Sering rasa cemburu membakar aku, begitu lihat Ella sedang berdua dengan bosnya. Dalam hati aku bilang,"hendra kamu cuma ingin menyelamatkan Ella jangan sia-sia kan perjuanganmu". Trus aku merasa ini bukan lagi kasihan tapi sudah tumbuh rasa suka, karena aku bisa cemburu. Rasa suka yang di dasari dari rasa kasihan apa akan bertahan lama? Itu jadi pertanyaan dalam hatiku, apa aku akan selalu mengalah.
Aku jadi sering bertandang ke kantor Ella, karena aku juga nggak mau ketinggalan sedikitpun perkembangan dari hubungan Ella dan bosnya. Senin pagi aku ke kantor Ella, dan seperti biasa aku langsung masuk ke ruangan rekanku ( bos Ella ) yang satu ruangan dengan Ella.
"Pagi...bos", sapaku ke bos Ella.
"hai ndra, ada kabar apa nih?" sambut bos Ella.
"Biasa kan main, saya yang mau tanya ada berita apa pak", tanyaku balik. Mataku nggak lepas melihat Ella yang pagi itu begitu seger banget. Ella sedang sibuk dengan kerjaan yang kelihatan menumpuk di depannya. Kadang tampak dia curi pandang ke aku, dan mungkin takut ketauan si bos.
Begitu dekatnya aku dengan bos Ella kadang aku merasa seperti anak sendiri, karena umur bos Ella sama dengan umur Alm bapakku. Bos Ella pun menganggap aku seperti anaknya. Kadang sering dia cerita tentang semua masalahnya baik masalah keluarga maupun cerita tentang Ella.
"kamu ngerti nggak kalo mbak Ella punya pacar baru?" kata bos Ella. Ella selalu di panggil mbak Ella oleh bos nya di depan siapapun. Aku pun panggil mbak Ella kalo dikantornya. Aku sempet kaget bos Ella langsung bilang begitu sama aku. Apa Ella udah cerita, pikirku.
"Jangan di dengerin mas, bapak ngawur", suara Ella.
Oh berarti si bos hanya menduga-duga saja karena Ella bilang begitu.
"Apa iya pak?" tanyaku balik seolah-olah tidak tahu.
"Iya namanya Lik Amad", jelas bos Ella
"Apa iya mbak?".
"Lik Amad siapa?",tanyaku ke Ella. Sambil aku lihat raut wajah Ella yang mulai kikuk aku pandangi.
"Bapak lagi ngawur mas".
"masak cuma sms yang nyasar trus nuduh aku kaya gitu", jelas Ella.
"Tapi bener ndra kalo nyasar masak pake sayang-sayang", bosnya dengan tersenyum sambil menyanyi lagu dari MATTA Band.
O.....o...kamu ketauan pacaran lagi
Dengan Lik Amad........... dengan senyum-senyum.
Dengan senyum aku liat wajah Ella yang mulai memerah, karena malu.
“Gimana ndra apa kamu tau?”, tanya bos Ella.
“Aduh nggak tau pak, mungkin orang itu belum kenal siapa bapak”, jawabku.
Antara merasa bersalah dan bangga, bersalah karena bos Ella sangat baik sama aku. Aku juga bangga karena Ella tidak cerita pada bosnya sedang dekat dengan aku. Berarti keraguan dari keseriusan Ella ingin lepas dari bosnya terjawab.
”mbak Ella aku sih nggak keberatan kalo kamu memang suka dengan orang lain, tapi tolong kenalin ke saya”, jelas bosnya.
”Nggak mungkin ya pak, masa mau dikenalin”, jawabku spontan.
”Aku kan cuma pingin suami mbak Ella nanti pria yang bertanggung jawab”, kata bos Ella.
”Apa sekarang suaminya kurang tanggung jawab?”, tanyaku sambil senyum kearah Ella.
Ella melihat aku dengan pandangaan kurang berkenan.
”Mungkin udah tua ndra, jadi mau cari yang lebih muda”, kata bos Ella sambil tertawa kecil.
”Bapak kok tambah ngawur sih!!”, Jawab Ella sedikit emosi.
Sambil mendekat kearah Ella si bos ketawa dan berkata,”begitu aja marah”.
”Bapak sih guyonnya kelewatan!!”, kata Ella.
”Tapi benerkan nggak ada Lik Amad”, jelas Bos Ella.
Perasaan tidak bisa bohong, bos Ella pun tau kalo Ella suka dengan pria lain, cuma dia tidak tau siapa pria itu.
Akhirnya kami ngobrol masalah pekerjaan sampai tengah hari, aku pun pamit pulang.
”Pak, aku pulang dulu ya?”, pamitku.
“Ok......deh nanti kalo ada kabar tolong saya di beritahu ya, telpon aja ke saya atau mbak Ella”, jawab bos Ella.
”Iya.....pak, pasti”.
”Aku pamit dulu mbak Ella”, kataku, sambil aku jabat tangan Ella.
”Ati-ati mas”, jawab Ella dengan tersenyum.
”Assalamu’allaikum”, aku ucapakan salam, sambil keluar dari ruangan kantor.
”Wallaikumsalam”, jawab Ella dan bosnya.
Aku belum bisa membayangkan kalo bos Ella tau bahwa pria idaman lain Ella adalah aku. Itu tidak pernah aku pikirkan, yang aku pikirkan cuma aku ingin Ella bisa mewujudkan harapannya kembali.
Bersambung........................................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar