AKHIRNYA AKU MENEMUKANMU
Lama saling diam dan aku tetap santai ngerokok, tiba-tiba handphone ku bunyi. Rupanya dari karsono dan langsung aku angkat.
"Ya...no,"jawabku sambil memperhatikan wine yang tambah marah.
"Ndra ntar malem kita ketemuan di tokoku ya?," kata karsono
"Sapa aja no yang di undang?," tanyaku balik.
"Ya...kita-kita aja, yoyo...faisal...oom,"kata karsono.
"Kita mau bahas masalah reunian....bisakan?," katanya lagi.
"Oh bisa-bisa jam berapa?," tanyaku sambil melihat wine yang mulai membuang mukanya dari tatapanku.
"Ya nanti tak kabarin lagi lah...aku mau telpon yang lain dulu...oke ndra," kata karsono.
"Ya ...boleh jangan lupa aku dikabarin jamnya," pesanku sebelum telpon ditutup.
Langsung tanggapan dari wine.
"Buat temennya selalu ada waktu buat aku nggak...,"nadanya yang ketus.
"Aku udah bilang bahwa bulan-bulan ini aku sama temen-temen mau bikin kegiatan reunian," kataku.
"Gimana sih ngasih pengertian ke kamu win,"jawabku pun mulai kesal dengan prilakunya beberapa bulan terakhir.
"Udah aku anterin pulang aja....pergi sana dengan temen-temen mas sesuka hati mas,"suaranya yang keras dan ketus.
Dalam hati kalo maumu seperti itu, aku juga akan lebih tegas dan keras biar kamu ngerti. Aku nyalakan mobilku dan mulai jalan kearah rumahnya. Sepanjang jalan dan sampai dirumahnya pun tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya dan mulutku. Sampai aku pamit sama orang tuanya, dan wine mengikuti aku sampai ke mobil lalu dia bilang.
"Nggak usah telpon aku lagi,"kata wine sambil meninggalkan aku.
"Insyallah," jawabku.
Wah ini betul sebuah pertentangan hati, di satu sisi aku pingin punya pendamping bisa ngertiin aku dan bisa menjadi teman. Tapi wine orangnya yang tidak mau terganggu dengan urusan-urusan dengan teman-temanku. Biar waktu yang menentukan.
Ketemu dengan temen-temen SMP memang mengasikkan dan bikin lupa kalo baru sore tadi aku ribut dengan Wine.
Tepat setengah delapan malem semua sudah kumpul di tempat karsono, cerita lama dan kenangan bareng yang nggak mungkin bisa lupa. Apa lagi ketemu Oom, ibu yang satu ini seneng ngerupi dengan kata-kata anehnya. Selagi semua sibuk ngobrol sendiri aku pun ngobrol sama ibu Oom, dia temen satu kelas di kelas satu dan kelas dua. Pokoknya orang yang rame abis, selalu ada yang bikin penasaran dengan omongannya karena nggak ngerti apa maksudnya.
“Oom gimana bisnisnya….lancarkan?,”tanyaku membuka pembicaraan.
“Eh…ndul gimana kabarnya diyah, wah aku dengar kamu lagi ndeketin,”kata Oom.
Oom selalu memanggil semua orang yang dia rasa akrab dengan ndul, aku juga nggak ngerti ndul artinya gundul apa ….ndul. Udah jadi kebiasaan Oom nggak pernah menjawab pertanyaan tapi malah balik tanya, sejak smp dulu ya kayak gitu jadi aku nggak heran.
“Kata sapa?,”tanyaku balik.
“Wah Oom gitu lho….tempat informasi dan gossip,”jawab oom sambil tersenyum lebar.
“Andaikata ya….kamu jadi sama diyah kan malah apik ndul,”ucap oom sambil matanya melihat kelangit-langit ruang toko karsono, kaya anak kecil yang abis dimarahin.
“Kok …andai kata sih,”tanyaku lagi sambil senyum liat gayanya yang jadul abis dan agak ndeso.
“Ya…andai kata, jadian sama kamu kan bisa deketan lagi aku sama diyah,” jelas oom.
Oom sama diyah memang berteman deket semasa SMA, sewaktu SMP mereka nggak begitu akrab.
“Lho mbok kamu aja yang deketin diyah,”jawabku lagi.
“Istilah kata …gini ndul, diyah kan udah lama di sini tapi kan nggak ada sodaranya di sini jadi dia jarang mau kesini karena nggak ada sodaranya,”penjelasan Oom yang muter-muter yang mulai bikin aku binggung.
“Istilah kata lagi ya ndul…kalo diyah jadian sama kamu kan diyah bisa nginep di tempat aku,”tambah Oom.
“Maksud mu gimana?,”aku minta penjelasan ulang ke Oom.
“Gini-gini….umpama kata ya…kamu kan pacaran nih, diyah suruh ke sini ntar nginepnya di rumahku,”penjelasan Oom yang lumayan bisa aku pahami.
“Oh begitu,”kata ku.
“Mulia betul cita-citamu Oom,”kataku lagi.
“Aku sama kamu ndul kan udah kenal baik juga aku sama diyah udah kaya sodara,”kata Oom.
“Umpama kata ya ndul ini pertemuan yang paling heboh ….ha..ha..ha,”jawabnya sambil ketawa lebar dan tangan kirinya menutupi mulutnya.
“Jadi sebetulnya istilah kata, ibarat kata apa umpama kata sih oom?,” tanyaku lagi.
“Lah yang penting kamu kan tau maksudku ndul…,”dengan senyum yang khas.
“Telpon…telpon oom,”pinta ku.
“Telpon …sapa?,” Tanya Oom.
“Diyahlah….masa mas budi,”jawabku. (mas budi suaminya Oom)
“Iya…ya…mana hapemu ndul,”kata Oom.
“Di hapeku nggak ada nomernya diyah,”kataku lagi.
“Aku ada tenang aja,”jawab oom sambil mengeluarkan hand phonenya.
“Kenapa nggak pake hapemu aja?,”Tanya ku lagi.
“Nggak ada pulsa ndul…wah payah nih,”kata oom sambil menerima hpku.
“Sekarangkan pemerintah ada program Be Pe eL, Bantuan Pulsa Langsung…Oom,”
“Bantuan buat mereka yang nggak mampu beli pulsa…lumayan lho 100 ribu se bulan,”jelasku serius biar oom yakin.
“Masa sih ndul … kok aku nggak tau ya?,”kata oom sambil menelpon diyah.
“Syaratnya gimana.gimana ndul,”Oom dengan penuh penasaran.
“Cukup bikin surat miskin ke kelurahan,” kata ku lagi.
“Masa sih,”
“kok nggak diangkat ya ndul,”sambil tangan kirinya menunjuk ke hape yang menempel di kuping kanannya.
“Eh …diangkat….hallo diyah ya?,”kata Oom.
“iya aku lagi sama temen-temen di tokonya karsono,”
“Ada hendra, faisal, karsono, yoyo, ferri dan aku…..eh kamu kapan maen kesini,”
“Iya…ya ..aku pake hapene hendra nih…hendra arep ngomong,”
“Hendra…..hendra…masa nggak kenal?,”
“Masa sih nggak kenal…sering sama karsono, faisal waktu SMP,”jelas Oom.
Aku nggak ngerti apa yang mereka bicarakan berdua sampai Oom menyodorkan hape ke aku.
“Nih ngomong sendiri,”kata Oom ke aku
“Halllo diyah ya,”sambutku.
“Eh…ndra apa dulu kamu satu kelas sama Oom,”tanya diyah.
“Ah nggak oom aja maksa minta sekelas sama aku,”jawabku dan disana oom ngedumel sambil manyun mulutnya.
“Kapan ke sini…udah ditunggu temen-temen suruh ikut rembuk reunian,” kataku.
“Wah…belom tau kapan bisa kesitu,”jawab diyah.
“Kata Oom udah disiapin kamar dan mau motong kambing,”kataku sambil aku liat oom yang ketawa sambil menutupi mututnya.
“Ya …minggu depan paling itu pun kalo bisa,”kata diyah.
“Nih oom mau ngomong lagi…,” kataku dan aku kasih hapenya ke Oom.
Aku udah nggak enak diundang temen-temen yang udah ngumpul dari tadi mau bicara kesiapan reunian bareng. Pulang jam dua belas malem udah biasa kalo kumpul mbahas masalah reunian.
Sampe rumah aku pun lihat hapeku nggak ada satu sms pun dari wine, berarti dia marah banget. Bisanya kalo marah dia masih sempet sms kalo malem ya sekedar basa-basi aja emang, tapi malem ini nggak ada. Dan aku pun baru sadar kalo hapeku satunya masih sama Oom.
Pagi-pagi aku telpon ke hapeku yang di bawa Oom.
“Hallo…sori ndul..hape ya… iya aku juga lupa,” langsung dijawab Oom padahal aku belom tanya.
“Iya aku nanti mampir rumahmu ya?,” kataku.
“Eh…ndul apa semalem masalah bantuan pulsa gimana?,”tanya Oom.
“Ya… ntar aku kesitu…,”jawabku.
Kira-kira Oom cerita mau apa lagi ya………………
6 komentar:
aku tau kelanjutqannya...secara kan aku hadiiiirrrr....hueheheue....
wah nggak dong aku maksudnya secara kan aku hadiiiirrrr
maksudnya...aku mencintaimu...:-)dengan segala ke meonganmu.. hendrajaya...
meong.....hidup meong
waduh..malah jadi ajang bermesraan nih..he he. Pokoknya cerita ini harus dilanjutin..ada maupun tidak ada aktris dan aktornya..
huahahahahahahahahha
Posting Komentar