Aku nggak pingin bikin cerita Ella berkepanjangan tapi lebih ke diary pribadiku yang terus dan terus ada. Ini masih ada kaitannya dengan Ella dan Aku.
Tepat 2 hari setelah aku posting terakhir Aku dan Ella, tepat jam 4 sore ada telpon untuk aku ke nomor rumahku. Tapi aku tidak ada dirumah, kebetulan aku belum pulang. Setengah jam kemudian aku sampai rumah dan adikku bilang kalo tadi ada telpon dari Bu Endang.
Aku cuma tanya adikku, "bu Endang siapa ya?"
"Nggak tau", jawab adikku.
"Besok lagi tanya keperluannya",kataku
Aku pun tidak mikir yang macem-macem, karena capek dan trus aku mandi karena ada niatan kami sekeluarga berangkat ke Jogja malem itu.
Tepat selesai mandi dan ganti pakaian di kamarku, telpon rumahku berdering. Kriiiiing.......kriiing......kring.....
"Rim......angkat telponnya", jeritku dari kamar suruh adikku mengangkat telpon.
"Mas.... ada telpon dari bu Endang tuh", suara adikku dari balik pintu kamarku.
Buru-buru aku keluar dan aku angkat telpon,"Hallo....".
"Hallo ........ mas hendra ya?", suara dari telponku.
Aku tidak asing dengan suara itu, ya suara bu Endang istri dari bos nya Ella.
"Bu Endang ya.....ada apa bu?", tanyaku kaget.
"Nggak cuma mau telpon mas hendra aja", jawab bu Endang dengan penuh hati-hati.
Aku pun penuh basa-basi menanyakan kabar,"Gimana bu bapak sehatkan?".
Dengan pertanyaan itu bu Endang dengan tepat menyambar umpan pertanyaan dari aku dengan bertanya balik.
"Apa mas hendra udah nggak pernah kontak dengan bapak?", tanyanya
Aku pun terdiam karena binggung harus jawab apa.
"Ya ...... udah lama bu, bapak nggak mau angkat telpon saya",jawabku
"Iya mas, ingat nggak waktu mas telpon bapak waktu itu dan nggak diangkat ada saya disebelah bapak", jawab bu Endang.
Aku pun terdiam, sebetulnya ada apa ini?
"Maaf ya mas hendra, mas hendra mau melamar Ella.....?", tanya bu Endang.
Aku kaget dengan pertanyaan itu.
"Ibu tau dari siapa kalo saya mau melamar Ella....",jawabku
"Sebetulnya sudah agak lama.....tapi baru sekarang saya tanya mas hendra".
"Kemarin saya nggak sengaja baca sms mas hendra yang ditujukan ke Ella di hp bapak", jelas bu Endang.
Oh jadi selama ini aku sms ke Ella dan di tranfer ke hp bosnya, dalam hati ku berkata.
"Banyak mas, sampe sms mas hendra yang mau mencium kaki bapak kalo bapak mau menikahi Ella", Tambahnya lagi.
"Oh maksud saya cuma meyakinkan Ella bahwa bapak tidak akan menikahi Ella bu...", jawabku takut kalo bu Endang salah sangka dengan smsku itu.
"Iya mas saya tau", jawab bu Endang.
"Apa mas hendra tau siapa Ella sebenarnya?", tanyanya lagi.
"Tau bu.........saya tau semua baik dari Ella sendiri maupun dari bapak",jawabku.
"Bener mas hendra tau semua...........kenapa mau sama Ella",lanjutnya.
"Saya kasihan bu.......dan maaf saya bukan ingin jadi pahlawan di keluarga ibu, yang berusaha memisahkan Ella dengan bapak", jelas ku.
"Oh anda salah mas ...... buat saya sudah tidak peduli lagi dengan apa yang dilakukan suami saya",kata bu Endang.
"Maksud ibu apa?",tanya ku dengan perasaan kaget juga.
"Buat saya sekarang yang lebih penting adalah masalah dengan anak-anak saya mas".
"Karena saya nggak mau anak-anak saya jadi broken home dan liar setelah dia tau kelakuan bapaknya",tambahnya lagi.
"Saya cuma mau tanya apa Ella dan bapak sudah menikah resmi ataupu siri?", tanya bu Endang kepada aku.
"Belum bu......saya dapat keterangan bahwa mereka belum menikah yang dari bapak dan Ella sendiri",jawabku.
"Karena kata banyak orang bahwa mereka sudah menikah siri waktu saya naik haji tahu lalu",bu Endang kurang yakin.
Tahun Lalu memang bu Endang naik haji dengan anak laki-lakinya. Dan memang isu dimasyarakat di kampungnya memang santer kalo Ella di nikah siri oleh bosnya.
"Saya berani yakin belum bu,......karena keduanya saya tanya jawabannya sama, bahkan ke Ella saya tanya lebih dari satu kali".
"Alasannya Ella tidak mau dinikah siri dia maunya dinikah resmi",tambahku lagi.
"Apa mas hendra bener mau menikahi Ella?",tanya bu Endang lagi.
"Tadinya .... iya tapi sekarang saya lagi pikir-pikir bu",jawabku.
"Lho .... kok gitu?..... mas kalo pesan saya nggak usah mas",kata bu Endang.
Aku pun jadi tambah nggak ngerti maksud dari kata-kata bu Endang.
Seharusnya dia mendorong aku untuk menikahi Ella, supaya suaminya bisa lepas dari tanggung jawab kepada Ella.
Itu pikiranku tapi kok bu Endang malah mengingatkan aku untuk menjauhi Ella.
Lama telpon dari bu Endang sore itu hampir satu setengah jam.
"Mas saya cuma mau minta tolong mas hendra memberi tau anak-anak saya bahwa belum pernah ada pernikahan antara bapak dan Ella", pinta bu Endang.
"Saya nggak ingin ada dendam anak-anak saya kepada Ella,.....buat saya, Ella juga akan jadi calon ibu pasti akan tau apa yang saya rasakan sekarang mas",tambah bu Endang.
"Hubungan saya dengan Ella udah selesai bu,....... tapi untuk meyakinkan semua bahwa tidak pernah ada pernikahan antara Ella dan bapak saya siap bu",jawabku.
"Terima kasih ....... mas, nanti saya akan bicara dengan anak saya yang sulung karena dia juga tau masalah ini", kata bu Endang.
"Nanti saya telpon lagi mas hendra untuk bisa bicara bareng sama anak saya", tambahnya lagi.
"Baik bu saya siap bantu kalo itu bisa membuat baik semua",jawabku.
"Assalamu'aikum".
"Walaikum salam" jawabku telpon pun terputus.
Minta komentar dan aku harus gimana kalo ketemu anak-anaknya bu Endang.
4 komentar:
mau tau saranku? Jangan pernah menikahi seseorang karena alasan kasihan. Lagipula, sepertinya Ella masih belum bisa lepas dari bos-nya. Kamu mau, setelah nikah nanti ternyata Ella masih berhubungan sama bosnya, apalagi dia masih jadi sekretarisnya? Oohh... I konw bagaimana cemburu seorang pria apalagi bila menyangkut istrinya. Cobalah jadi sahabatnya saja. Tapi tetap jaga batas. Belajarlah bagaimana mencari pendamping hidup dengan logika, bukan hanya rasa cinta (meski gw juga belum nikah tapi gw blajar banyak dari temen2 yang dah nikah gitu).
But the last, jujurlah sama perasaanmu sendiri, dan berpikirlah yang terbaik untuk semuanya.
Maaf cuma ngasih saran segini. ^_^ maybe sometime kita bisa disscuss. YMku: rhein_auriga@yahoo.com
dari sisi kisah hidup mas hendra :
setuju apa yg dikatakan rhein mas...apapun itu jangan gunakan alasan "kasihan" hehe
dari sisi cara penulisan :
Makin seru mas kisahnya karena muncul tokoh baru (Bu Endang) yang masih misterius apakah tokoh antagonis atau tokoh protasgonis
ayo mas...kutunggu posting berikutnya
Aku agak kurang setuju dengan pendapat orang banyak; " Jangan pernah menikahi seseorang karena alasan kasihan "
Cinta itu begitu luas makananya, dan kasihan adalah salah satu elemen yang terkandung didalamnya.
Selama rasa kasihan yang kita beri dapat memberi asa dan harapan yang lebih baik bagi orang yang ingin kita nikahi, maka itu adalah sebuah anugerah untuknya.
Jadi, nothing's wrong menikasi seseorang karena kita berbelas kasihan.
Konon katanya, dua dari empat isteri rosulullah adalah seorang janda & budak belia. Rosulullah menikahi wanita tersebut, karena ia ingin mengangkat martabat wanita tersebut. Jika kisah ini adalah sebuah kenyataan, maka kita mendapatkan sebuah contoh dari pernikahan yang berdasar belas kasihan.
Last, but not least, just do want you want to do. Listen to your heart, coz your heart is the fairest judge in your life.
Well, actually Rasulullah SAW menikahi istri2nya yang janda bukan karena kasihan. Namun karena tugas beliau sebagai Rasul, kan? ^_^ cinta memang perlu dalam pernikahan. tapi menurutku logika itu penting. Cinta bisa tumbuh dengan sendirinya, namun logika harus dipaksa tumbuh.
Apalagi jika fokus pada kasusmu dan Ella, yakin kamu mau nikah sama dia karena kasihan dan mengesampingkan logikamu sendiri?
Semua keputusan ada di kamu, kok ^_^
Posting Komentar