Laman

Kamis, 21 Februari 2008

Tinggal Kenangan

Kabar tentang Ella hanya bisa aku dengar tanpa bisa aku konfirmasi langsung dari Ella. Semua itu mungkin juga salahku yang terlalu buru-buru, atau memang tuhan sudah menunjukan yang terbaik untuk hubunganku dengan Ella. Banyak dukungan yang membuatku tegar menghadapi semua dan tentangan yang membuatku berpikir dan selalu berdoa mohon petunjuk dari Nya. Terakhir aku dengar bahwa bos Ella marah besar kepada aku dan mengatakan, aku tidak punya Etika aku anak kuliahan tapi tidak punya sopan santun pada orang tua, bukan manusia dan banyak makian yang lain. Itu semua cuma aku bisa dengar dari orang lain, karena Ella dan bosnya tidak pernah mau mengangkat telponku dan membalas smsku. Kadang emosiku terpancing untuk membalas semua ini, tapi setelah aku berani cerita di blog ini dan banyak dari pembaca juga memberi komentar aku lebih enjoy menghadapi semua ini. Walau cerita asmaraku dan Ella kurang lebih 3 bulan tapi serasa aku kenal betul dia. Wanita yang tegar dan rapuh, sifat yang bertentangan tapi dia miliki semu. Semua orang melihat Ella wanita yang tegar dengan menjadi istri kedua (hanya pengakuan) bosnya yang masih berkeluarga. Tapi sebetulnya sangat rapuh dalam dirinya untuk bisa menerima semua yang dia terima. Dia pernah putus asa dan mengatakan," tuhan kok nggak adil". Aku rela kalo Ella mendapatkan pendamping yang lebih baik dari aku. Itu pun pernah aku katakan keadanya, Aku siap meninggalkan mu ....la, kalo kamu dapatkan orang yang lebih baik dari pada aku".

Tidak ada komentar: