Akhirnya apa yang aku pikirkan terbukti, bahwa bos Ella tidak akan rela melepaskan dan merelakan Ella dengan laki-laki lain. Perjalanan saving Ella pun harus berhenti karena sikap Ella sendiri yang tidak pernah tegas untuk memilih aku apa bosnya.
Setelah hampir satu bulan aku dan Ella pacaran, akhirnya Ella memberanikan diri untuk menulis surat ke bosnya, isi surat itu :
Apa sebenarnya semua ini karena bapak kecewa dengan sikap saya akhir-akhir ini yang mungkin menurut bapak terlalu berani dan melawan bapak ? Selama ini bapak banyak mengajarkan saya untuk bisa bersikap tegas dan berani sepanjang kita yakin hal itu benar. Ketika saya mulai bisa membangun keberanian dan ketegasan sikap untuk diriku sendiri, malah jadi dianggap melawan bapak. Mungkin saya memang baru bisa membela diri saya sendiri. Sepanjang enam tahun kebersamaan kita mungkin saya memang sudah terlalu banyak menuntut sama bapak. Dan terakhir saya menuntut untuk bapak menikahi saya. Tapi beberapa hari yang lalu bapak marah besar atas permintaanku itu. Itu bukan cinta murni tapi lebih tepat dianggap cinta lonte. Itu pendapat bapak saat itu. Sakit hati sekali waktu aku mendengar hal itu. Tapi aku harus sadar kondisi bapak sedang emosi saat itu. Lebih baik saya diam kan ? Aku tak berani menyinggung hal itu lagi. Saya tau itu menyinggung perasaan bapak. Saya tau itu keputusan yang sulit buat bapak. Dan bapak juga harus tau bahwa hal itu juga sulit untuk bisa aku terima. Ternyata pendapat kita tentang cinta dan pernikahan berbeda jauh. Walau saya sadar betul hubungan kita sudah sangatlah dekat. Memang sangatlah sulit untuk mencari jalan yang terbaik dengan begitu banyak rintangan dan perbedaan diantara kita. Selama ini saya sudah mencoba untuk bisa mengimbangi bapak, tapi ternyata itu belumlah cukup membuktikan keseriusan saya ke bapak. Terlalu banyak ketidakpercayaan diantara kita.
Satu hal yang perlu bapak tau, SAYA PINGIN BISA MANDIRI. Itu saja. Selama ini saya selalu bergantung sama bapak. Apa yang saya lakukan dan putuskan semua bergantung dari bapak. Apa yang saya terima dan saya dapat semua dari bapak. Karena bapak kasihan dan merasa harus bertanggung jawab atas diri saya kan ?. Saya dekat dengan bapak dan saya juga karyawan bapak. Tapi saya tak pernah bisa jadi diri saya sendiri. Bahkan ketika saya ingin melakukan hal untuk keluarga saya itupun harus atas ijin dan persetujuan bapak. Sepertinya saya nggak punya hak untuk melakukan dan memutuskan apapun. Saya tau sekali bapak sayang sekali sama saya dan keluarga saya. Bapak ingin memberikan yang terbaik buat saya sekeluarga. Saya sangat berterima kasih dan tidak akan lupakan hal itu.
Kalau kebersamaan kita dan tuntutan saya justru malah menambah sakit dan beban buat bapak, lupakan saja hal itu. Saya tidak akan lagi menuntut hal itu apalagi tuntutan materi dan harta. Apapun yang sudah dan pernah terjadi diantara kita itu bukan karena keterpaksaan tapi karena saya memang suka dan ikhlas. Dan itu akan menjadi kenangan indah dan manis buat saya. Jadi bukan karena tuntutan materi ataupun harta. Seandainyapun kebersamaan kita hanya cukup sampai enam tahun saja semoga dikemudian hari tidak ada dendam dan permusuhan diantara kita. Tapi yang ada hanya persaudaran dan tali silaturakhim yang baik diantara kita.
Salam Sayang
Ella
Dari surat itu bos Ella trus berusaha mencari tau siapa laki-laki yang telah merubah Ella. Bos Ella pun sempat tanya aku tau tidak siapa pacar Ella. Setiap kali ada kesempatan bos Ella selalu mengajak Ella untuk keluar kota untuk alasan kerjaan. Itu nggak pernah dilakukan hampir dua tahun terakhir tapi kini sering setelah Ella menulis surat itu. Singkat cerita akhirnya Ella bilang pada bosnya kalo akulah pacarnya.
“La ............ aku nggak pa pa kok kalo kamu memang suka dengan pria lain”, kata bosnya.
“Bapak cuma nggak mau kamu buat mainan laki-laki”, tambah bosnya
“Pak ....... Ella bolehnya kalo laki-laki itu mas Hendra”, tanya Ella pada bosnya.
Dengan sedikit kaget bosnya menjawab,”Oh……….bapak setuju, bapak kenal hendra dia anak baik”.
“Tolong ….. hendra suruh kesini dan bilang sama bapak”, tambah bosnya.
”Karena bapak pingin tau keseriusan dia sama kamu”, kata bosnya lagi.
Dengan Ella menceritakan semua itu bosnya mulai ada rasa nggak suka dengan aku. Tidak seperti dulu tiap kali aku di telpon suruh ke kantornya ya hanya sekedar ngobrol, sekarang nggak pernah lagi.
Ella pun menyampaikan padaku apa keinginan bosnya untuk ketemu aku. Aku jawab buat apa aku ketemu bosmu, kalo ketemu orang tuamu aku mau.
”Aku laki-laki la ....tolong hargai aku, masak aku harus bilang ke bosmu kalo aku suka kamu”, jawabku.
”Mas ini untuk kebaikan hubungan kita”, jelas Ella.
”Baik apanya? …….. kamu sudah menjatuhkan harga diri aku”.
“Kalo selama ini ……. Hubungan kamu dan bosmu sebatas atasan dan bawahan, ok aku akan bilang ke bosmu…….tapi”, penjelasanku ke Ella.
“Mas ……. Bapak cuma ingin aku nggak buat mainan laki-laki”, tambah Ella.
“Oh jadi selama 6 tahun kamu nggak sadar juga udah buat mainan laki-laki”, jawabku dengan emosi.
“Apa jangan-jangan bukan laki-laki karena nggak berani tanggung jawab”, tambahku lagi.
”Kamu minta nikahi karena cinta kamu sama dia malah dibilang cinta lonte”, Omelanku biar Ella sadar.
Aku juga tau kalo Ella nggak bisa melupakan begitu aja jasa bosnya selama ini. Dan akhirnya dari semua itu semua handphone Ella di sita oleh bosnya. Komunikasi dengan Ella pun terputus, doktrin yang kuat dari bosnya membuat Ella takut.
Sampai aku tulis cerita ini hubunganku dengan Ella nggak jelas. Untuk bisa ketemu sudah tidak mungkin karena bosnya punya sudah mendokrin keluarga Ella dan orang-orang disekitar Ella, jelek sekali namaku dikeluarga Ella dan banyak temen-temenku.
Cinta Ella yang membuat aku menjadi orang bodoh, orang yang hilang, orang yang tidak tahu malu. Tapi cinta Ella bikin aku menjadi orang dewasa yang menerima perbedaan untuk memandang hidup kedepan.
Dengan belajar menulis jujur di blog ini aku semoga Ella sendiri membaca dan tau tujuanku sebenarnya yang sampai sekarang pun belum aku sampaikan ke Ella.
Aku masih sayang kamu La..............................terserah kamu menilai aku.
Cinta itu tidak bisa dipaksakan itu benar, cinta yang didasari kasihan dari salah satu tidak akan berbentuk cinta sejati, bila yang lain merasa tidak perlu dikasihani.
Para pembaca ini betul true story, sebetulnya ini episode terakhir yang aku paksakan untuk selesai biar nggak pada bosen.
Terimakasih buat blogger.com yang udah memberi tempat aku menulis, edittag/onokarsono/q4midz yang mengenalkan aku dengan blog. Juga nggak lupa buat semua pembaca dengan komentar-komentarnya yang bisa disebutin satu-satu.
T A M A T
Catatan Pribadi,Opini,Pandangan Hidup,Belajar Menulis Jujur dan Belajar Mentertawakan Diri Sendiri.
Minggu, 21 Desember 2014
Jumat, 11 Juli 2014
PADA SUATU KETIKA
Pada saatnya semua sepi
Hanya jari-jari tangan yang mengepal, berkonsentrasi menyalahkan takdir. Rasa sakit yang luar biasa tanpa batas akhir. Rasa bahwa semua kesalahan itu bukan hanya datang tapi juga tidak pernah jauh pergi. Kalo dosa itu tidak enak pasti akan mudah meninggalkan semua dosa.
Kesalahan dan disalahkan selalu ada, coba mengais lagi puing-puing kepercayaan yang masih bisa. Menjauhkan diri dari riuhnya alam fana, bersujud syukur mumpung masih diberi waktu untuk mohon ampun. Keyakinan tidak cukup untuk semua...karena terlalu sakit menerima semua kenyataan. Membuka satu lembar lusuh untuk dihapus tidak mudah, karena perlu kain yang bersih pula. ”terkadang diam dan menahan diri adalah suatu jawaban dari suatu masalah”.
Pesanku hanya satu “Ketika kamu menyayangi seseorang tanpa sadar hati mu berharap penuh kepadanya”.....ingat itu.
Hanya jari-jari tangan yang mengepal, berkonsentrasi menyalahkan takdir. Rasa sakit yang luar biasa tanpa batas akhir. Rasa bahwa semua kesalahan itu bukan hanya datang tapi juga tidak pernah jauh pergi. Kalo dosa itu tidak enak pasti akan mudah meninggalkan semua dosa.
Kesalahan dan disalahkan selalu ada, coba mengais lagi puing-puing kepercayaan yang masih bisa. Menjauhkan diri dari riuhnya alam fana, bersujud syukur mumpung masih diberi waktu untuk mohon ampun. Keyakinan tidak cukup untuk semua...karena terlalu sakit menerima semua kenyataan. Membuka satu lembar lusuh untuk dihapus tidak mudah, karena perlu kain yang bersih pula. ”terkadang diam dan menahan diri adalah suatu jawaban dari suatu masalah”.
Pesanku hanya satu “Ketika kamu menyayangi seseorang tanpa sadar hati mu berharap penuh kepadanya”.....ingat itu.
Langganan:
Komentar (Atom)