Laman

Senin, 22 Desember 2008

LOVE IN JULY 6

PURE LOVE

Chating pun di mulai, banyak temen yang semakin santer njodohi aku sama diyah. Dan bukan cuma Yanuar, Erna dan Oom, tapi juga temen-temen yang lain mulai giat menjadi comblang.Yan : Ndra ini lho di tunggu dy
Mugi : Wah....seru nih:)
Yan : dy ini udah ada hendra
Diyah : Mana chicken nggak berani yan
Hendra : Ada apa nih?
Yan : Ah .... payah masa nggak berani.
Yan : Ndra di omong chicken kok diem
Wike : Iiih ... hui..
Wike : Apa kabar kalian semua...
Hendra : Baik jeng wike...
Yan : Wik...hendra naksir diyah tapi nggak berani ngomong
Wike : Hallo diyah...bener nih? asik dong
Diyah : Alllow juga wike, iya hendranya nggak berani...
Hendra : Aku berani kok sayang.....
Hendra : Mau nggak kamu jadi pacarku?
Yan : Nggak kayak gitu caranya....telpon dong..Diyah : Huuuh cuma gitu....
Yan : Iya dy payah ya lelakimu......:(
Yan : Dah kamu yang ngomong aja dy.
Hendra : Ngomong apa yan
Aku pun penasaran sambil chat aku pun sms diyah.
....mau ngomong apa sayang.....
Smsku ke diyah dan nggak lama aku dapat balasan.
....ini sapa y?....
Hendra : Yang sms aku yah...
Karsono : Ayo sms apa? :)
Karsono : Wah malah smsan sendiri yan
Mugi : yuk minggir ada yang mau ngedate
Diyah : Makan siang yuk...
Yan : Yuk...payah hendra nggak berani
...........................................................
Chatting pun berhenti dan perutku pun mulai lapar, langsung aku cari tempat makan. Sebab tadi rencana ngajak wine makan siang tapi gagal.
Selesai makan aku pun teringat chatting tadi, aku di katain "chicken". Wah semangat banget tuh aku pingin ketemu sama diyah, masa aku dikatain chicken. Awas kalo dia jadi dateng kesini dalam pikiranku.
Aku mau bercerita sedikit tentang Wine, yang masuk dalam cerita ini dan menjadi pertanyaan karena belum pernah aku ceritakan sebelumnya.
Wine itu teman sekolah Ella ( baca cerita Saving Ella ). Aku kenal Wine juga dari Ella, karena waktu itu Wine sempat kerja di kantor tempat Ella kerja. Singkat cerita bahwa awalnya Wine cuma untuk menutupi cerita cintaku dengan ella di mata bos Ella.
Sampai aku putus dengan Ella, dan Wine terus menjadi cerita cinta berikutnya.
Waktu itu wine sedang dalam proses perceraian dengan suaminya yang usia pernikahan mereka baru satu tahun.
Itu juga terus menjadi pertimbanganku, apakah Wine serius dengan aku apa untuk pelarian
saja. Sering aku ingatkan dia untuk tidak melakukan kesalahan yang sama dalam berkeluarga.
Bukan cinta sejati tapi berawal dari simpatiku mendengar ceritanya kenapa cerai dengan suaminya. Masalahnya adalah ibu mertuanya yang katanya selalu ikut campur urusan mereka.

Akhirnya waktu yang di tunggu-tunggu pun datang, Diyah datang juga.......................

Selasa, 16 Desember 2008

LOVE IN JULY 5

MY LAVIOLA BUTTERFLY.....

Agenda hari ini kerumah Oom, trus mau meluruskan masalah ke Wine kenapa sampai dia marah besar.
Sampe juga aku di depan rumah Oom. Kelihatan seorang ibu yang sudah pantas disebut nenek ya itu ibunya Oom, dulu waktu SMP aku pernah main ke rumah oom dan ibunya belum terlalu tua. Ya iya lah kan 17 tahun yang lalu........meong banget aku ya???@#?>!
"Pagi bu....Oom nya ada?,"tanyaku
"Oh...Oom ada...sebentar,"sambil berbalik ke pintu rumah. Dan tiba-tiba sang ibu balik lagi.
"Anak ini siapa ya?," tanyanya lagi.
"Saya hendra bu temennya Oom,"jelasku sambil menyodorkan tanganku. Kami pun berjabatan tangan, dan
"Saya ibunya Oom,"kata bu Karta.
Ayah Oom namanya Karta jadi dulu semasa SMP saya bisa hapal semua nama orang tua satu kelasku. Ya....aku tuh dulu mencatat semua nama bapak temen satu kelasku dari daftar surat keterangan orang tua karena jelek-jelek gini pernah jadi ketua kelas sementara di kelas 1, sebelum ada pemilihan ketua kelas.
"Sebentar ya mas ...saya panggilin,"kata bu Karta lagi.
"Oooooom ..... oom, ada temenmu nyari,"teriak bu Karta dari depan pintu.
Aku baru tahu kalo bapak Oom sudah meninggal lebih dari 3 tahun ya baru-baru aja.
Tampak Oom lari dari dalam rumahnya menuju teras tempat dari tadi aku berdiri, karena belom dipersilahkan duduk.
"Hai ndul....gimana kabarnya,"kat Oom sambil menyodorkan tangannya.
Aku pun menyambut tangannya.
"Ah... basa-basi pake nanya kabar," kataku
"Oh sebentar,"kata Oom sambil masuk ke dalam rumahnya lagi.
"Eh...om aku boleh duduk nggak?," tanyaku.
Dari dalam Oom pun menjawab,"Alah ndul ....kayak di rumah sapa pake tanya segala,".
Aku pun duduk dan melihat sekeliling rumah Oom yang dari dulu tetap dan tidak banyak perubahan. Dari dalam ibu Oom keluar membawa nampan lengkap dengan minuman dan makanan kecil dalam toples diatasnya.
"Aduh...bu nggak usah repot-repot,"kataku (basa-basi nggak sih?)
"Enggak mas ... cuma minum,....oom nya udah ketemu?,"tanya bu Karta.
"Udah bu lagi kedalem,"jawabku.
"Oooooom...temennya kok di tinggal,"jerit bu Karta.
"Ayo di minum mas," kata bu Karta.
"Iya ... bu makasih," jawabku.
Ibu Oom pun masuk ke dalam rumah, dan bepapasan dengan oom di dalam kelihatan olehku ada pembicaraan mereka sebab kelihatan oom menunjukan hapeku ke ibunya.
"Ibu ku tanya kok kowe di tinggal?....aku jawab lagi ngambil hapemu di kamar,"jelas Oom sambil memberikan hape kepadaku.
"Kamu mau kemana lagi ndul?,"tanya Oom
"Kerja ya...masa main,"jawabku sambil meminum teh hangat buatan ibunya Oom.
"Gimana ...diyah udah telpon kamu belom ndul?,"tanya Oom
"Lho... kok telpon aku?,"tanyaku balik.
"Apa kamu udah telpon diyah apa belom?,"tanya Oom lagi
Dalam hati ku, ni anak mabuk kapan minumnya ya. Kan semalem baru aja telpon dan ada dia lagi kok tanyanya.
"La...kan semalem kita telpon diyah bareng?,"kataku terheran-heran.
"Iya...ya...sori ndul, aku kan kemaren ngomong ke diyah suruh cari jodoh orang sini aja,"kata Oom.
"Trus ... kowe kan juga masih jomblo ndul, gimana?,"tambah Oom lagi.
"Maksudmu?," tanyaku lagi.
"Ibarat kata kowe sama diyah kan udah saling kenal dan umur kalian udah cukup tunggu apa lagi,"Oom berkampanye.
"Ibarat kata lagi ndul, kowe kan udah kenal keluarganya diyah jadi tunggu apa lagi,"tambahnya lagi.
"Nah ...kalo memang kalian jodoh kan malah jadi banyak temen dan diyah bisa tinggal disini lagi kan ndul,"kata Oom lagi.
Sambil menikmati roti kering yang ada di toples dan minum teh aku dengerin aja oom ngomong.
"Kata karsono kamu tuh udah punya pacar ya ndul?,"tanya Oom.
Aku cuma menganggukan kepala karena lagi asik makan roti kering.
"Nah terus kalo udah punya pacar kok seneng sama diyah?,"tanya Oom.
"Aku juga bingung sama kamu nyerocos terus nggak berenti-berenti," kataku.
"Aku kan belom bilang seneng ke diyah, wah bikin gosip baru pasti nih,"kataku lagi.
"Gini ndul ibarat kata...,"kata Oom.
Langsung aku potong.
"Ibarat kata terus ganti yang lain,"kata ku.
"Umpama kata deh,....kamu serius sama diyah aku kan ikut seneng ndul,"kata Oom lagi.
Aku lihat jam di tanganku udah hampir jam sebelas, padahal aku harus nemuin wine, dan dia bisa keluar hanya pada jam makan berarti aku harus buru-buru pamit.
"Oom aku pamit dulu ya? mau ada acara nih,"pintaku.
"Eh nanti malem kita ngobrol lagi ya, dateng aja ke toko karsono....oke ndul?," kata oom.
"Oke ... Oom, pamitin ibu mu ya,"kataku.
"Iya nanti aku pamitin,"jawab Oom.
Aku pun mulai menjalankan mobilku ke tempat Wine kerja, ya jaraknya hampir 25 kilo dari rumahku. Dalam perjalanan aku berpikir sebaiknya aku telpon dulu aja. Ah...sms aja menghindari omelan dia yang pasti aku terima.
...Win makan siang yuk...
Aku kirim smsku ke hape wine, dan pesan punter kirim. Lama aku tunggu kok nggak ada balasan, padalah sudah setengah perjalanan mobilku berjalan. Tiba-tiba hapeku bunyi. Nada sebuah pesan sms yang aku terima, dan aku buka.
...Aq lg tgs dluar mas, klo mas msih sbk g usah hub aq slesaikan dl ursannya...
balasan dari Wine, dan aku bales lagi smsnya.
...Ya udah kalo mau mu gitu...
Aku balikan arah mobilku dan menuju sebuah warnet untuk berkumpul temen-temen SMP di dunia maya.
Dan benar di dunia maya udah rame temen pada ngobrol pake YM, wah langsung ajakan nimbrung konfren aku terima. Rame banget dan semua kumpul dan mulai seru mbahas reunian.

Wine memang sudah nggak seperti dulu, aku mulai asik sama temen-temen SMPku.
Cerita yang akan datang aku baru tau kalo ada yang suka banget warna ungu....wow siapa my laviola itu?



Senin, 15 Desember 2008

LOVE IN JULY 4

AKHIRNYA AKU MENEMUKANMU

Lama saling diam dan aku tetap santai ngerokok, tiba-tiba handphone ku bunyi. Rupanya dari karsono dan langsung aku angkat.
"Ya...no,"jawabku sambil memperhatikan wine yang tambah marah.
"Ndra ntar malem kita ketemuan di tokoku ya?," kata karsono
"Sapa aja no yang di undang?," tanyaku balik.
"Ya...kita-kita aja, yoyo...faisal...oom,"kata karsono.
"Kita mau bahas masalah reunian....bisakan?," katanya lagi.
"Oh bisa-bisa jam berapa?," tanyaku sambil melihat wine yang mulai membuang mukanya dari tatapanku.
"Ya nanti tak kabarin lagi lah...aku mau telpon yang lain dulu...oke ndra," kata karsono.
"Ya ...boleh jangan lupa aku dikabarin jamnya," pesanku sebelum telpon ditutup.
Langsung tanggapan dari wine.
"Buat temennya selalu ada waktu buat aku nggak...,"nadanya yang ketus.
"Aku udah bilang bahwa bulan-bulan ini aku sama temen-temen mau bikin kegiatan reunian," kataku.
"Gimana sih ngasih pengertian ke kamu win,"jawabku pun mulai kesal dengan prilakunya beberapa bulan terakhir.
"Udah aku anterin pulang aja....pergi sana dengan temen-temen mas sesuka hati mas,"suaranya yang keras dan ketus.
Dalam hati kalo maumu seperti itu, aku juga akan lebih tegas dan keras biar kamu ngerti. Aku nyalakan mobilku dan mulai jalan kearah rumahnya. Sepanjang jalan dan sampai dirumahnya pun tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutnya dan mulutku. Sampai aku pamit sama orang tuanya, dan wine mengikuti aku sampai ke mobil lalu dia bilang.
"Nggak usah telpon aku lagi,"kata wine sambil meninggalkan aku.
"Insyallah," jawabku.
Wah ini betul sebuah pertentangan hati, di satu sisi aku pingin punya pendamping bisa ngertiin aku dan bisa menjadi teman. Tapi wine orangnya yang tidak mau terganggu dengan urusan-urusan dengan teman-temanku. Biar waktu yang menentukan.

Ketemu dengan temen-temen SMP memang mengasikkan dan bikin lupa kalo baru sore tadi aku ribut dengan Wine.

Tepat setengah delapan malem semua sudah kumpul di tempat karsono, cerita lama dan kenangan bareng yang nggak mungkin bisa lupa. Apa lagi ketemu Oom, ibu yang satu ini seneng ngerupi dengan kata-kata anehnya. Selagi semua sibuk ngobrol sendiri aku pun ngobrol sama ibu Oom, dia temen satu kelas di kelas satu dan kelas dua. Pokoknya orang yang rame abis, selalu ada yang bikin penasaran dengan omongannya karena nggak ngerti apa maksudnya.

“Oom gimana bisnisnya….lancarkan?,”tanyaku membuka pembicaraan.
“Eh…ndul gimana kabarnya diyah, wah aku dengar kamu lagi ndeketin,”kata Oom.
Oom selalu memanggil semua orang yang dia rasa akrab dengan ndul, aku juga nggak ngerti ndul artinya gundul apa ….ndul. Udah jadi kebiasaan Oom nggak pernah menjawab pertanyaan tapi malah balik tanya, sejak smp dulu ya kayak gitu jadi aku nggak heran.
“Kata sapa?,”tanyaku balik.
“Wah Oom gitu lho….tempat informasi dan gossip,”jawab oom sambil tersenyum lebar.
“Andaikata ya….kamu jadi sama diyah kan malah apik ndul,”ucap oom sambil matanya melihat kelangit-langit ruang toko karsono, kaya anak kecil yang abis dimarahin.
“Kok …andai kata sih,”tanyaku lagi sambil senyum liat gayanya yang jadul abis dan agak ndeso.
“Ya…andai kata, jadian sama kamu kan bisa deketan lagi aku sama diyah,” jelas oom.
Oom sama diyah memang berteman deket semasa SMA, sewaktu SMP mereka nggak begitu akrab.
“Lho mbok kamu aja yang deketin diyah,”jawabku lagi.
“Istilah kata …gini ndul, diyah kan udah lama di sini tapi kan nggak ada sodaranya di sini jadi dia jarang mau kesini karena nggak ada sodaranya,”penjelasan Oom yang muter-muter yang mulai bikin aku binggung.
“Istilah kata lagi ya ndul…kalo diyah jadian sama kamu kan diyah bisa nginep di tempat aku,”tambah Oom.
“Maksud mu gimana?,”aku minta penjelasan ulang ke Oom.
“Gini-gini….umpama kata ya…kamu kan pacaran nih, diyah suruh ke sini ntar nginepnya di rumahku,”penjelasan Oom yang lumayan bisa aku pahami.
“Oh begitu,”kata ku.
“Mulia betul cita-citamu Oom,”kataku lagi.
“Aku sama kamu ndul kan udah kenal baik juga aku sama diyah udah kaya sodara,”kata Oom.
“Umpama kata ya ndul ini pertemuan yang paling heboh ….ha..ha..ha,”jawabnya sambil ketawa lebar dan tangan kirinya menutupi mulutnya.
“Jadi sebetulnya istilah kata, ibarat kata apa umpama kata sih oom?,” tanyaku lagi.
“Lah yang penting kamu kan tau maksudku ndul…,”dengan senyum yang khas.
“Telpon…telpon oom,”pinta ku.
“Telpon …sapa?,” Tanya Oom.
“Diyahlah….masa mas budi,”jawabku. (mas budi suaminya Oom)
“Iya…ya…mana hapemu ndul,”kata Oom.
“Di hapeku nggak ada nomernya diyah,”kataku lagi.
“Aku ada tenang aja,”jawab oom sambil mengeluarkan hand phonenya.
“Kenapa nggak pake hapemu aja?,”Tanya ku lagi.
“Nggak ada pulsa ndul…wah payah nih,”kata oom sambil menerima hpku.
“Sekarangkan pemerintah ada program Be Pe eL, Bantuan Pulsa Langsung…Oom,”
“Bantuan buat mereka yang nggak mampu beli pulsa…lumayan lho 100 ribu se bulan,”jelasku serius biar oom yakin.
“Masa sih ndul … kok aku nggak tau ya?,”kata oom sambil menelpon diyah.
“Syaratnya gimana.gimana ndul,”Oom dengan penuh penasaran.
“Cukup bikin surat miskin ke kelurahan,” kata ku lagi.
“Masa sih,”
“kok nggak diangkat ya ndul,”sambil tangan kirinya menunjuk ke hape yang menempel di kuping kanannya.
“Eh …diangkat….hallo diyah ya?,”kata Oom.
“iya aku lagi sama temen-temen di tokonya karsono,”
“Ada hendra, faisal, karsono, yoyo, ferri dan aku…..eh kamu kapan maen kesini,”
“Iya…ya ..aku pake hapene hendra nih…hendra arep ngomong,”
“Hendra…..hendra…masa nggak kenal?,”
“Masa sih nggak kenal…sering sama karsono, faisal waktu SMP,”jelas Oom.
Aku nggak ngerti apa yang mereka bicarakan berdua sampai Oom menyodorkan hape ke aku.
“Nih ngomong sendiri,”kata Oom ke aku
“Halllo diyah ya,”sambutku.
“Eh…ndra apa dulu kamu satu kelas sama Oom,”tanya diyah.
“Ah nggak oom aja maksa minta sekelas sama aku,”jawabku dan disana oom ngedumel sambil manyun mulutnya.
“Kapan ke sini…udah ditunggu temen-temen suruh ikut rembuk reunian,” kataku.
“Wah…belom tau kapan bisa kesitu,”jawab diyah.
“Kata Oom udah disiapin kamar dan mau motong kambing,”kataku sambil aku liat oom yang ketawa sambil menutupi mututnya.
“Ya …minggu depan paling itu pun kalo bisa,”kata diyah.
“Nih oom mau ngomong lagi…,” kataku dan aku kasih hapenya ke Oom.
Aku udah nggak enak diundang temen-temen yang udah ngumpul dari tadi mau bicara kesiapan reunian bareng. Pulang jam dua belas malem udah biasa kalo kumpul mbahas masalah reunian.

Sampe rumah aku pun lihat hapeku nggak ada satu sms pun dari wine, berarti dia marah banget. Bisanya kalo marah dia masih sempet sms kalo malem ya sekedar basa-basi aja emang, tapi malem ini nggak ada. Dan aku pun baru sadar kalo hapeku satunya masih sama Oom.

Pagi-pagi aku telpon ke hapeku yang di bawa Oom.
“Hallo…sori ndul..hape ya… iya aku juga lupa,” langsung dijawab Oom padahal aku belom tanya.
“Iya aku nanti mampir rumahmu ya?,” kataku.
“Eh…ndul apa semalem masalah bantuan pulsa gimana?,”tanya Oom.
“Ya… ntar aku kesitu…,”jawabku.


Kira-kira Oom cerita mau apa lagi ya………………

Minggu, 14 Desember 2008

LOVE IN JULY 3

KONFLIK HATI DAN OTAK

Aku bingung mau ngasih apa ya? Buat kado ulang tahun pacarku. Akhirnya aku malah nggak beli apa-apa.Siang itu aku udah muter-muter cari kado tapi takut pacarku nggak suka yang cuma liat-liat aja, dan rencananya dia aku suruh pilih sendiri.

Handphone bunyi, dan aku pun liat sapa yang telpon. Ada deret angka yang tampil di hpku, aku nggak kenal ini nomer angkat nggak ya?

"Hallo.....,"sambut ku

"hallo ndra ...wah sombong tenan kowe,"jawab dari sebrang telpon.

"Haaai sus...sori aku belom sempet bales pesenmu," jawabku.

Rupanya suswanto yang telpon, mungkin nggak sabar nunggu jawabanku.

"Ada apa sus," tanyaku.

"Wah kamu di tanya kapan ke jogja nggak dijawab,"dengan nada setengah kesal sus menjawab.

"Iya .... aku belom ada rencana ke jogja sus," kataku.

"Kowe dinas nang endi saiki."tanyaku lagi.

"Aku nang Ngampilan di belakang istana negara di jalan malioboro," jawab sus.

"Aku udah lama di jogja tapi nggak perna ketemu temen-temen ndra," tambahnya.

"Ya kemaren aku telpon mugi dan aku dikasih nomer hpmu dan temen-temen yang sekarang di jogja," jelas sus panjang lebar.

"Ntar kalo ke jogja aku di kabari ya?," pinta sus.

"Ini nomer hpmu sus?," tanyaku.

"Iya ..... kalo nggak repot ntar tak jak jalan-jalan kalo ke jogja," jawab sus.

"Tenan lho....," tegasku.

"Iya...pasti, udah dulu ya....,"kata suswanto.

"Oke makasih ya," jawabku.

Kututup telponku dan melanjutkan cari-cari apa yang akan aku beli buat kado, udah beberapa swalayan dan toko kado aku samperin nggak ada yang srek. Ah pusing amat beli pun pasti kena marah mendingan nggak usah beli kan udah pasti kena marah juga.

Jam setengah empat nih, siap-siap jemput ketempat kerjanya. Aku telpon dulu aja biar dia siap waktu aku jemput. 

"Hallo......,"sambut wine.

"Hallo win....kamu bawa motor nggak?," tanyaku

"Nggak kan kemaren udah aku sms kalo sore ini aku minta di jemput mas," jawabnya.

"Iya....iya aku tau cuma memastikan aja,"jelasku.

"Emang aku kaya mas nggak jelas maunya apa,"omelnya.

"Lho...kok jadi aku yang nggak jelas,"aku mulai geram dengan jawabannya.

"Udah deh siap-siap aku mau kesitu," kataku lagi.

"jangan lama-lama....kantor udah tutup nih,"wine jawab dengan nada kesal juga.

Aku tutup telponku dan konsentrasi jawaban apa yang aku jasih ke pacarku kalo di tanya kenapa nggak kasih dia kado. Sampe juga mobilku ke pelataran kantor wine, sudah keliatan wine didepan pintu kantornya dengan wajah yang bersungut-sungut mau marah. Aku pun turun dan membukakan pintu mobil buat dia. Setelah wine masuk ke mobil aku pun kembali ke kursi supir, dalam pikiranku aku kaya supir taksi aja. Aku mulai menjalankan mobil dan mulai pembicaraan.

"Mau kemana kita," tanyaku

Wine diem aja dan nggak peduliin aku. wah ini mulai deh pecah perang pikirku.

"Kenapa sih win?," tanyaku lagi.

"Kemana dulu sih...kok telat jemputnya,"nada win keras sambil membalikan badannya kearahku dan matanya menatapku penuh kemarahan.

Aku liat jam tanganku baru jam 4.15.

"kan telat sedikit win, kok marah banget sih," jawabku pelan.

"Mas ... pa nggak kasian sama aku udah nunggu sendirian dari jam 4,"tambahnya lagi.

"Kasian makannya aku jemput kamu ...win,"jawabku dengan senyum biar dia nggak marah.

"Apa...senyum-senyum...biar aku nggak marah,"kata wine lagi.

Nggak ada senyum di mukanya, aku pun menghentikan mobilku.

"Suruh siapa berenti, jalan!!.....jalan!!,"katanya tambah keras.

Wah nggak bisa dibiarkan udah ketempelan setan mana ini, pikirku. Aku tetep nggak mau jalan dan diem aja.

"jalan nggak....kalo nggak aku turun sini,"ancam wine.

Dalam hati aku bilang, turun aja kalo berani, dan aku mulai nyalain rokokku. Satu kegiatan yang wine nggak suka dari aku adalah ngerokok didepan dia.

Aku ngerokok dulu ya sambil ngupi nih ntar lagi ceritanya.................

Kamis, 11 Desember 2008

LOVE IN JULY 2

Penelusuran berjalan terus semakin intensif chatting dan semakin penasaran aku cari friendsternya diyah. Waaauu sekarang sudah pake jilbab dan kelihatan lebih dewasa, aku liat dari foto-foto di frendsternya. Dulu yang lucu dengan rambut yang ngebob kalo SMP dulu sering ada istilah KDM (korban demi moore) sekarang ditutup rapat, tambah penasaran nggak sih.......

Suatu malam dibulan mei, hand phoneku bunyi kira-kira jam setengah sebelas. Aku nggak tau dari siapa, karena nomer yang aku nggak kenal.
"Halo", sapa ku
Dari seberang kedengar suara cewek.
"Halo hendra ya?," kata cewek tadi
"Iya .... ini sapa ya?," tanyaku
"Masa....lupa sama suaraku sih," kata cewek itu lagi.
Aku kenal suaranya tapi aku nggak ingit nama sama wajahnya.
"sapa sih?," tanyaku lagi
"Aku erna....masa lupa sih...," kata cewek itu
"Oh ... iya aku inget...erna kan," kataku
"Apa kabar na? baik kan udah punya momongan berapa?," banyak aku tanya.
"baik....satu anakku hen kamu liat di frendsterku deh," kata erna kemudian.
"Eh ... hen kamu serius sama diyah," tanya erna lagi
"Ha...ha...ha.. jadi telpon malem-malem mau tanya itu nih," sambil ketawa aku jawab pertanyaan erna.
Erna ini dulu nggak perna sekelas selama SMP tapi sering pulang bareng karena perjalanan kami yang searah dan bersama banyak temen-temen lain. Dia selalu nunggu angkutan pulang di dekat pasar dan rumahku memamng tidak jauh dari pasar.
"Enggak jangan gr hen, aku kan liat obrolan kalian di YM walau aku nggak nimbrung," jelas erna.
"Diyah sekarang satu kantor dengan aku di jogja," jelasnya lagi.
"Ooh iya, aku baru tau na..," kataku.
"Iya hen kalo kamu serius sama dia aku dukung deh," kata erna lagi.
"Bener nih mau nyomblangin juga," sambutku dengan tawaran erna.
"Pa ... betul belom punya pacar na?," tanyaku
"Tanya sendiri aja deh biar ada obrolan kalo telpon," sambung erna lagi.
"Oke ya hen aku tunggu kabar yang membahagiakan lho," tambahnya lagi.
"Iya makasih ya na," jawabku lagi.
Telpon pun di tutup.
Malem itu aku aku kepikiran nomer hp yang di kasih yanuar aku taruh dimana ya?.....
Semaleman aku cari-cari dimana kemaren aku catet tu nomer, muter-muter aku cari dan akhirnya aku temukan juga.

Pagi-pagi betul udah ada pesen di ymku dari soes, tau nya suswanto sekarang jadi polisi di Djogja. 

Soes : kapan nang jogja?

Soes : Aku janjian ketemuan sama diyah dan erna nanti malem.

Pesennya banyak banget jadi nggak aku bales, mau jawab ntar aja kalo udah ada rencana ke jogja.

Pacarku udah sms dari kemaren dia ulang tahun tapi aku lagi sibuk juga sama kerjaan yang nggak selesai-selesai. jadi baru mau ketemuan nanti sore sepulang dia kerja. Dari kemaren udah marah-marah terus, aku pikir kalo nggak di temuin ntar panjang urusannya.

Hampir setahun aku pacaran sama dia tapi yang ada perasaanku kaya pesuruh aja dan nggak pernah pacaran karena sibuk sendiri-sendiri. Memang udah 3 bulan ini ribut terus, ada aja masalah yang jadi kita ribut. Lupa telpon salah, lupa ngingetin makan siang marah, jan 5 belom dirumah dicurigai. Tapi aku masih coba sabar dan berusaha untuk bisa jadi laki-laki yang bisa jadi pemimpin.

Aku kerja dulu ya ntar sambung lagi ceritanya..............

LOVE IN JULY 1

KENAPA BARU ADA CINTA
Sekian lama kata cinta telah ada sebelum aku lahir tapi baru saja aku rasakan apa itu arti dari cinta. Cerita tentang perjalanan singkat dan sebuah pertanyaan besar tentang cintaku.


Mei 2008
Pencarian teman-teman SMP di dunia maya dimulai lewat frendster dan blog, lewat chatting dan telpon juga.
"Hallo....ndra, lagi on len nggak," suara Mugi.
Mugi sohib yang paling giat ngumpulin temen-temen SMP, dia sang pencari jejak. Pagi-pagi udah telpon aku untuk cepetan suruh aku kedepan komputer.
"Sori gi....aku baru selesai mandi," jawabku
"Cepetan udah banyak yang on len nih," katanya lagi.
"Iya....sabar tho, seperempat jam lagi," sambung ku.
"Tak tunggu jangan lama-lama ya, keburu pada bubar,"kata Mugi.
Buru-buru aku nyalain komputerku dan langsung buka YM, dan bener langsung ajakan untuk konfren tampil di monitor komputerku.
Yan : Haaaalllo....ndra
m4y4t : akhirnya nonggoljuga.........:)
hendra : alllllllllllllo
Sapaku di YM rupanya banyak temen-temen udah nongkrong di komputer kantornya masing-masing.
hendra : wah bangkrut perusahaan kalo karyawannya chatting semua :(
ono  : Aku ora lho
tri    : sori ya aku kan nggak pake fasilitas kantor
m4y4t : sekali-kali rapapa khan......:)
Yan : wah kowe sok banget ndra
Yan : kowe dicari diyah nih
hendra : alllow diyah :)
Yan : dy iki lo di goleti hendra
m4y4t : iya tadi tanya saiki kok diem yah
diyah : yup.....
ferry : ada apa ya?
ferry : wah kok udah hangat ceritanya.
.....................
Awal dari sebuah obrolan pendek di dunia maya, membuka kenangan SMP dulu. Nggak sadar sampe hampir tengah hari kita saling ejek, dan mengingat satu-satu temen-temen sekolah.

Sampe aku inget kalo dulu Diyah itu pernah jadi mayoret drum band SMP, sampe sekarang masih jomlo katanya. Drum band SMP yang gayanya masih jadul abis pake bulu ayam tetangga di atas topinya. Pake baju kaya Meriam Belina tahun 80 an lah yang wagu banget. Aku ketawa tiap inget itu dan selalu aku ejekin kalo lagi chatting sama diyah.

Chatting bareng trus rutin tiap pagi sampe sore kadang ada yang berlanjut sampe malem. Yan alias yanuar nggak bosen-bosennya njodohin aku sama diyah. Tiap ada aku pasti yanuar nyomblangin terus, dan nggak bosen-bosen.
Sampe suatu saat aku chat berdua sama yanuar
Yan : ndra udah telpon diyah apa belom
hendra : belom lah......
hendra : emang kenapa?
Yan : Lambat lemot payah...............
hendra : Aku mau ngomong apa yan ?"
Yan : mau nggak jadi pacarku aaaaapa mau nggak jadi istriku
Yan : masak di ajarin
hendra : Ngawur ....
Yan : Diyah nunggu kamu kalo serius
Yan : Kemaren aku udah telpon diyah
hendra : trus diyah ngomong apa?
Yan : Rahasia ya....telpon sendiri kalo berani
Yan : 08886663662 ini no hpnya
Yan : telpon kalo berani
hendra : iya aku telpon
Yan : awas kalo nggak
..................
Aku pikir sibuk banget sih ini anak sampe segitunya nyomblangin. Aku catet no hpnya tapi belum ada keberanian untuk telpon, dan aku pikir-pikir ntar ke GR an lagi tu anak. Masalah comblang mencomblang akhirnya bukan cuma yanuari, semua temen-temen jadi comblang. 
Satu rahasia kecil sebetulnya aku udah pernah naksir diyah dulu waktu SMP, tapi jangan bilang-bilang ya?

ceritanya besok lagi ya.....................