Laman

Kamis, 08 Mei 2008

Memaknai Hari Kebangkitan Nasional

Kesadaran untuk menjadi bangsa yang merdeka dan bersatu untuk mengusir penjajahan dengan cara yang kooperatif. Bangsa yang besar selalu mengingat jasa para pahlawannya. Dan jangan sekali-kali melupakan sejarah.
Satu Nusa
Satu Bangsa
Satu Bahasa
Sumpah pemuda kemudian menjadi tonggak bersatunya pemuda di nusantara yang sama-sama ingin kemerdekaan.
Tapi satu abad kebangkitan Nasional yang kita rasakan justru sangat menyedihkan, sangat menyedihkan. Kita di jajah bangsa sendiri di perbudak bangsa sendiri.


Yang Muda Mabok
Yang Tua Korup
Hutan di lacurkan
Pulau di jual belikan
Wanita – wanita jadi pembantu di negeri orang

Belum habis air mata masyarakat kecil untuk merasakan merdeka, mereka yang selalu di injak dan diusir dari tanahnya.

Bangsaku
Bangsa Yang Besar
Bangsaku
Bangsa Yang Berani
Bangsaku
Bangsa Yang Saling Menghormati
Satu yang sudah hilang adalah bangsaku sudah kehilangan rasa malu.
Bangsa yang selalu menunjuk kesalahan pada yang lain, tersinggung bila diingatkan salahnya, bangsa yang bangga dengan korupsinya, bangsa tidak pernah mengkoreksi diri sendiri.
Indonesia tanah yang makmur kaya akan hasil bumi kini semua impor dari luar negeri, semua selalu dicari celah untuk memperkaya diri sendiri.

Korupsi sudah mendarah daging, sangat kronis harus diamputasi dan tidak mungkin diobati, pembalakan liar harus dihukum mati, pengedar narkoba jangan diberi ampun tiang gantungan menunggu.
Tapi hukum pun bisa dibeli, jaksa kasus BLBI bisa disuap sebobrok apa bangsaku. Apa dengan di cukupi kesejahteraan para penegak hukum akan lebih baik?

Semoga ini bukan pertanda akhir jaman, banyak pemimpin yang hanya mementingkan dirinya dan kelompoknya saja. Menjatuhkan lawan politiknya dengan segala cara dengan segala upaya, halal dan haram bukan jadi ukuran.

Seorang maling mati disiksa, para koruptor yang menghabiskan banyak uang rakyat termasuk si maling ayam yang kehabisan uang untuk memberi makan anak-anaknya. Justru bagaikan raja yang tidak pernah kenyang menghisap darah. Rakyat sudah tidak berdarah lagi tinggal kulit pembungkus tulang dan air mata.

Untuk Presidenku
Berantas korupsi jangan tanggung-tanggung, korupsi ada di semua dinas-dinas dari yang paling rendah sampai yang tinggi. Korupsi seperti seperti kentut, bisa dirasa sulit dibuktikan. Maaf bukan sulit tapi terlalu komplek, bersatu untuk menghabiskan uang Negara.
Hapus percaloan di semua bidang, putus semua birokrasi yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi.
Turunkan harga, cabut subsidi untuk orang-orang kaya berikan pada rakyat miskin.
Keamanan dan kenyamanan untuk berusaha dan bekerja.
Bubarkan premanisme.

Ini bentuk keprihatinan untuk INDONESIA.
Ibu Pertiwi sedang menangis sedih.
Ibu Pertiwi sedang di perkosa, oleh banyak konglometar dihisap minyak dan semua yang ada diperut bumi Nusantara bukan untuk rakyat Indonesia.
Noda besar yang terus kita jaga tanpa ada niat untuk di hapus dan diperbaiki untuk anak cucu INDONESIA.
Sekolah Mahal.
Gizi Buruk
Virus mematikan yang mengancam.
BBM naik
Banyak Pejabat menunggu Komisi, dan tidak pernah takut bahwa masih ada kehidupan setelah mati.

Salam buat Pemuda Indonesia

3 komentar:

mugi mengatakan...

Bangkitlah wahai penghuni kuburan....!!!! huahahaahahaha...
Wahai ahli kubur HENDRA JAYA bangkitlah....!!! Bangkitlah..!!! dan hiduplah.... ada urusan yang engkau tinggalkan di dunia.... selesaikan masalahmu terlebih dahulu.... Menikahlah.....
setelah itu silahkan kembali ke Alam mu.... Bangkitlah..... Bangkitlah... !!!

Anonim mengatakan...

Korupsi itu mendarah daging ...aduh mengerikan ya.

Anonim mengatakan...

Bisakah kamu BANGKIT NDRA! BUktikan!! MERDEKA!