PURE LOVE
Chating pun di mulai, banyak temen yang semakin santer njodohi aku sama diyah. Dan bukan cuma Yanuar, Erna dan Oom, tapi juga temen-temen yang lain mulai giat menjadi comblang.Yan : Ndra ini lho di tunggu dy
Mugi : Wah....seru nih:)
Yan : dy ini udah ada hendra
Diyah : Mana chicken nggak berani yan
Hendra : Ada apa nih?
Yan : Ah .... payah masa nggak berani.
Yan : Ndra di omong chicken kok diem
Wike : Iiih ... hui..
Wike : Apa kabar kalian semua...
Hendra : Baik jeng wike...
Yan : Wik...hendra naksir diyah tapi nggak berani ngomong
Wike : Hallo diyah...bener nih? asik dong
Diyah : Alllow juga wike, iya hendranya nggak berani...
Hendra : Aku berani kok sayang.....
Hendra : Mau nggak kamu jadi pacarku?
Yan : Nggak kayak gitu caranya....telpon dong..Diyah : Huuuh cuma gitu....
Yan : Iya dy payah ya lelakimu......:(
Yan : Dah kamu yang ngomong aja dy.
Hendra : Ngomong apa yan
Aku pun penasaran sambil chat aku pun sms diyah.
....mau ngomong apa sayang.....
Smsku ke diyah dan nggak lama aku dapat balasan.
....ini sapa y?....
Hendra : Yang sms aku yah...
Karsono : Ayo sms apa? :)Karsono : Wah malah smsan sendiri yan
Mugi : yuk minggir ada yang mau ngedate
Diyah : Makan siang yuk...
Yan : Yuk...payah hendra nggak berani
...........................................................
Chatting pun berhenti dan perutku pun mulai lapar, langsung aku cari tempat makan. Sebab tadi rencana ngajak wine makan siang tapi gagal.
Selesai makan aku pun teringat chatting tadi, aku di katain "chicken". Wah semangat banget tuh aku pingin ketemu sama diyah, masa aku dikatain chicken. Awas kalo dia jadi dateng kesini dalam pikiranku.
Aku mau bercerita sedikit tentang Wine, yang masuk dalam cerita ini dan menjadi pertanyaan karena belum pernah aku ceritakan sebelumnya.
Wine itu teman sekolah Ella ( baca cerita Saving Ella ). Aku kenal Wine juga dari Ella, karena waktu itu Wine sempat kerja di kantor tempat Ella kerja. Singkat cerita bahwa awalnya Wine cuma untuk menutupi cerita cintaku dengan ella di mata bos Ella.
Sampai aku putus dengan Ella, dan Wine terus menjadi cerita cinta berikutnya.
Waktu itu wine sedang dalam proses perceraian dengan suaminya yang usia pernikahan mereka baru satu tahun.
Itu juga terus menjadi pertimbanganku, apakah Wine serius dengan aku apa untuk pelarian
saja. Sering aku ingatkan dia untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dalam berkeluarga.
Bukan cinta sejati tapi berawal dari simpatiku mendengar ceritanya kenapa cerai dengan suaminya. Masalahnya adalah ibu mertuanya yang katanya selalu ikut campur urusan mereka.
Akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu pun datang, Diyah datang juga.......................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar