Malam harinya aku telpon Ella, karena aku cemas banget dengan kejadian hari ini.
tuut...tut.........tut. suara dari telpon Ella yang tandanya sedang tidak aktif. Rasa penasaran kenapa hp Ella tidak aktif, aku coba juga hubungi no hp Ella yang lain. Tapi semua tidak aktif. Aku mulai merasa ada sesuatu yang terjadi pada Ella, mungkin dia sedang pergi dengan bosnya.
Akhirnya aku ketiduran di depan tv setelah berkali-kali aku coba untuk telpon dan tetep juga tidak pernah aktif hpnya. Aku tinggalkan pesan singkat ke hp Ella, La nanti telpon akunya jam berapapun aku tunggu.
Tiba-tiba handphoneku berdering, aku pun terbangun . sambil berjalan mendekati hpku yang aku taruh di meja kamarku, aku melihat ke jam dinding kamarku. Aku lihat jam 3.25 WIB , hampir subuh. Rupanya Ella telpon aku, "Hallo......", jawabku.
"Assalamualaikum .........mas", salam Ella dari hpnya
"Walaikumsalam", jawabku lagi.
"Maaf mas tadi hp aku matiin semua karena...........", Ella menjelaskan.
Langsung aku potong penjelasannya,"Kamu pergi dengan bapak kan?".
"Katanya mas tidak akan marah dan bisa menerima?", Ella minta aku mengerti.
"Oh iya .......... tapi kamu kan janji akan berusaha menolak kalo di ajak keluar yang tidak ada kaitannya dengan pekerjaan", jawabku.
"Mas aku masih belum bisa menolak permintaan bapak", kata Ella.
"Apa sebabnya kok nggak bisa, kasih aku alasan", aku mulai emosi dengan sikap yang labil dari Ella.
"Kenapa sih mas kok selalu nggak bisa sabar, denger aku dulu dong", Ella menjawab dengan nada keras.
"Udah kita ketemu besok, aku capek mas mau tidur", jawab Ella dan menutup telponnya.
"La......la.........jangan di tutup dul...", ucapanku terhenti karena hp Ella udah terputus.
Aku pun nggak tidur sampai pagi, sambil membayangkan apa yang dilakukan ella semalam dan merasa bersalah juga karena terlalu cepat aku emosi. Harusnya aku mencoba sabar untuk bisa mendengar penjelasan Ella. Rasa cemburu yang besar membuat aku kehilangan kontrol untuk bisa menjaga hati Ella. Wajar kalo laki-laki cemburu itu yang ada dalam pikiranku, tapi apa ini yang namanya cinta. Cinta yang berawal dari rasa kasihan apa bisa bertahan lama?
Jam setengah delapan biasanya Ella sudah siap-siap berangkat ke kantornya, yang jaraknya nggak jauh dari rumahnya kira-kira 1 km. Aku pun telpon Ella, aku ambil handphone ku dan aku cari namanya di buku alamat hpku. Terdengar nada sambung lagu dari band Ungu. ………Sesungguhnya manusia takan bisa…….
………Menikmati surga…….
………Tanpa Iklas dihatinya……..
“Hallo………”, terdengar suara Ella begitu nada sambung berhenti.
"Assalamualaikum………La”, salamku buat Ella
"Walaikumsalam…………..mas", jawab Ella.
“Kok ….suaramu kayak bangun tidur, apa kamu sakit?’, tanyaku.
“Aku capek mas, mungkin aku nanti ijin untuk agak siang masuk kantornya”, jawab Ella.
“Aku nggak bisa tidur mas”,
“Rasanya aku bersalah sama bapak dan mas hendra”,
“Tunggu …….. maksudmu apa ?”, tanyaku.
“Aku nggak bisa ngomong kalo di telpon mas”, jawab Ella.
“Sore nanti aku mampir kantormu deh pulang dari lapangan”, Kataku
“Iya mas ati-ati ……..ya”, pesan Ella.
“Terima kasih………..Assalamualaikum………La”, kata ku.
“Walaikumsalam…………..mas", jawab Ella.
Telponpun aku tutup, dan aku bersiap berangkat untuk kerja.
Biasa tunggu lanjutannya..............
Tidak ada komentar:
Posting Komentar