Ella tidak cerita pada bosnya sedang dekat dengan aku. Berarti keraguan dari keseriusan Ella ingin lepas dari bosnya terjawab.
”mbak Ella aku sih nggak keberatan kalo kamu memang suka dengan orang lain, tapi tolong kenalin ke saya”, jelas bosnya.
”Nggak mungkin ya pak, masa mau dikenalin”, jawabku spontan.
”Aku kan cuma pingin suami mbak Ella nanti pria yang bertanggung jawab”, kata bos Ella.
”Apa sekarang suaminya kurang tanggung jawab?”, tanyaku sambil senyum kearah Ella.
Ella melihat aku dengan pandangaan kurang berkenan.
”Mungkin udah tua ndra, jadi mau cari yang lebih muda”, kata bos Ella sambil tertawa kecil.
”Bapak kok tambah ngawur sih!!”, Jawab Ella sedikit emosi.
Sambil mendekat kearah Ella si bos ketawa dan berkata,”begitu aja marah”.
”Bapak sih guyonnya kelewatan!!”, kata Ella.
”Tapi benerkan nggak ada Lik Amad”, jelas Bos Ella.
Perasaan tidak bisa bohong, bos Ella pun tau kalo Ella suka dengan pria lain, cuma dia tidak tau siapa pria itu.
Akhirnya kami ngobrol masalah pekerjaan sampai tengah hari, aku pun pamit pulang.
”Pak, aku pulang dulu ya?”, pamitku.
“Ok......deh nanti kalo ada kabar tolong saya di beritahu ya, telpon aja ke saya atau mbak Ella”, jawab bos Ella.
”Iya.....pak, pasti”.
”Aku pamit dulu mbak Ella”, kataku, sambil aku jabat tangan Ella.
”Ati-ati mas”, jawab Ella dengan tersenyum.
”Assalamu’allaikum”, aku ucapakan salam, sambil keluar dari ruangan kantor.
”Wallaikumsalam”, jawab Ella dan bosnya.

Aku belum bisa membayangkan kalo bos Ella tau bahwa pria idaman lain Ella adalah aku. Itu tidak pernah aku pikirkan, yang aku pikirkan cuma aku ingin Ella bisa mewujudkan harapannya kembali.

Bersambung........................................